Banjir Rendam Empat Gampong di Aceh Selatan, Longsor Tutup Dua Titik Jalan

oleh -133 Dilihat
oleh
Banjir Rendam Empat Gampong di Aceh Selatan, Longsor Tutup Dua Titik Jalan

Kabupaten Aceh Selatan | Hujan lebat yang mulai mengguyur Kabupaten Aceh Selatan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, memicu banjir di sejumlah wilayah. Curah hujan yang tinggi membuat air dari beberapa daerah aliran sungai meluap, kemudian mengalir hingga memasuki permukiman warga. Kondisi tersebut menyebabkan genangan meluas di empat gampong yang berada di dua kecamatan. Banjir terjadi ketika hujan masih turun, sehingga air belum surut dan situasi di kawasan terdampak tetap perlu dipantau. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana hujan berkepanjangan dapat meningkatkan debit sungai dan mendorong air ke daerah yang lebih rendah, termasuk lingkungan tempat tinggal.

Di sejumlah lokasi, ketinggian air dilaporkan mencapai sepaha orang dewasa. Genangan dengan kedalaman tersebut menutupi bagian permukaan permukiman dan membuat kondisi di kawasan terdampak berbeda-beda, bergantung pada lokasi serta aliran air di sekitarnya. Air yang berasal dari beberapa daerah aliran sungai turut memengaruhi sebaran banjir, sementara hujan lebat yang berlanjut dapat mempertahankan atau menambah genangan. Karena itu, keadaan air di empat gampong tersebut masih menjadi perhatian hingga hari berikutnya. Informasi yang tersedia menggambarkan kejadian banjir dan ketinggian genangan di beberapa titik, tanpa merinci jumlah warga terdampak maupun kerusakan.

Hingga Minggu, 25 Oktober 2026, genangan masih terjadi di wilayah yang terdampak, sedangkan hujan lebat dilaporkan masih berlangsung. Belum surutnya air menandakan bahwa kondisi belum kembali normal pada saat itu. Selama hujan terus mengguyur, aliran dari daerah hulu dapat tetap meningkat dan air sungai berpotensi meluap kembali ke permukiman. Dengan demikian, perkembangan banjir bergantung pada kondisi cuaca dan perubahan debit air di kawasan tersebut. Peristiwa ini menjadi perhatian bagi masyarakat di gampong yang terdampak, khususnya karena air masih menggenangi sejumlah lokasi setelah hujan sejak Sabtu. Empat gampong di dua kecamatan itu tetap berada dalam situasi banjir pada Minggu, dengan ketinggian di beberapa tempat mencapai sepaha orang dewasa.

Genangan banjir dilaporkan menjangkau permukiman warga di empat gampong yang tersebar di Kecamatan Kluet Utara dan Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Berdasarkan keterangan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Selatan, Mudatsir, wilayah yang terdampak meliputi Gunong Pulo dan Krueng Batee di Kluet Utara, serta Mersak dan Malaka di Kluet Tengah. Air yang meluap memasuki kawasan tempat tinggal warga di masing-masing gampong tersebut.

Di Kecamatan Kluet Utara, Gunong Pulo dan Krueng Batee menjadi dua lokasi yang terdampak. Luapan air mencapai permukiman, sehingga genangan tidak hanya berada di lahan atau kawasan sekitar, tetapi juga masuk ke area tempat warga tinggal. Sementara itu, di Kecamatan Kluet Tengah, kondisi serupa dilaporkan terjadi di Gampong Mersak dan Malaka. Dengan demikian, sebaran banjir mencakup dua kecamatan dan empat gampong.

Mudatsir menyampaikan keterangan mengenai gampong yang terdampak sekaligus kondisi ketinggian air di lokasi. Informasi tersebut menjadi dasar BPBD dalam memetakan sebaran genangan. Namun, rincian angka ketinggian air untuk setiap gampong tidak disebutkan dalam keterangan yang tersedia, sehingga kondisi tiap lokasi tidak dapat dibandingkan secara kuantitatif. Yang dipastikan, luapan air telah menjangkau permukiman warga di seluruh gampong yang disebutkan.

Pemetaan lokasi terdampak penting untuk menggambarkan cakupan kejadian dan membantu penyampaian informasi kepada masyarakat. Warga di Gunong Pulo, Krueng Batee, Mersak, dan Malaka berada di kawasan yang dilaporkan mengalami genangan. Keterangan BPBD juga memperjelas bahwa dampak banjir tidak terpusat pada satu kecamatan saja. Dua gampong berada di Kluet Utara dan dua lainnya berada di Kluet Tengah, dengan air meluap ke permukiman pada keempat lokasi tersebut. Rincian ini memberi gambaran geografis mengenai sebaran banjir, tanpa menambahkan ukuran genangan yang belum dipaparkan oleh pihak berwenang.

Gangguan akses jalan akibat banjir dan longsor dilaporkan pada dua ruas yang berbeda di Aceh Selatan. Pembedaan lokasi ini penting agar kondisi lalu lintas di jalan nasional tidak tertukar dengan penanganan longsor di jalur lain. Banjir menggenangi sebagian jalan nasional yang menghubungkan Tapaktuan dan Subulussalam. Meski permukaan jalan terdampak genangan, arus kendaraan di ruas tersebut masih berjalan lancar berdasarkan laporan yang disampaikan.

Dengan demikian, genangan di jalan nasional belum dilaporkan menyebabkan jalur penghubung itu terputus atau menghentikan perjalanan. Pengendara tetap melintas, tetapi kondisi jalan yang tergenang dapat menuntut kehati-hatian, terutama saat melewati bagian dengan genangan. Informasi yang tersedia tidak menyebutkan adanya penutupan jalan nasional maupun pengalihan arus di lokasi tersebut. Situasi ini berbeda dari gangguan akibat material longsor yang ditemukan pada rute lainnya.

Longsor terjadi di dua titik pada jalan lintas Gunung Manggamat menuju Kotafajar, Kecamatan Kluet Selatan. Material berupa lumpur menutupi badan jalan dan menghambat akses di ruas tersebut. Lokasi longsor ini tidak berada pada jalan nasional Tapaktuan–Subulussalam yang tergenang banjir. Kedua kejadian sama-sama berdampak pada perjalanan darat, tetapi terjadi pada jalur yang berbeda dan memerlukan penanganan tersendiri.

Untuk membersihkan material yang menutup jalan lintas Gunung Manggamat–Kotafajar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Kendaraan tersebut digunakan dalam upaya membersihkan lumpur agar akses dapat kembali dilalui. Pengerahan armada ini merupakan bagian dari respons terhadap hambatan di dua titik longsor, bukan penanganan genangan pada jalan nasional. Laporan yang ada tidak merinci durasi pembersihan, tingkat kerusakan jalan, ataupun waktu pemulihan akses. Karena itu, pengguna jalan perlu membedakan informasi kondisi kedua ruas: jalur nasional Tapaktuan–Subulussalam tetap dilalui kendaraan meskipun tergenang, sedangkan jalur lintas menuju Kotafajar terdampak longsor dan sedang ditangani BPBD. Pemisahan informasi tersebut membantu warga dan pengendara memahami lokasi gangguan secara tepat serta menghindari anggapan bahwa longsor menutup jalan nasional.BPBD terus melakukan asesmen dan pemantauan di lokasi banjir untuk mengetahui kondisi wilayah yang terdampak. Langkah ini diperlukan agar petugas dapat memperoleh gambaran mengenai situasi di lapangan seiring dampak banjir yang merendam empat gampong. Pemantauan juga membantu mengikuti perubahan kondisi di kawasan terdampak, terutama ketika cuaca masih berpotensi memengaruhi keadaan. Warga diimbau mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang selama kondisi banjir masih menjadi perhatian.

Mudatsir meminta masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya apabila hujan berintensitas tinggi kembali turun. Hujan lebat dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir susulan maupun kondisi lain yang membahayakan warga. Karena itu, masyarakat diharapkan memperhatikan keadaan lingkungan sekitar dan tidak mengabaikan tanda-tanda perubahan kondisi. Kewaspadaan perlu dijaga selama hujan berlangsung serta setelahnya, sambil tetap mengikuti perkembangan informasi dari BPBD dan pihak terkait.

Jika banjir susulan terjadi dan mulai mengancam keselamatan, warga diimbau segera menyelamatkan diri dan menuju tempat yang aman. Imbauan tersebut menekankan pentingnya mendahulukan keselamatan, tanpa menunggu keadaan semakin memburuk. Masyarakat di kawasan berisiko juga diminta bersiap menghadapi kemungkinan perubahan situasi, terutama ketika curah hujan meningkat. BPBD masih memantau wilayah terdampak dan melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi di lapangan. Warga diharapkan tetap memperhatikan perkembangan banjir, serta segera bertindak apabila keselamatan mereka terancam.

Baca juga: Banjir Rendam Jalan Mayor Oking, Pengendara Motor Terdampak | Longsor Tutup Jalur Tapak–Sukowidi, Pembersihan Terkendala Timbunan Batu dan Tanah | Longsor Tutup Penghubung Tapak–Sukowidi, Evakuasi Perlu Alat Berat