Penyesuaian Jadwal CFD Sudirman-Thamrin untuk Mendukung Kunjungan Kenegaraan

oleh -70 Dilihat
oleh

Jakarta | Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengubah jadwal pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman–Jalan MH Thamrin pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kegiatan yang biasanya berlangsung hingga pukul 10.00 WIB akan berakhir satu jam lebih awal, yakni pada pukul 09.00 WIB. Penyesuaian ini dilakukan untuk mendukung kelancaran rangkaian kunjungan kenegaraan di kawasan tersebut.

Perubahan waktu tersebut berarti masyarakat yang hendak berolahraga, berjalan kaki, bersepeda, atau mengikuti aktivitas komunitas di sepanjang koridor Sudirman–Thamrin perlu menyesuaikan rencana. Ruas jalan yang sebelumnya digunakan khusus untuk kegiatan tanpa kendaraan bermotor hanya akan ditutup sampai pukul 09.00 WIB. Setelah waktu itu, pengaturan lalu lintas akan mengikuti kebutuhan operasional dan keamanan yang telah ditetapkan.

Warga yang beraktivitas di sekitar kawasan diimbau memperhatikan batas waktu baru agar tidak mengalami kendala ketika akses kendaraan mulai dipulihkan. Pengunjung juga perlu mempertimbangkan waktu perjalanan menuju lokasi, karena durasi kegiatan menjadi lebih singkat dibandingkan jadwal HBKB pada umumnya. Informasi mengenai perubahan ini penting diketahui oleh pelari, pesepeda, pedagang, pengelola kegiatan, serta masyarakat yang biasa menggunakan ruang publik tersebut pada Minggu pagi.

Dengan berakhirnya CFD pada pukul 09.00 WIB, masyarakat diharapkan mematuhi arahan petugas di lapangan dan mengikuti rekayasa lalu lintas yang diberlakukan. Penyesuaian jadwal bersifat khusus untuk pelaksanaan pada 11 Oktober 2026, sehingga warga sebaiknya tidak menyamakan waktu kegiatan tersebut dengan jadwal rutin. Dinas Perhubungan juga mengimbau pengguna jalan untuk memantau informasi resmi sebelum berangkat, termasuk kemungkinan adanya pengaturan tambahan di sekitar Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin.

Pemangkasan waktu Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Sudirman–Thamrin dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan lalu lintas selama kunjungan kenegaraan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi. Kebijakan ini tidak menghapus pelaksanaan kegiatan, melainkan mengatur kembali durasinya agar penggunaan ruang jalan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan mobilitas pada waktu yang bersamaan.

Penyesuaian jadwal tersebut diperlukan untuk membantu menjaga kelancaran arus lalu lintas selama kunjungan kenegaraan berlangsung. Dengan waktu pelaksanaan yang dipersingkat, ruas jalan yang biasanya digunakan untuk kegiatan CFD dapat kembali dimanfaatkan lebih awal oleh kendaraan. Pengaturan ini diharapkan mendukung pergerakan lalu lintas secara lebih tertib, terutama ketika terdapat kebutuhan pengelolaan arus di kawasan pusat Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal HBKB merupakan bagian dari upaya mendukung kelancaran lalu lintas selama kunjungan kenegaraan berlangsung. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perubahan waktu CFD didasarkan pada pertimbangan kelancaran transportasi dan pengaturan mobilitas, bukan perubahan permanen terhadap penyelenggaraan HBKB.

Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah berupaya menyeimbangkan kebutuhan masyarakat untuk beraktivitas di ruang publik dengan kepentingan pengelolaan lalu lintas. Masyarakat yang hendak mengikuti CFD diimbau memperhatikan jadwal yang telah disesuaikan, sehingga dapat mengatur waktu kedatangan dan kepulangan dengan baik. Pada saat yang sama, pengguna jalan perlu memahami bahwa pengaturan tersebut diberlakukan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan selama rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi berlangsung. Penyesuaian ini menjadi langkah koordinatif agar aktivitas publik dan kebutuhan lalu lintas dapat berjalan secara teratur sesuai situasi yang berlaku.

Perubahan jadwal Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Sudirman-Thamrin membawa konsekuensi bagi masyarakat yang biasanya beraktivitas hingga pukul 10.00 WIB. Dengan penyesuaian tersebut, pelaksanaan CFD akan berakhir pada pukul 09.00 WIB. Masyarakat yang telah merencanakan kegiatan pada pagi hari perlu memperhatikan batas waktu baru agar aktivitas mereka dapat disesuaikan dengan pelaksanaan HBKB.

Penyesuaian waktu ini berarti kegiatan masyarakat di kawasan Sudirman-Thamrin tidak dapat berlangsung seperti jadwal biasanya sampai pukul 10.00 WIB. Karena CFD selesai satu jam lebih awal, masyarakat perlu mengatur kembali waktu kegiatannya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Perubahan tersebut berlaku bagi siapa saja yang biasanya memanfaatkan kawasan itu pada pagi hari, sehingga perhatian terhadap informasi jadwal menjadi penting.

Budi Awaluddin mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan Sudirman-Thamrin pada pagi hari untuk mengikuti penyesuaian kegiatan HBKB. Masyarakat juga diminta memperhatikan serta mengikuti arahan petugas di lapangan selama pelaksanaan berlangsung. Imbauan ini diperlukan agar penyesuaian jadwal dapat dipahami dan dilaksanakan dengan tertib oleh masyarakat yang berada di kawasan tersebut.

Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan perubahan waktu berakhirnya CFD. Dengan menyesuaikan kegiatan dari jadwal yang sebelumnya berlangsung hingga pukul 10.00 WIB menjadi berakhir pada pukul 09.00 WIB, pelaksanaan HBKB dapat berjalan sesuai ketentuan. Kepatuhan terhadap penyesuaian kegiatan dan arahan petugas menjadi bagian penting bagi masyarakat yang berada di Sudirman-Thamrin pada pagi hari selama jadwal khusus ini berlaku.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama berlangsungnya kunjungan kenegaraan. Koordinasi ini dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap meningkatnya aktivitas kendaraan dan pergerakan masyarakat di sejumlah ruas jalan yang terhubung dengan kawasan Sudirman–Thamrin. Pemerintah daerah memastikan setiap pengaturan disiapkan dengan mempertimbangkan aspek keamanan, ketertiban, serta kebutuhan mobilitas warga.

Salah satu pihak yang terlibat dalam koordinasi tersebut adalah Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Bersama kepolisian, Dishub DKI Jakarta memantau kondisi lalu lintas, menyiapkan personel di titik-titik strategis, serta menyesuaikan pengaturan apabila terjadi kepadatan. Petugas juga dapat melakukan rekayasa lalu lintas secara situasional berdasarkan perkembangan di lapangan dan kebutuhan pengamanan rombongan kenegaraan.

Pengaturan dilakukan melalui penempatan petugas, pengawasan akses kendaraan, serta penyampaian informasi kepada pengguna jalan. Langkah tersebut bertujuan memastikan arus kendaraan tetap bergerak dan dampak terhadap aktivitas masyarakat dapat ditekan. Dishub DKI Jakarta mengimbau pengguna jalan untuk mengikuti arahan petugas, memperhatikan informasi resmi, dan memilih jalur alternatif apabila diperlukan. Koordinasi lintas instansi akan terus dijalankan agar pelaksanaan pengamanan berjalan tertib, sementara layanan transportasi dan mobilitas publik tetap dapat berlangsung secara teratur.

Baca juga: Aula SMP Bintang Timur Pematangsiantar Diresmikan, Diharapkan Mendukung Pendidikan dan Pembentukan Karakter