Banjir Kembali Melumpuhkan Dua Kecamatan di Padang, Evakuasi Warga Berlangsung

oleh -80 Dilihat
oleh
Banjir Kembali Melumpuhkan Dua Kecamatan di Padang, Evakuasi Warga Berlangsung

Padang | Banjir bandang kembali menerjang sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatra Barat, setelah hujan lebat turun tanpa henti sejak Sabtu siang, 10 Oktober 2026. Intensitas hujan yang berlangsung berjam-jam membuat debit air meningkat dan menggenangi kawasan permukiman serta ruas jalan di sejumlah titik. Peristiwa ini menimbulkan gangguan serius terhadap aktivitas masyarakat, sementara proses evakuasi warga terdampak masih berlangsung di lapangan.

Laporan sementara menunjukkan Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah menjadi dua wilayah yang terdampak paling serius. Genangan dilaporkan meluas di kedua kecamatan tersebut, sehingga mobilitas warga dan akses menuju beberapa kawasan mengalami hambatan. Kondisi ini membuat petugas dan unsur terkait memusatkan perhatian pada penanganan warga yang membutuhkan pertolongan serta pemantauan wilayah yang masih diguyur hujan.

Banjir yang kembali melanda Padang menjadi perhatian karena terjadi setelah hujan deras turun secara berkelanjutan sejak Sabtu siang. Situasi di Kuranji dan Koto Tangah terus dipantau untuk mengetahui perkembangan ketinggian air dan dampaknya terhadap masyarakat. Informasi awal dari lapangan menegaskan bahwa hujan lebat merupakan faktor yang disebut dalam laporan mengenai kejadian tersebut. Pembaruan mengenai kondisi warga, wilayah terdampak, dan pelaksanaan evakuasi diharapkan terus disampaikan seiring berlangsungnya penanganan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama tim SAR, aparat keamanan, relawan, dan pihak terkait masih berupaya mengevakuasi warga yang terjebak di tengah genangan banjir. Proses penyelamatan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan wilayah yang memiliki arus cukup deras serta permukiman yang paling sulit dijangkau.

Petugas menyisir kawasan terdampak menggunakan perahu karet dan peralatan penyelamatan lainnya. Warga yang berhasil dijangkau diarahkan menuju lokasi pengungsian atau tempat yang lebih aman. Dalam pelaksanaannya, tim gabungan juga memperhatikan kelompok rentan, termasuk anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang membutuhkan bantuan khusus.

Kepala Pelaksana BPBD Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Ia menegaskan, fokus evakuasi diarahkan kepada warga yang masih terjebak di tengah genangan dan belum dapat menyelamatkan diri secara mandiri.

Menurutnya, personel di lapangan terus berkoordinasi untuk menentukan titik penjemputan dan jalur evakuasi yang paling aman. Kondisi banjir yang masih menggenangi sejumlah kawasan membuat proses tersebut membutuhkan kehati-hatian. Tim juga melakukan pemantauan terhadap perubahan ketinggian air dan kondisi cuaca untuk mengurangi risiko bagi warga maupun petugas.

Evakuasi masih berlangsung hingga malam hari. Karena operasi penyelamatan belum selesai dan petugas masih mendata warga yang telah dipindahkan, jumlah resmi korban terdampak belum tersedia. BPBD dan unsur terkait diperkirakan akan menyampaikan pembaruan setelah proses evakuasi, pendataan, serta verifikasi di lapangan dapat dilakukan secara menyeluruh.

Dampak banjir paling parah di Kecamatan Kuranji dilaporkan terjadi di kawasan Guo Lapau Munggu. Wilayah ini menjadi salah satu titik utama yang mengalami genangan dengan kondisi yang cukup mengganggu aktivitas warga. Situasi tersebut membuat penanganan dan evakuasi perlu dilakukan secara intensif, terutama bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh naiknya debit air. Keterangan mengenai Guo Lapau Munggu menempatkan kawasan ini sebagai lokasi dengan dampak paling berat di Kuranji dalam peristiwa banjir kali ini.

Sementara itu, di Kecamatan Koto Tangah, wilayah yang disebut paling terdampak berada di Lumin Park dan Kampung Apa. Kedua lokasi tersebut menjadi perhatian dalam proses penanganan karena genangan di sana dilaporkan lebih parah dibandingkan wilayah lain di kecamatan tersebut. Kondisi di Lumin Park dan Kampung Apa turut mendorong berlangsungnya upaya evakuasi warga serta pemantauan terhadap situasi di lapangan. Penanganan diarahkan untuk memastikan warga yang membutuhkan bantuan dapat segera memperoleh pertolongan.

Hendri menjelaskan bahwa banjir tidak hanya terjadi di Guo Lapau Munggu, Lumin Park, dan Kampung Apa. Sejumlah daerah lain juga mengalami dampak banjir, tetapi tingkat keparahannya tidak menyamai ketiga lokasi yang disebut sebagai titik terparah tersebut. Keterangan ini menunjukkan bahwa dampak banjir tersebar di lebih dari satu wilayah, dengan intensitas yang berbeda-beda. Karena itu, perhatian utama tetap diberikan kepada kawasan yang mengalami genangan paling berat, sembari kondisi di daerah lain terus dipantau oleh pihak terkait. Pemantauan diperlukan agar perubahan situasi dapat segera direspons tanpa memperluas penilaian mengenai tingkat kerusakan di luar informasi yang telah disampaikan.

Berdasarkan pantauan di sejumlah lokasi, debit air masih cukup tinggi dan belum sepenuhnya surut. Genangan menghambat mobilitas warga, terutama pada ruas jalan yang menjadi jalur utama penghubung antarkawasan. Kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami kesulitan melintas karena permukaan air menutup badan jalan. Arus transportasi warga pun tersendat, sementara sebagian masyarakat memilih menunggu kondisi lebih aman sebelum melanjutkan perjalanan.

Salah satu titik yang dilaporkan paling terdampak berada di Jalan By Pass, tepat di depan Rumah Sakit Siti Rahma. Ruas tersebut disebut lumpuh dan tidak dapat dilalui kendaraan karena ketinggian air terus meningkat. Kondisi ini mengganggu akses menuju fasilitas kesehatan serta memperlambat pergerakan warga yang hendak keluar dari wilayah terdampak. Petugas dan unsur terkait masih melakukan pemantauan, seiring berlangsungnya proses evakuasi di sejumlah titik.

Situasi serupa pernah terjadi di Lumin Park, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, pada akhir November 2025. Bencana saat itu menyebabkan sejumlah orang meninggal dunia dan banyak kendaraan hanyut terbawa arus. Catatan tersebut kembali menjadi perhatian karena kawasan yang sama kini menghadapi ancaman banjir dengan debit air yang masih tinggi. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya mereka yang berada di sekitar aliran air dan ruas jalan yang mulai tidak dapat dilalui.

Hingga pemantauan berlangsung, jumlah korban banjir kali ini belum dilaporkan secara resmi. Proses evakuasi warga masih berjalan, sehingga pendataan mengenai korban dan dampak kerusakan belum dapat dipastikan.