Jakarta | Yayasan Sayap Ibu Banten (YSIB) mengapresiasi kolaborasi MNC Peduli dan Dulux yang menghadirkan mural di area kolam renang terapi. Kehadiran karya visual berwarna-warni tersebut menjadi upaya untuk membuat lingkungan terapi terasa lebih bersahabat bagi anak-anak penyandang disabilitas. Bagi YSIB, suasana ruang turut menjadi bagian penting dari pengalaman anak saat mengikuti kegiatan, termasuk ketika mereka berada di kolam untuk menjalani terapi. Mural ini diharapkan menambah kesan ceria, nyaman, dan menyenangkan pada area tersebut, sehingga anak dapat merasakan lingkungan yang lebih ramah.
Kolaborasi ini menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan anak tidak hanya melalui kegiatan terapi, tetapi juga dengan menghadirkan suasana yang mendukung. Area kolam renang terapi merupakan tempat anak mengikuti aktivitas yang menjadi bagian dari pendampingan mereka. Dengan adanya mural, ruang itu memperoleh sentuhan visual yang diharapkan membantu menciptakan suasana berbeda dan lebih menyenangkan. YSIB menyambut baik dukungan MNC Peduli dan Dulux karena dapat memberi nilai tambah pada lingkungan yang digunakan anak-anak. Apresiasi tersebut juga mencerminkan pentingnya kepedulian bersama dalam mendukung kenyamanan anak penyandang disabilitas di tempat mereka beraktivitas.
Suasana yang nyaman dapat membantu anak merasa lebih tenang dan betah selama berada di area terapi. Karena itu, kehadiran mural diharapkan bukan sekadar memperindah ruang, tetapi juga membuat pengalaman anak terasa lebih positif. Warna-warna yang hadir memberi suasana ceria, sementara lingkungan yang lebih bersahabat dapat mendukung anak dan orang-orang yang mendampingi mereka. Upaya ini menjadi contoh bahwa perhatian terhadap fasilitas dapat ikut memperhatikan aspek kenyamanan dan pengalaman sehari-hari. YSIB berharap kolaborasi tersebut membawa manfaat bagi anak-anak yang menggunakan kolam renang terapi, sekaligus menguatkan dukungan terhadap lingkungan yang inklusif, nyaman, dan menyenangkan bagi mereka.
Ketua YSIB, Muhammad Edwin Arifandi, menilai lingkungan yang ramah merupakan bagian penting dalam mendukung kenyamanan anak-anak disabilitas selama menjalani terapi. Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan anak tidak cukup hanya diwujudkan melalui penyediaan layanan dan fasilitas yang memadai. Suasana di sekitar mereka juga perlu dirancang agar terasa bersahabat, sehingga anak dapat menjalani kegiatan terapi dengan lebih nyaman. Lingkungan yang mendukung dapat membantu anak merasa diterima dan lebih tenang ketika berada di tempat terapi.
Edwin menyampaikan bahwa pengalaman anak selama menjalani terapi turut dipengaruhi oleh suasana yang mereka rasakan. Karena itu, ruang terapi sebaiknya tidak hanya berfungsi secara praktis, tetapi juga memberi kesan menyenangkan. Rasa nyaman, semangat, dan kebahagiaan merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung. Suasana yang lebih ceria dapat menjadi bagian dari upaya membuat anak merasa betah, sekaligus membantu mereka menghadapi kegiatan terapi dengan perasaan yang lebih positif. Hal tersebut melengkapi keberadaan fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang proses terapi.
Dalam keterangan yang disampaikan saat diwawancarai pada Kamis (29/10/2026), Edwin juga menyampaikan apresiasi kepada MNC Peduli dan Dulux. Ia mengapresiasi perhatian serta dukungan yang diberikan untuk menghadirkan suasana yang lebih ramah bagi anak-anak disabilitas. Upaya memperhatikan lingkungan tempat terapi dinilai bermakna karena kenyamanan anak perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam penyediaan fasilitas. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan ruang yang bukan hanya layak digunakan, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi anak dan mendukung mereka selama mengikuti terapi.
Mural di ruang terapi YSIB menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan lingkungan yang lebih mendukung kebutuhan anak-anak disabilitas. Kehadiran karya visual ini melengkapi fungsi ruang terapi sebagai tempat anak mengikuti berbagai kegiatan dan memperoleh pendampingan. Ruang tidak hanya dipandang dari sisi kegunaan, tetapi juga dari suasana yang dapat dirasakan ketika anak dan pendamping berada di dalamnya. Dengan menambahkan elemen visual pada dinding, YSIB berupaya membangun ruang yang terasa lebih bersahabat, tanpa mengubah tujuan utama layanan terapi.
Dalam sebuah ruang, warna dan gambar dapat menjadi bagian dari pengalaman sehari-hari penggunanya. Mural menghadirkan unsur visual yang membuat dinding ruang terapi tidak tampil kosong dan monoton. Pilihan ini merupakan langkah sederhana dalam menata lingkungan agar lebih menarik dan menyenangkan untuk dipandang. Bagi anak-anak yang datang untuk mengikuti kegiatan, suasana ruang yang diperhatikan dengan baik dapat menjadi bagian dari penyambutan mereka. Meski demikian, keberadaan mural tidak perlu dimaknai sebagai bentuk terapi atau sebagai sesuatu yang secara langsung menghasilkan perubahan tertentu pada kondisi anak.
Upaya menciptakan suasana yang lebih mendukung juga mencakup perhatian terhadap kenyamanan dan kebutuhan beragam anak yang menggunakan ruang tersebut. Mural dapat menjadi salah satu unsur dalam penataan ruang, berdampingan dengan fasilitas, tata letak, serta pendampingan yang diberikan oleh YSIB. Harapannya, ruang terapi dapat terasa lebih nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak maupun orang-orang yang menemani mereka. Setiap unsur visual tetap ditempatkan sebagai bagian dari lingkungan, sementara kegiatan terapi berlangsung sesuai kebutuhan dan pendekatan yang diterapkan oleh para pendamping. Dengan demikian, mural menunjukkan perhatian YSIB terhadap suasana ruang sekaligus melengkapi fungsi ruang terapi sebagai tempat yang ramah dan mendukung aktivitas anak-anak disabilitas.
Kolaborasi MNC Peduli, Dulux, dan Yayasan Semesta Ibu Bijak (YSIB) tidak hanya berfokus pada kehadiran mural di kolam terapi. Rangkaian kegiatan tersebut juga mencakup edukasi dini mengenai pencegahan risiko disabilitas. Dengan demikian, perhatian terhadap lingkungan yang lebih bersahabat bagi anak disabilitas berjalan berdampingan dengan upaya meningkatkan pemahaman tentang pencegahan risiko sejak awal.
Edukasi dini menjadi bagian penting karena pembahasan mengenai risiko disabilitas dapat membantu masyarakat memberi perhatian lebih terhadap kesehatan dan tumbuh kembang. Kegiatan ini melibatkan 37 warga usia produktif serta 37 penyuluh kesehatan. Keterlibatan kedua kelompok tersebut menunjukkan bahwa edukasi tidak hanya ditujukan kepada warga, tetapi juga mencakup para penyuluh kesehatan yang berperan dalam kegiatan di masyarakat.
Jumlah peserta yang tercatat mencerminkan adanya partisipasi dari warga dan penyuluh kesehatan dalam rangkaian kegiatan bersama tersebut. Namun, informasi mengenai kegiatan ini terbatas pada tujuan edukasi dini tentang pencegahan risiko disabilitas dan jumlah pesertanya. Karena itu, tidak perlu menyimpulkan metode yang digunakan ataupun dampak yang dihasilkan. Yang dapat ditegaskan, kolaborasi MNC Peduli, Dulux, dan YSIB menghadirkan pendekatan yang melampaui pembaruan suasana kolam terapi: kegiatan tersebut juga memasukkan edukasi dini sebagai bagian dari kepedulian terhadap isu disabilitas.
Baca juga: Perluasan Vaksin HPV Gratis bagi Anak Laki-Laki Menjangkau Enam Provinsi pada 2027



































