Dandim 1808/Mansel Selaku Dansatgas TMMD Ke-130 Cek Kesiapan Personel

oleh -133 Dilihat
oleh

Manokwari Selatan – Dandim 1808/Manokwari Selatan, Letkol Czi Sunandar Parius, selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-130, melaksanakan pengecekan kesiapan personel sebelum memulai pekerjaan pembangunan dalam Program TMMD ke-130 di Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Rabu (14/10/2026).

Pengecekan tersebut dilaksanakan untuk memastikan seluruh personel dalam kondisi siap, baik dari segi fisik, perlengkapan, maupun kesiapan pelaksanaan tugas di lapangan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memberikan arahan dan penekanan kepada personel agar senantiasa mengutamakan disiplin, keselamatan kerja, serta tanggung jawab dalam melaksanakan setiap sasaran pembangunan.

Dalam arahannya, Dansatgas TMMD ke-130 menekankan pentingnya semangat gotong royong, kekompakan, dan kerja sama antarpersonel TNI bersama masyarakat. Setiap pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh semangat, terencana, dan sesuai dengan target yang telah ditentukan, sehingga hasil pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain mengejar pencapaian sasaran fisik, seluruh personel juga diingatkan untuk menjaga sikap dan perilaku selama berada di tengah masyarakat, menjalin komunikasi yang baik, serta menunjukkan bahwa kehadiran TNI melalui program TMMD merupakan bentuk pengabdian kepada rakyat.

Pengecekan kesiapan personel ini merupakan bagian dari upaya pengendalian dan pengawasan Dansatgas guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-130 berjalan tertib, aman, dan lancar.

Melalui kesiapan personel yang optimal, diharapkan seluruh sasaran TMMD ke-130 di Kampung Yamboi dapat terlaksana dengan baik, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Manokwari Selatan.

“Disiplin, semangat, dan gotong royong menjadi kunci keberhasilan dalam setiap pelaksanaan tugas. TNI hadir untuk membantu masyarakat dan membangun desa demi kesejahteraan bersama.” (Pendim 1808/Manokwari Selatan)