Jakarta | Pengemudi mobil listrik BYD berinisial S, berusia 46 tahun, dinyatakan negatif narkoba dan alkohol setelah menjalani pemeriksaan terkait kecelakaan yang menyebabkan seorang pengemudi ojek online terlindas di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Informasi hasil pemeriksaan tersebut disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto pada Sabtu. Hasil itu menjadi salah satu informasi awal yang disampaikan kepolisian dalam penanganan perkara, tetapi belum menjawab seluruh pertanyaan mengenai bagaimana kecelakaan tersebut terjadi. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan memeriksa pengemudi untuk mendalami rangkaian peristiwa.
Saat ini, S diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan dan masih menjalani pemeriksaan dalam proses penyidikan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami peristiwa serta memperoleh keterangan yang diperlukan sebelum polisi mengambil langkah lebih lanjut. Dengan demikian, status S dalam penanganan perkara masih berkaitan dengan pemeriksaan yang berlangsung. Kepolisian belum menyatakan bahwa proses penyidikan telah selesai, dan belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai kejadian itu. Keterangan mengenai hasil tes narkoba dan alkohol merupakan hasil pemeriksaan yang telah disampaikan, sedangkan pendalaman terhadap kecelakaan masih berjalan.
Polisi juga belum menetapkan penyebab pasti kecelakaan di Panglima Polim tersebut. Kompol Mujiyanto menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap pengemudi masih berlangsung, sehingga penyebab kejadian belum dapat dipastikan. Kesimpulan mengenai faktor yang berperan dalam kecelakaan perlu menunggu hasil pendalaman kepolisian, termasuk keterangan yang diperoleh selama penyidikan. Karena itu, hasil tes yang menyatakan S negatif narkoba dan alkohol tidak dengan sendirinya menjelaskan penyebab insiden. Hingga pemeriksaan selesai dan informasi lebih lanjut disampaikan, kepolisian masih menangani perkara serta mengklarifikasi kejadian yang berujung pada seorang pengemudi ojol terlindas tersebut. Belum ada penetapan penyebab yang dapat disimpulkan dari informasi yang tersedia saat ini.
Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma Arbita Bangsa menerangkan bahwa kecelakaan di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, bermula ketika mobil BYD bernomor polisi B 1220 KDP melaju dari arah selatan menuju utara. Keterangan tersebut menjadi dasar untuk memahami urutan kejadian yang melibatkan beberapa kendaraan di lokasi. Polisi menyebutkan, sebelum rangkaian tabrakan berlanjut, BYD terlebih dahulu menabrak sebuah Honda Brio bernomor polisi B 2967 NGY yang sedang melaju searah di depannya. Peristiwa kemudian berlanjut di sisi kiri jalan.
Setelah menabrak Brio, mobil BYD disebut oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda Beat bernomor polisi A 3867 DD. Sepeda motor itu dikendarai HS, 56 tahun. Benturan membuat HS terjatuh, lalu terlindas kendaraan BYD. Rangkaian kejadian tersebut berlangsung dalam satu alur pergerakan kendaraan, dari tabrakan dengan Brio hingga mengenai pengendara motor. Keterangan polisi yang disampaikan Kompol Kharisma menjelaskan bahwa posisi kendaraan dan arah laju menjadi bagian dari kronologi yang sedang ditangani. Tidak ada urutan tambahan yang disebutkan di luar rangkaian tersebut.
Menurut keterangan yang sama, setelah menabrak Honda Beat, BYD kembali menabrak kendaraan lain. Mobil itu mengenai Wuling bernomor polisi B 1835 ERZ yang sedang berhenti di sisi kiri jalan. Sesudahnya, BYD naik ke trotoar. Kendaraan tersebut kemudian menabrak Honda Mobilio B 1247 WZK dan Toyota Navi B 2447 TWB, yang saat itu sedang parkir di area Hotel Amaris. Dengan demikian, urutan yang dipaparkan polisi mencakup tabrakan terhadap Brio yang melaju searah, Beat yang dikendarai HS, Wuling yang berhenti, lalu dua kendaraan yang terparkir.
Kronologi ini disampaikan berdasarkan keterangan Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, bukan sebagai penambahan urutan dari sumber lain. Rangkaian tersebut menjelaskan bagaimana mobil BYD yang bergerak dari selatan ke utara terlibat dalam beberapa benturan di Jalan Panglima Polim. Polisi mencatat kendaraan-kendaraan yang terlibat beserta kondisi posisinya sebagaimana diterangkan: Brio melaju searah, Wuling berhenti di sisi kiri, sedangkan Mobilio dan Toyota Navi parkir di Hotel Amaris. Pada bagian tengah rangkaian, pengendara Honda Beat terjatuh dan terlindas setelah motor tersebut tertabrak.
Mujiyanto menyebut S diduga kaget setelah mobil yang dikemudikannya menyenggol kendaraan di samping. Menurut keterangan tersebut, S kemudian membanting setir ke kiri. Mobil lalu oleng dan kehilangan kendali. Rangkaian itu menjadi dugaan awal mengenai bagaimana kendaraan bergerak sebelum insiden terjadi, tetapi belum dapat dipastikan sebagai penyebab kecelakaan. Keterangan awal tersebut perlu dibedakan dari hasil penyelidikan, yang masih dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh faktor-faktor yang berperan. Dengan demikian, dugaan bahwa pengemudi terkejut dan mengubah arah setir belum berarti bahwa urutan kejadian maupun penyebabnya telah dipastikan oleh pihak berwenang.
Dalam penjelasan yang sama, kendaraan disebut sempat berhenti di depan Hotel Amaris. Keterangan mengenai posisi mobil setelah kehilangan kendali itu memberi gambaran tentang lokasi kendaraan pada salah satu bagian rangkaian peristiwa. Namun, informasi tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan mengapa mobil oleng atau memastikan tindakan tertentu sebagai pemicu insiden. Penyelidik masih perlu mencocokkan keterangan yang diperoleh dengan bukti dan informasi lain terkait kejadian. Karena proses tersebut belum selesai, dugaan awal sebaiknya dipahami sebagai keterangan sementara, bukan hasil akhir pemeriksaan. Penetapan penyebab pasti bergantung pada penyelidikan yang sedang berlangsung.
Akibat kejadian itu, HS mengalami patah tulang pada kaki kiri dan luka lecet. Korban kemudian menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Fatmawati. Cedera tersebut menunjukkan dampak fisik yang dialami HS, sementara kondisi dan penanganan medisnya perlu merujuk pada informasi dari pihak terkait. Pemisahan dugaan pemicu dan kondisi korban penting agar laporan kejadian tidak mencampuradukkan keterangan sementara dengan fakta medis yang telah disampaikan. Hingga penyelidikan memberikan penjelasan lebih lengkap, informasi mengenai S yang diduga kaget, mobil yang oleng, serta kendaraan yang berhenti di depan hotel tetap perlu diberitakan secara atribusi. Sementara itu, patah tulang kaki kiri dan luka lecet menjadi kondisi yang dilaporkan dialami HS, yang mendapat perawatan di rumah sakit tersebut.
Kecelakaan yang melibatkan mobil BYD dan pengemudi ojek daring itu terjadi di Jalan Panglima Polim, kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut berlangsung pada Jumat sore, 23 Oktober. Keterangan dari pihak kepolisian disampaikan pada Sabtu. Informasi waktu dan lokasi ini menjadi konteks penting untuk memahami pemeriksaan terhadap pengemudi mobil setelah insiden tersebut, tanpa menambahkan tahun yang tidak disebutkan dalam keterangan sumber.
Kondisi di sekitar lokasi juga menyisakan sejumlah tanda yang disebutkan setelah kejadian. Di permukaan aspal terlihat bekas goresan yang diduga berasal dari kendaraan ojek daring yang jatuh. Kata “diduga” perlu dipertahankan karena keterangan yang tersedia tidak memastikan asal goresan itu secara definitif. Selain itu, serpihan kaca ditemukan di sisi kiri jalan. Keberadaan serpihan tersebut tercatat sebagai kondisi lokasi, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan bagaimana kaca itu pecah atau bagian kendaraan mana yang menjadi sumbernya.
Tanda lain berada di dekat trotoar. Satu bollard pembatas trotoar dilaporkan patah setelah mobil BYD naik ke trotoar. Rincian ini menggambarkan dampak fisik yang terlihat di area tersebut, tanpa memastikan urutan lengkap setiap gerakan kendaraan maupun posisi para pihak sebelum benturan. Karena itu, kondisi jalan sebaiknya dipahami sebagai catatan awal mengenai bekas yang ditemukan, bukan sebagai kesimpulan menyeluruh tentang penyebab kecelakaan. Gabungan informasi mengenai waktu, lokasi, goresan di aspal, serpihan kaca, dan bollard yang patah memberi gambaran terbatas mengenai keadaan tempat kejadian.
Baca juga: Kecelakaan di Panglima Polim: Hasil Pemeriksaan Pengemudi dan Penanganan Polisi | Tabrakan Beruntun di Panglima Polim, Pengemudi Ojol Alami Patah Kaki | Hasil Pemeriksaan Pengemudi BYD dan Rangkaian Tabrakan di Panglima Polim



































