Kecelakaan Mi-17 di Seruyan Saat Misi Karhutla, Tiga Prajurit TNI AD Gugur

oleh
oleh
Kecelakaan Heli MI-17V5 Saat Misi Karhutla di Seruyan

Kabupaten Seruyan | Helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat mengalami kecelakaan di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.18 WIB. Saat kejadian, helikopter tersebut tengah menjalankan tugas dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Peristiwa itu terjadi ketika awak helikopter mengambil air laut untuk mendukung pemadaman menggunakan metode water bombing.

Dalam operasi water bombing, helikopter membawa air untuk dijatuhkan ke area yang terdampak kebakaran atau berisiko terbakar. Pengambilan air merupakan bagian penting dari rangkaian dukungan udara bagi upaya pemadaman karhutla, terutama ketika petugas perlu menjangkau lokasi dari udara. Pada misi di sekitar Taman Nasional Tanjung Puting tersebut, Mi-17V5 bertugas mendukung operasi pemadaman sebelum mengalami kecelakaan di wilayah Seruyan.

Informasi mengenai lokasi, waktu, dan kegiatan helikopter menjelaskan konteks misi yang sedang berlangsung saat kecelakaan terjadi. Namun, rincian tersebut belum dapat digunakan untuk menetapkan penyebab peristiwa. Faktor yang berkaitan dengan kecelakaan masih harus dipastikan melalui proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Karena itu, penyebabnya tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan keterangan bahwa helikopter sedang mengambil air laut atau menjalankan misi pemadaman.

Kecelakaan ini juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi karhutla, yang melibatkan dukungan personel dan sarana udara untuk membantu upaya di lapangan. Tugas pengambilan air dan penjatuhannya merupakan bagian dari dukungan tersebut, tetapi setiap detail mengenai situasi penerbangan, kondisi helikopter, serta rangkaian kejadian perlu merujuk pada hasil pemeriksaan resmi. Informasi yang telah disampaikan sejauh ini menempatkan kecelakaan dalam konteks misi penanggulangan kebakaran, tanpa memberikan dasar untuk memastikan faktor penyebabnya. Perkembangan selanjutnya bergantung pada keterangan dan hasil penyelidikan pihak terkait.

Mi-17V5 yang bertugas dalam misi penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Seruyan lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB. Helikopter tersebut dijadwalkan menuju Telaga Pulang sebagai bagian dari kegiatan operasi. Rute penerbangan itu menghubungkan titik keberangkatan dengan kawasan yang menjadi tujuan misi, sebelum kecelakaan terjadi. Informasi mengenai waktu keberangkatan dan tujuan penerbangan membantu menggambarkan urutan kegiatan pada hari insiden, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan penyebab kecelakaan. Penyelidikan dan keterangan resmi tetap diperlukan untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.

Setelah insiden diketahui, TNI AD bersama tim gabungan segera mengerahkan upaya penyelamatan. Operasi tersebut diarahkan untuk menjangkau lokasi kejadian dan mengevakuasi kru secepat mungkin. Kondisi wilayah serta kebutuhan untuk mempercepat penanganan membuat evakuasi ditempuh melalui dua jalur, yakni udara dan laut. Penggunaan kedua jalur memungkinkan tim menyesuaikan pergerakan dengan keadaan di lapangan dan mengupayakan akses menuju lokasi dari berbagai arah. Dalam operasi darurat seperti ini, koordinasi antarpihak menjadi bagian penting agar pencarian, pertolongan, dan pemindahan kru dapat berlangsung secara tertib.

TNI AD menyatakan bahwa prioritas utama dalam penanganan pascakecelakaan adalah mengevakuasi seluruh kru. Personel yang berhasil diselamatkan juga perlu segera memperoleh pemeriksaan dan perawatan medis secara maksimal sesuai kondisi masing-masing. Fokus tersebut menempatkan keselamatan korban dan kecepatan akses layanan kesehatan sebagai kebutuhan mendesak, tanpa mengabaikan proses penanganan di lokasi. Evakuasi melalui jalur udara dan laut dilakukan untuk mendukung tujuan itu, sementara tim gabungan menjalankan tugas sesuai kebutuhan operasi. Langkah penyelamatan berlangsung setelah helikopter yang berangkat dari Kuala Pembuang menuju Telaga Pulang mengalami kecelakaan saat menjalankan misi karhutla. Rincian mengenai kondisi setiap kru perlu merujuk pada pembaruan resmi dari pihak berwenang, sehingga informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan tidak melampaui keterangan yang tersedia.

Dalam kecelakaan helikopter Mi-17 di Seruyan saat menjalankan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tiga prajurit TNI Angkatan Darat dinyatakan gugur. Mereka adalah Letkol Cpn (Anum) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anum) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anum) Heri Prasetyo. Nama-nama tersebut disampaikan sebagai prajurit yang menjadi korban dalam insiden itu.

Kepala Penerangan Kodam XXII Tambun Bungai, Kolonel Arh Dodo Sahata Manullang, mengonfirmasi terjadinya kecelakaan pada Rabu (4/11/2026). Konfirmasi dari pejabat penerangan tersebut menjadi keterangan resmi mengenai insiden helikopter yang berkaitan dengan misi karhutla di wilayah Seruyan. Informasi yang tersedia menyebut ketiga prajurit tersebut gugur, tetapi tidak memuat rincian lebih lanjut tentang keadaan mereka maupun identitas kru lainnya.

Penyebutan nama dan pangkat para prajurit memberikan kejelasan mengenai personel TNI AD yang kehilangan nyawa dalam peristiwa tersebut. Ketiganya tercatat sebagai Letkol Cpn (Anum) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anum) Nurhafiz Akbar, serta Sertu (Anum) Heri Prasetyo. Keterangan ini perlu disampaikan sesuai informasi yang telah dikonfirmasi, tanpa menambahkan dugaan mengenai penyebab kecelakaan atau kondisi pihak lain di dalam helikopter.

Insiden itu terjadi ketika helikopter Mi-17 digunakan dalam misi terkait karhutla di Seruyan. Namun, keterangan mengenai misi dan konfirmasi kecelakaan tidak dengan sendirinya menjelaskan bagaimana peristiwa berlangsung. Karena itu, informasi tentang ketiga prajurit yang gugur dan pernyataan Kolonel Arh Dodo Sahata Manullang menjadi pokok fakta yang dapat disampaikan berdasarkan bahan yang tersedia. Pembaruan mengenai aspek lain perlu menunggu keterangan resmi tambahan dari pihak berwenang agar pemberitaan tetap akurat dan tidak mengaburkan informasi yang telah dipastikan.

Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan helikopter Mi-17 di Seruyan saat menjalankan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan. Pernyataan duka tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi Lanumad Ahmad Yani pada Kamis (5/11/2026). Unggahan itu menjadi bentuk perhatian dan dukungan bagi para prajurit yang terdampak dalam insiden tersebut, termasuk keluarga yang kini menghadapi kehilangan maupun menunggu kabar pemulihan korban selamat.

Dalam pesannya, keluarga besar Lanumad Ahmad Yani menyampaikan doa bagi para prajurit TNI AD yang meninggal dunia. Mereka juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini. Selain menyampaikan penghormatan kepada para korban, Lanumad mendoakan agar prajurit yang selamat segera pulih. Pesan tersebut mencerminkan solidaritas antarpersonel TNI AD di tengah duka atas kecelakaan yang terjadi dalam tugas kemanusiaan dan penanggulangan karhutla.

Hingga informasi ini disampaikan, penyebab pasti kecelakaan belum diketahui dan masih dalam penyelidikan. Karena itu, belum ada kesimpulan resmi mengenai faktor yang menyebabkan helikopter mengalami insiden. Proses pemeriksaan diperlukan untuk mengumpulkan keterangan dan memastikan rangkaian kejadian secara menyeluruh. Hasil penyelidikan nantinya diharapkan dapat menjelaskan penyebab kecelakaan berdasarkan fakta, sekaligus menjadi dasar bagi langkah penanganan lebih lanjut. Informasi mengenai perkembangan pemeriksaan perlu menunggu keterangan dari pihak berwenang.

Dodo dan Pangdam XXII Tambun Bungai Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin juga sedang menuju lokasi kejadian dari Kota Palangka Raya. Perjalanan menuju lokasi diperkirakan memakan waktu sekitar 10 jam. Kehadiran mereka diharapkan mendukung koordinasi penanganan di lapangan serta memberi kesempatan untuk memperoleh informasi langsung mengenai kondisi terkini. Perkiraan waktu tempuh tersebut menunjukkan jarak perjalanan yang perlu dilalui dari Palangka Raya menuju kawasan kejadian. Sementara itu, perhatian tetap tertuju pada proses penanganan korban, keadaan prajurit yang selamat, dan hasil penyelidikan penyebab kecelakaan.

Baca juga: Helikopter Mi-17V5 Alami Kecelakaan Saat Misi Pemadaman Karhutla di Seruyan | Misi Pemadaman Karhutla Berakhir dengan Kecelakaan Helikopter TNI AD di Seruyan | Kecelakaan Mi-17V5 Saat Misi Karhutla di Seruyan, Satu Kru Meninggal

465 kunjungan