TANGERANG, BANTEN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Posisi Richard Lee di perusahaan kecantikan Athena menjadi salah satu hal yang terungkap dalam persidangan perkara dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan. Perkara tersebut diperiksa di Pengadilan Negeri Tangerang, dengan keterangan sejumlah saksi yang dihadirkan untuk menjelaskan struktur serta hubungan para pihak di dalam perusahaan. Dalam pemeriksaan di hadapan majelis hakim, informasi mengenai status Richard Lee disampaikan sebagai bagian dari upaya memperjelas kedudukannya dalam operasional Athena.
Berdasarkan keterangan saksi dari divisi legal Athena, nama Richard Lee tidak tercatat dalam susunan manajerial perusahaan. Ia disebut tidak menduduki posisi sebagai pengurus maupun pejabat struktural yang menjalankan fungsi manajemen. Keterangan serupa juga muncul dari saksi yang berasal dari divisi keuangan. Menurut penjelasan tersebut, keterlibatan Richard Lee di Athena tercatat dalam kapasitas sebagai pemegang saham, bukan sebagai pihak yang tercantum dalam jajaran pengelola perusahaan.
Perbedaan pemegang saham dan pengurus menjadi aspek penting dalam pemeriksaan perkara ini. Pemegang saham memiliki kepentingan kepemilikan terhadap perusahaan, sedangkan pengurus atau pejabat struktural menjalankan tugas pengelolaan sesuai kewenangan yang diberikan dalam struktur organisasi. Karena itu, kesaksian dari bagian legal dan keuangan dinilai memberikan gambaran mengenai batas peran Richard Lee di Athena. Keterangan tersebut dicatat dalam persidangan dan menjadi pokok penting bagi majelis hakim dalam menilai hubungan Richard Lee dengan perusahaan serta relevansinya terhadap perkara yang sedang berjalan. Fakta mengenai tidak tercantumnya Richard Lee dalam susunan manajerial disampaikan sebagai keterangan saksi, sehingga penilaiannya tetap menjadi bagian dari keseluruhan proses pemeriksaan di pengadilan.
Dalam persidangan, staf legal Athena bernama Ali memberikan keterangan mengenai perubahan struktur kepengurusan perusahaan. Ia menjelaskan bahwa Richard Lee tidak lagi tercantum dalam susunan pengurus sejak David Lee Thomson memegang kendali atas perusahaan pada awal 2022. Keterangan tersebut menempatkan perubahan posisi Richard Lee dalam konteks pergantian pengelolaan, bukan sekadar perubahan administratif biasa.
Menurut Ali, David Lee Thomson menjabat sebagai presiden direktur setelah mengambil alih kendali perusahaan. Dengan posisi tersebut, David disebut memiliki kewenangan untuk menjalankan pengelolaan dan mengambil keputusan terkait operasional Athena. Sejak saat itu, nama Richard Lee disebut tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan yang berlaku.
Ali juga menerangkan bahwa kewenangan David Lee Thomson pada dasarnya telah dijalankan sebelum tahun 2022. Artinya, pelaksanaan kendali atas perusahaan sudah berlangsung terlebih dahulu, meskipun proses pencatatan dan pengesahan secara resmi belum diselesaikan pada waktu yang sama. Perbedaan tindakan pengelolaan dan penyelesaian dokumen menjadi bagian penting dari keterangan tersebut.
Pengesahan administratif mengenai perubahan kepengurusan baru diselesaikan pada 2022. Karena itu, tahun tersebut menjadi penanda formal dalam dokumen perusahaan, sementara kewenangan David telah berjalan sebelumnya. Penjelasan Ali mempertahankan dua hal yang berbeda: kendali faktual yang sudah dilakukan dan pengakuan administratif yang kemudian dituangkan melalui pencatatan serta pengesahan dokumen. Berdasarkan keterangan itu, posisi Richard Lee dinilai telah berakhir dalam struktur kepengurusan ketika David Lee Thomson mulai memegang kendali, sedangkan status David sebagai presiden direktur memperoleh pengesahan formal pada tahun 2022.
Dalam persidangan, posisi David Lee Thomson disebut sebagai pimpinan tertinggi dalam struktur perusahaan kecantikan Athena. Keterangan Ali menempatkan David Lee sebagai pihak yang memegang kewenangan utama atas berbagai keputusan perusahaan. Peran tersebut mencakup pemberian persetujuan, penentuan kebijakan, serta pengendalian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan operasional perusahaan.
Menurut kesaksian Ali, keputusan yang menyangkut jalannya perusahaan tidak dapat ditetapkan secara terpisah dari David Lee. Setiap kebijakan atau tindakan penting perlu berada dalam pengetahuan dan persetujuannya sebagai presiden direktur. Dengan kedudukan itu, David Lee menjadi pusat pengambilan keputusan dalam struktur perusahaan Athena, termasuk ketika perusahaan harus menentukan arah kerja dan pelaksanaan kegiatan operasional.
Keterangan tersebut juga menjelaskan posisi Richard Lee dalam struktur perusahaan. Richard disebut tidak memiliki jabatan pada struktur pusat Athena. Karena itu, ia tidak ditempatkan sebagai pihak yang mempunyai kewenangan formal untuk memberikan perintah kerja secara langsung kepada karyawan perusahaan. Arahan yang disampaikan Richard, apabila berkaitan dengan pekerjaan atau operasional Athena, tidak berdiri sebagai keputusan perusahaan tanpa melalui mekanisme kewenangan yang berlaku.
Ali menerangkan bahwa instruksi terkait pekerjaan karyawan tetap harus melalui David Lee atau memperoleh persetujuannya terlebih dahulu. Dengan demikian, hubungan arahan kerja dan kewenangan perusahaan tetap dikaitkan dengan posisi presiden direktur. Keterangan ini menggambarkan bahwa pelaksanaan operasional Athena mengikuti rantai persetujuan yang berpusat pada David Lee, bukan pada Richard Lee.
Dalam konteks kesaksian tersebut, jabatan dan kewenangan menjadi pembeda pihak yang terlibat dalam aktivitas perusahaan dan pihak yang memegang keputusan formal. Richard Lee disebut tidak berada dalam struktur pusat yang memiliki kewenangan tersebut, sedangkan David Lee menjalankan fungsi sebagai pimpinan tertinggi. Uraian mengenai struktur ini didasarkan pada keterangan Ali di persidangan, tanpa memperluasnya pada penilaian lain di luar peran dan kewenangan yang diterangkan.
Keterangan saksi dalam persidangan diperkuat dengan bukti visual berupa gulungan kertas berukuran besar. Ali membawa dokumen tersebut ke ruang sidang untuk memperlihatkan bagan resmi susunan kepengurusan perusahaan Athena. Bagan itu digunakan sebagai penjelasan mengenai struktur organisasi dan posisi setiap pihak di dalam perusahaan. Berdasarkan bagan yang ditunjukkan, nama maupun posisi dokter Richard Lee tidak tercantum dalam susunan kepengurusan tersebut.
Dokumen itu menjadi penegasan atas uraian saksi mengenai hubungan kewenangan di lingkungan Athena. Dengan adanya bagan organisasi, keterangan mengenai siapa saja yang tercatat dalam struktur perusahaan dapat diperlihatkan secara langsung di hadapan majelis persidangan. Ali menyampaikan bagan tersebut sebagai bagian dari penjelasan yang berkaitan dengan susunan resmi perusahaan, bukan sebagai uraian terpisah dari keterangan yang diberikan saksi.
Di ruang sidang, Richard Lee sempat meminta penegasan mengenai kedudukannya terhadap staf Athena. Ia menanyakan apakah dirinya memang tidak memiliki kewenangan untuk memberikan perintah kepada staf perusahaan tersebut. Saksi kemudian membenarkan bahwa Richard Lee tidak berhak memerintah divisi mana pun di Athena.
Penegasan itu juga mencakup bagian yang menangani kas serta tim HRD. Menurut keterangan saksi, Richard Lee tidak memiliki kewenangan terhadap bagian kas maupun tim HRD yang menyusun draf kontrak kerja sama. Dengan demikian, bagan organisasi yang dibawa Ali dan jawaban saksi di persidangan sama-sama menunjukkan bahwa nama serta posisi Richard Lee tidak tercantum dalam susunan kepengurusan, sementara kewenangan untuk memerintah divisi-divisi tersebut juga tidak berada padanya. Seluruh uraian mengenai bagan, kedudukan, dan kewenangan tersebut bersumber dari keterangan saksi dalam persidangan.







