Lombok | Veda Ega Pratama menutup balapan Moto3 Grand Prix Indonesia 2026 dengan hasil positif. Pembalap Honda Team Asia itu finis di posisi keenam pada balapan yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu, 11 Oktober 2026. Penampilan tersebut menjadi perhatian khusus karena Veda tampil di hadapan publik Indonesia, sekaligus memberikan tambahan 10 poin dalam klasemen kejuaraan.
Veda mencatatkan waktu finis 32 menit 48,838 detik. Ia terpaut 12,017 detik dari Maximo Quiles yang keluar sebagai pemenang setelah menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 32 menit 36,821 detik. Selisih itu menunjukkan bahwa Veda mampu menjaga ritme kompetitif sepanjang perlombaan, meskipun harus menghadapi persaingan ketat di para pembalap Moto3.
Hasil tersebut juga menandai kemajuan Veda dibandingkan posisi awalnya. Pembalap asal Indonesia itu mengawali lomba dari posisi ketujuh, atau baris ketiga. Sepanjang balapan, ia berupaya mempertahankan konsentrasi dan memanfaatkan peluang untuk memperbaiki tempatnya di lintasan. Strategi serta konsistensinya membawa Veda naik satu tingkat hingga melewati garis finis sebagai pembalap keenam.
Finis keenam di Mandalika menjadi hasil penting bagi Veda karena diraih dalam balapan kandang dengan dukungan langsung dari penonton Indonesia. Tambahan poin dari seri ini turut memperkuat posisinya di klasemen sementara. Setelah sebelumnya berada di posisi kedelapan, Veda kini naik ke peringkat ketujuh. Pencapaian tersebut memperlihatkan perkembangan performanya bersama Honda Team Asia sekaligus menjaga peluangnya untuk terus bersaing pada seri-seri berikutnya.
Veda Ega Pratama berada di tengah persaingan ketat kelompok pembalap terdekat pada balapan di Mandalika. Ia mengamankan posisi keenam, tepat di belakang Rico Salmela yang finis di urutan kelima. Salmela menyelesaikan balapan dengan jarak 10,967 detik dari pemenang, sehingga posisi Veda menempatkannya dalam rentang persaingan yang tetap kompetitif di barisan depan.
Posisi keenam tersebut tidak diraih dengan jarak aman dari pembalap di belakangnya. Veda hanya unggul 0,300 detik atas Guido Pini, yang menuntaskan balapan di posisi ketujuh. Selisih yang sangat tipis ini menunjukkan bahwa perebutan posisi berlangsung dengan margin kecil dan menuntut konsistensi hingga balapan berakhir. Setiap perubahan kecil dalam ritme persaingan dapat memengaruhi susunan pembalap pada kelompok tersebut.
Keunggulan Veda atas Pini tetap bertahan hingga lap terakhir, tetapi jaraknya memperlihatkan betapa rapatnya persaingan di posisi keenam dan ketujuh. Dalam situasi seperti ini, hasil akhir ditentukan oleh kemampuan mempertahankan posisi sekaligus menjaga jarak dari pembalap yang terus memberikan tekanan. Veda berhasil menutup balapan di depan Pini dan mempertahankan posisi keenam, sementara Salmela tetap berada satu tingkat di atasnya dengan finis kelima. Susunan tersebut menegaskan bahwa Veda mampu bersaing di kelompok depan, meskipun perbedaannya dengan pembalap terdekat hanya terpaut sepersekian detik.
Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team menjadi pemenang balapan Moto3 di Mandalika setelah tampil konsisten sejak awal hingga garis finis. Pembalap asal Spanyol itu mengamankan kemenangan dengan keunggulan 2,994 detik atas David Almansa yang menyelesaikan lomba di posisi kedua. Brian Uriarte melengkapi podium dengan finis ketiga, terpaut 5,156 detik dari Quiles. Hasil tersebut menunjukkan keunggulan Quiles dalam mengelola ritme balapan di tengah persaingan ketat para pembalap terdepan.
Di belakang tiga pembalap teratas, Matteo Bertelle menempati posisi keempat, disusul Rico Salmela di urutan kelima. Veda Ega Pratama berhasil mengamankan posisi keenam setelah menyelesaikan balapan dengan performa solid. Guido Pini finis ketujuh, sementara Adrian Fernandez berada di posisi kedelapan. Joel Esteban kemudian menempati urutan kesembilan dan Scott Ogden melengkapi daftar sepuluh besar. Urutan tersebut mencerminkan persaingan yang cukup rapat di kelompok terdepan, dengan setiap pembalap berupaya mengamankan poin penting dari Sirkuit Internasional Mandalika.
Kemenangan di Mandalika memiliki arti lebih besar bagi Quiles karena hasil itu sekaligus memastikan dirinya menjadi juara dunia Moto3 2026. Ia kini mengoleksi 351 poin dalam klasemen pembalap, unggul 132 poin atas Almansa yang berada di posisi kedua. Dengan lima putaran tersisa, hanya 125 poin maksimal yang masih dapat diperebutkan. Perhitungan tersebut membuat perolehan Quiles tidak mungkin lagi dikejar oleh pesaing terdekatnya, sehingga gelar juara dunia telah resmi berada dalam genggamannya sebelum musim berakhir.
Gelar tersebut mempertegas dominasi Quiles sepanjang musim 2026. Selain mengumpulkan poin secara konsisten, ia juga mampu memanfaatkan momentum pada balapan penting untuk memperlebar jarak di klasemen. Bagi Almansa dan pembalap lain, lima seri terakhir tetap menjadi kesempatan untuk memperebutkan posisi akhir terbaik, meskipun persaingan gelar sudah berakhir. Sementara itu, finis keenam membantu Veda memperkuat posisinya dan turut menambah warna dalam hasil balapan Mandalika.
Hasil finis keenam di Grand Prix Mandalika memberikan tambahan 10 poin bagi Veda Ega Pratama. Dengan perolehan tersebut, total poin pembalap Indonesia itu menjadi 115 poin setelah menjalani seri kandangnya. Tambahan angka dari Mandalika turut mengubah posisi Veda dalam klasemen sementara pembalap Moto3.
Veda kini menempati peringkat ketujuh klasemen sementara. Ia naik melewati Hakim Danish dan Matteo Bertelle, yang masing-masing mengoleksi 109 poin. Selisih enam poin atas kedua pembalap tersebut membuat hasil balapan di Mandalika memiliki dampak langsung terhadap persaingan di papan tengah klasemen.
Finis keenam juga mencatatkan perbaikan posisi start bagi Veda dibandingkan posisi awalnya dalam balapan. Dari posisi tersebut, ia mampu bersaing di kelompok pembalap Moto3 dan mempertahankan tempatnya hingga melintasi garis finis. Perolehan poin itu menjadi hasil dari perjuangannya menjaga ritme dalam persaingan yang berlangsung sepanjang balapan.
Selain mengamankan enam besar, Veda juga mampu menjaga jarak tipis dari Pini sampai finis. Posisi tersebut membuatnya tetap berada di depan pembalap yang menjadi salah satu pesaing terdekatnya dalam rangkaian balapan di Mandalika. Dengan tambahan 10 poin, Veda menutup seri kandangnya dengan total 115 poin dan posisi ketujuh dalam klasemen sementara, sedangkan Hakim Danish serta Matteo Bertelle berada di belakangnya dengan 109 poin.







