Kabupaten Barito Kuala | Helikopter Super Puma bernomor registrasi VH-HGM yang disewa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilaporkan jatuh di Sungai Barito, wilayah Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada Minggu, 8 November 2026. Informasi awal mengenai kejadian tersebut diterima BNPB. Saat peristiwa berlangsung, helikopter sedang menjalankan operasi pengambilan air untuk pengeboman air, bagian dari upaya penanganan kebakaran. Insiden terjadi ketika pesawat berada di kawasan sungai dalam wilayah operasi itu. Keterangan awal ini menjadi dasar penelusuran lebih lanjut mengenai rangkaian kejadian dan kondisi penerbangan sebelum helikopter jatuh.
Operasi pengambilan air merupakan tahap penting dalam pengeboman air, yakni metode pemadaman yang menggunakan helikopter untuk membawa dan menjatuhkan air ke area yang terdampak kebakaran. Dalam tugas tersebut, pesawat biasanya mendekati sumber air agar dapat mengisi muatan sebelum melanjutkan penerbangan menuju lokasi sasaran. Namun, informasi yang tersedia pada tahap awal belum menjelaskan secara terperinci bagaimana helikopter VH-HGM jatuh ke sungai, termasuk kondisi cuaca, teknis penerbangan, maupun faktor lain yang mungkin terkait. Karena itu, penyebab insiden belum dapat dipastikan dan memerlukan pemeriksaan serta keterangan resmi dari pihak berwenang.
Lokasi kejadian berada di Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, di kawasan Sungai Barito. BNPB menerima laporan awal mengenai peristiwa tersebut, sementara informasi mengenai keadaan kru juga menjadi perhatian dalam penanganan setelah kejadian. Tiga kru dilaporkan selamat. Fakta tersebut memberi kejelasan awal tentang dampak langsung insiden terhadap personel di dalam helikopter, tetapi belum menerangkan kondisi pesawat ataupun langkah lanjutan yang dilakukan setelah kecelakaan. Perkembangan berikutnya perlu merujuk pada pembaruan resmi agar keterangan mengenai operasi, proses penanganan, dan penyebab jatuhnya helikopter dapat dipahami secara utuh. Dengan demikian, laporan awal membatasi informasi pada waktu, lokasi, tugas pesawat, dan keselamatan kru.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan urutan kejadian helikopter water bombing sewaan BNPB yang jatuh di Sungai Barito. Berdasarkan keterangannya, laporan mengenai kecelakaan tersebut diterima untuk kejadian yang berlangsung sekitar pukul 11.58 WITA. Sebelum jatuh, helikopter itu sedang menjalankan kegiatan pengambilan air dari sungai dengan menggunakan perangkat Bambi Bucket. Keterangan tersebut menempatkan proses pengambilan air sebagai tahap awal dalam rangkaian peristiwa yang dilaporkan.
Setelah mengambil air, helikopter melakukan manuver. Dalam tahap berikutnya, helikopter dilaporkan kehilangan kendali ketika bermanuver. Kehilangan kendali itu terjadi setelah pengambilan air menggunakan Bambi Bucket, menurut penjelasan Berton. Dengan demikian, urutan yang dapat dipastikan dari keterangan BNPB adalah helikopter mengambil air dari sungai, kemudian bermanuver, lalu dilaporkan kehilangan kendali dan jatuh. Waktu kejadian yang disampaikan adalah sekitar pukul 11.58 WITA. Informasi ini menjelaskan kronologi umum tanpa merinci gerakan helikopter ataupun keadaan saat jatuh.
Keterangan yang tersedia tidak menyebutkan penyebab helikopter kehilangan kendali. Karena itu, peristiwa tersebut tidak dapat dikaitkan dengan faktor tertentu berdasarkan informasi ini saja. Tidak ada pula rincian tambahan mengenai kondisi manuver, gangguan teknis, cuaca, atau bagaimana helikopter jatuh yang dapat dipastikan dari pernyataan tersebut. Penjelasan BNPB berfokus pada urutan kegiatan sebelum kecelakaan dan waktu laporan kejadian. Dalam insiden helikopter water bombing di Sungai Barito ini, kronologi yang disampaikan Berton menjadi acuan untuk memahami bahwa kehilangan kendali dilaporkan terjadi sesudah pengambilan air dan saat helikopter sedang bermanuver.
Helikopter yang terlibat dalam kecelakaan di Sungai Barito membawa tiga orang kru penerbangan. Berdasarkan laporan awal yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ketiganya dilaporkan selamat. Informasi tersebut juga disampaikan dalam keterangan Berton. Dengan demikian, laporan awal mengenai kondisi kru menunjukkan bahwa seluruh orang di dalam helikopter berhasil selamat dari kejadian tersebut.
Ketiga kru itu disebut bernama Michael John Betteridge, Hugh Andrew John, dan Yayan. Michael John Betteridge merupakan warga negara Australia, sedangkan Hugh Andrew John adalah warga negara Selandia Baru. Kru ketiga, Yayan, tercatat sebagai warga negara Indonesia. Identitas dan kewarganegaraan mereka sebagaimana disebutkan dalam informasi awal tersebut menjadi bagian penting dari laporan mengenai para penumpang helikopter.
Meski demikian, keterangan mengenai keselamatan kru masih merujuk pada laporan awal yang diterima BNPB dan informasi yang disampaikan Berton. Karena itu, laporan tersebut menggambarkan kondisi yang diketahui pada tahap awal, bukan uraian lengkap mengenai keadaan setiap kru setelah kejadian. Tidak terdapat rincian tambahan dalam keterangan yang dirujuk mengenai apakah mereka mengalami luka, bagaimana proses evakuasi berlangsung, atau apakah mereka telah menjalani pemeriksaan medis. Informasi yang tersedia hanya menyebutkan bahwa ketiga orang itu selamat.
Perbedaan kewarganegaraan para kru juga dicatat dalam laporan: dua orang berasal dari luar Indonesia dan satu orang merupakan warga negara Indonesia. Penyebutan nama secara lengkap membantu memperjelas siapa saja yang berada di dalam helikopter, sementara atribusi kepada BNPB dan Berton menunjukkan sumber laporan kondisi mereka. Kabar bahwa seluruh kru selamat menjadi informasi utama terkait dampak langsung kecelakaan terhadap orang-orang di dalam pesawat. Perkembangan lebih lanjut mengenai kondisi mereka, bila disampaikan kemudian, perlu dibedakan dari laporan awal tersebut agar status informasi tetap jelas.
Helikopter dengan nomor seri MSN 2878 tercatat sebagai aset milik pihak swasta, bukan armada yang dimiliki langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penggunaannya dalam operasi pengeboman air berlangsung melalui skema kontrak dengan BNPB. Konteks ini penting untuk membedakan kepemilikan pesawat dari lembaga yang memanfaatkan jasanya dalam kegiatan penanganan bencana. Informasi tersebut menjelaskan hubungan operasional yang disebutkan, tanpa menyimpulkan hal lain mengenai pengelolaan maupun pengaturan penerbangannya.
Dalam operasi pengeboman air, helikopter digunakan untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran dari udara. Peran tersebut menjadikan pesawat sewaan sebagai salah satu dukungan yang dapat dikerahkan dalam misi kebencanaan, sesuai kebutuhan operasi. BNPB kerap memanfaatkan dukungan armada semacam ini untuk misi penanggulangan bencana di berbagai wilayah Indonesia. Keterangan mengenai MSN 2878 dengan demikian berada dalam konteks penggunaan jasa penerbangan swasta untuk mendukung operasi lembaga tersebut, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan pengeboman air.
Catatan perjalanan armada tersebut mencakup sejumlah kota, di antaranya Banjarmasin, Pontianak, dan Surabaya. Nama-nama kota itu menggambarkan rute penerbangan yang tercatat bagi armada dalam konteks operasionalnya. Namun, keberadaan kota-kota tersebut dalam catatan rute tidak dengan sendirinya menjelaskan lintasan penerbangan pada saat insiden di Sungai Barito. Karena itu, informasi rute perlu disampaikan secara terpisah dari keterangan mengenai kecelakaan, kecuali terdapat sumber yang secara khusus menghubungkan keduanya.
Pemisahan data kepemilikan, fungsi kontrak, dan catatan rute membantu menjaga konteks pemberitaan tetap jelas. MSN 2878 disebut milik swasta dan dikontrak BNPB untuk operasi pengeboman air; armada yang mendukung misi BNPB juga tercatat melayani rute yang meliputi Banjarmasin, Pontianak, serta Surabaya. Fakta-fakta tersebut menerangkan latar penggunaan armada dalam penanggulangan bencana, tetapi tidak cukup untuk menetapkan rincian penerbangan ketika kecelakaan terjadi. Keterangan mengenai insiden dan keselamatan kru tetap perlu merujuk pada informasi resmi yang tersedia.
70 kunjungan


































