Jakarta | Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan bahwa keputusan membatalkan pertandingan tandang Timnas Indonesia melawan Yordania diambil dengan mempertimbangkan keselamatan para pemain. Menurutnya, aspek keamanan harus menjadi prioritas ketika tim nasional menjalani perjalanan dan pertandingan di luar negeri. Karena itu, rencana laga tersebut tidak dapat dipaksakan apabila situasi dinilai berisiko atau belum memberikan kepastian yang memadai bagi seluruh rombongan. Keputusan ini, ujar Erick, bukan semata-mata persoalan teknis penyelenggaraan pertandingan, melainkan langkah untuk melindungi pemain dan menjaga kondisi tim.
Erick juga menyinggung keadaan di kawasan Timur Tengah yang menurut penilaiannya tidak mudah. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting bagi PSSI dalam mengevaluasi agenda pertandingan di wilayah itu. Penilaian terhadap situasi keamanan tidak hanya berkaitan dengan lokasi pertandingan, tetapi juga perjalanan, persiapan, serta kenyamanan dan perlindungan para pemain selama berada di sana. Dalam mengambil keputusan, federasi perlu mencermati perkembangan situasi dan memastikan bahwa kepentingan tim nasional tidak dikalahkan oleh target untuk tetap menjalankan jadwal. Keselamatan, kata Erick, perlu ditempatkan di atas kepentingan lain.
Keterangan mengenai pembatalan laga itu disampaikan Erick di Jakarta pada Kamis, 5 November. Ia menyampaikan alasan tersebut sebagai penjelasan atas tidak terlaksananya pertandingan tandang melawan Yordania, sekaligus menegaskan pertimbangan yang mendasari langkah PSSI. Dengan demikian, keputusan itu berangkat dari evaluasi terhadap keadaan yang dihadapi, bukan dari keinginan untuk menghindari pertandingan. PSSI perlu memastikan para pemain dapat menjalani agenda internasional dalam lingkungan yang aman sebelum menyetujui keberangkatan dan pelaksanaan laga. Penjelasan Erick menegaskan bahwa perlindungan terhadap skuad menjadi landasan utama dalam menentukan apakah pertandingan dapat berlangsung. Bagi federasi, menjaga pemain tetap aman merupakan tanggung jawab yang tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun prestasi Timnas Indonesia. Dalam keadaan yang belum mudah dipastikan, kehati-hatian dipandang sebagai pilihan yang paling bertanggung jawab bagi tim dan semua pihak yang terlibat.Pertandingan tim nasional Yordania dan Indonesia yang semula dijadwalkan berlangsung di Amman pada 13 November resmi dibatalkan. Kabar tersebut diumumkan pada Kamis, 5 November, oleh asosiasi sepak bola negara Asia Barat itu. Dalam pengumumannya, asosiasi menyebut pembatalan dilakukan atas permintaan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Dengan demikian, laga yang sebelumnya telah masuk dalam jadwal kedua tim tidak akan berlangsung sesuai rencana awal.
Informasi yang disampaikan asosiasi sepak bola Yordania itu menjadi keterangan resmi mengenai perubahan agenda pertandingan. Pengumuman tersebut menjelaskan pihak yang meminta pembatalan, yaitu PSSI, serta menyebut bahwa keputusan itu berkaitan dengan laga melawan Indonesia. Namun, keterangan yang tersedia tidak merinci alasan lain di balik permintaan tersebut. Karena itu, pembatalan ini dapat dipastikan berdasarkan pernyataan asosiasi, sedangkan rincian tambahan yang tidak tercantum dalam pengumuman tidak dapat diperlakukan sebagai keterangan resmi.
Semula, pertemuan kedua tim direncanakan digelar di Amman pada 13 November. Setelah pembatalan diumumkan pada 5 November, pertandingan tersebut tidak lagi berlangsung pada tanggal dan lokasi yang telah direncanakan. Pengumuman itu tidak memuat informasi lebih lanjut mengenai jadwal pengganti, kemungkinan penentuan tanggal baru, ataupun agenda lanjutan kedua tim terkait laga ini. Dengan demikian, hal yang dapat dipastikan dari informasi resmi tersebut adalah status pertandingan yang batal, jadwal awalnya, serta bahwa keputusan pembatalan dilakukan atas permintaan PSSI.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir belum mengumumkan pertandingan pengganti setelah rencana Timnas Indonesia menghadapi Yordania pada FIFA Matchday November 2026 dibatalkan. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai calon lawan maupun format laga yang akan dimainkan skuad Garuda pada periode tersebut. Keputusan untuk tidak melanjutkan pertandingan melawan Yordania didasarkan pada pertimbangan keselamatan pemain, sementara penyusunan agenda berikutnya masih menunggu pembahasan lebih lanjut.
Erick menyerahkan pembahasan mengenai opsi alternatif kepada Badan Tim Nasional (BTN) dan pelatih kepala John Herdman. Keduanya perlu menelaah kemungkinan yang tersedia sebelum PSSI menetapkan langkah berikutnya. Pembicaraan itu mencakup kebutuhan tim, kesiapan para pemain, serta kesesuaian calon pertandingan dengan agenda yang sedang disusun. Karena proses tersebut belum rampung, Erick belum menyampaikan nama negara atau tim yang berpotensi menjadi lawan Indonesia pada November.
Belum adanya pengumuman juga menunjukkan bahwa pencarian pengganti tidak bisa dilakukan tanpa mempertimbangkan situasi kalender sepak bola internasional. PSSI perlu memastikan bahwa pertandingan yang dipilih dapat terlaksana sesuai jadwal dan memberi manfaat bagi persiapan tim. Selain itu, keputusan akhir membutuhkan kesepakatan berbagai pihak, termasuk tim pelatih dan BTN. Untuk saat ini, publik masih menunggu hasil diskusi internal sebelum memperoleh informasi resmi tentang susunan agenda Timnas Indonesia.
Ketidakpastian tersebut turut dipengaruhi perubahan kalender kompetisi di kawasan Asia. Erick menjelaskan bahwa agenda November menjadi tidak menentu setelah AFC memundurkan penyelenggaraan kejuaraan Asia. Jadwal kejuaraan itu sebelumnya berkaitan dengan rencana pertandingan uji coba yang disiapkan untuk periode tersebut. Perubahan kalender membuat rencana awal perlu ditinjau kembali, sehingga PSSI harus menyesuaikan pilihan pertandingan dengan perkembangan terbaru. Dengan demikian, laga pengganti belum dapat dipastikan sebelum pembahasan bersama BTN dan Herdman menghasilkan keputusan yang matang.
Timnas Indonesia sebelumnya dijadwalkan menjalani dua pertandingan internasional pada pertengahan November, yakni menghadapi Yordania dan Kuwait. Kedua lawan tersebut dipilih untuk memberi skuad Garuda kesempatan menguji kesiapan menghadapi tim dari kawasan berbeda sekaligus menjaga ritme pertandingan. Agenda itu juga menjadi bagian dari rencana persiapan menuju Piala Asia 2027, sehingga laga-laga tersebut diproyeksikan memiliki nilai penting dalam membangun kekompakan dan mengevaluasi perkembangan tim.
Namun, perubahan rencana membuat kedua pertandingan tersebut batal digelar. Dengan demikian, Indonesia tidak jadi bertemu Yordania maupun Kuwait pada periode yang sebelumnya telah disiapkan. Pembatalan itu mengubah susunan agenda tim nasional menjelang akhir tahun dan membuat rencana uji coba yang telah diproyeksikan untuk persiapan turnamen kontinental tersebut harus disesuaikan. Kedua laga itu semula diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi pelatih dan pemain untuk mengukur kemampuan, mencoba pilihan taktik, serta memperkuat kesiapan sebelum menghadapi kompetisi besar.
Jadwal Piala Asia 2027 sendiri dipastikan bergeser dari Januari ke Desember 2027. Perubahan waktu penyelenggaraan ini turut menjadi konteks dalam penataan kalender persiapan Indonesia. Meski turnamen masih menjadi sasaran penting, perubahan jadwal dapat memengaruhi kapan program pemusatan latihan dan pertandingan persahabatan paling tepat dilaksanakan. Karena itu, batalnya agenda November tidak berarti persiapan menuju Piala Asia berhenti, tetapi rencana pertandingan perlu disusun kembali agar selaras dengan kalender terbaru dan kebutuhan skuad.
Sebelum rangkaian agenda November yang direncanakan tersebut, penampilan terakhir Timnas Indonesia berlangsung dalam FIFA ASEAN Cup pada September–Oktober 2026. Jeda setelah turnamen itu semula hendak diisi dengan pertandingan melawan Yordania dan Kuwait, sebelum perhatian berlanjut pada persiapan jangka panjang. Dengan batalnya dua laga tersebut, Indonesia perlu menunggu atau menetapkan agenda pengganti untuk menjaga kesinambungan persiapan. Rangkaian perubahan ini menunjukkan bahwa kalender tim nasional dapat bergeser mengikuti pertimbangan yang berkembang, sementara tujuan utamanya tetap memastikan skuad memiliki persiapan yang terarah menuju Piala Asia 2027.
Baca juga: PSSI Batalkan Laga Kontra Yordania, BTN dan John Herdman Siapkan Agenda Pengganti | PSSI Minta Laga Indonesia kontra Yordania Dibatalkan, Agenda November Berubah
5 kunjungan


































