Penggalian Sumur Berujung Maut, Warga Lebak Tertimbun hingga 13 Jam Dievakuasi

oleh -47 Dilihat
oleh
Penggalian Sumur Berujung Maut, Warga Lebak Tertimbun hingga 13 Jam Dievakuasi

Kabupaten Lebak | Muhammad Deni, 38 tahun, warga Malimping, Kabupaten Lebak, meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah saat menggali sumur. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (11/10) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat kejadian, korban berada di dalam sumur untuk melakukan penggalian. Dinding tanah di sekitar lubang kemudian runtuh secara tiba-tiba dan material longsoran menimbun tubuhnya.

Longsoran terjadi ketika proses penggalian masih berlangsung. Tanah yang berada di sisi dinding sumur jatuh ke bagian bawah, menutup ruang tempat korban bekerja. Kondisi tersebut membuat Muhammad Deni tidak dapat segera keluar dari dalam sumur dan memerlukan pertolongan dari warga di sekitar lokasi.

Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian berupaya melakukan evakuasi secara manual. Proses tersebut berlangsung tidak mudah karena material tanah yang menimbun korban cukup banyak, sementara penggalian harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak memicu longsor susulan. Upaya penyelamatan pun memerlukan waktu panjang hingga akhirnya korban berhasil dikeluarkan.

Setelah dievakuasi, Muhammad Deni dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun longsoran tanah di dalam sumur. Peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat karena aktivitas penggalian sumur memiliki risiko tinggi, terutama apabila dinding lubang tidak diperkuat dan kondisi tanah di sekitarnya belum dipastikan aman. Kejadian tersebut juga mengingatkan pentingnya penerapan prosedur keselamatan sebelum pekerjaan dimulai, termasuk memastikan kestabilan tanah, menyiapkan penyangga, serta menyediakan pengawasan dan perlengkapan darurat bagi pekerja yang berada di dalam sumur.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa korban sedang mengerjakan penggalian sumur ketika peristiwa tersebut terjadi. Sumur yang digali memiliki kedalaman sekitar 15 meter. Pada saat pekerjaan berlangsung, tanah dari dinding sumur runtuh dan jatuh ke bagian dalam.

Runtuhan material itu kemudian menimbun tubuh korban yang berada di dalam sumur. Posisi korban yang tertutup tanah membuatnya tidak mampu menyelamatkan diri dari material yang ambruk. Korban pun terperangkap di dasar sumur setelah dinding di sekelilingnya mengalami keruntuhan.

Keterangan tersebut menggambarkan kondisi korban yang berada dalam situasi sulit untuk keluar secara mandiri. Kedalaman sumur dan timbunan tanah yang menutup tubuhnya membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan penanganan khusus. Tim pencarian dan pertolongan berupaya menemukan serta mengeluarkan korban dari dalam sumur setelah menerima laporan mengenai kejadian itu.

Korban dilaporkan tertimbun selama kurang lebih 13 jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi. Lamanya proses tersebut menunjukkan bahwa material runtuhan menutup area tempat korban berada dan menyulitkan upaya pengangkatan. Selama proses penanganan, petugas bekerja untuk mencapai posisi korban yang tertimbun di dalam sumur sedalam 15 meter itu.

Al Amrad menegaskan bahwa kejadian bermula ketika tanah pada dinding sumur runtuh saat penggalian sedang dilakukan. Material yang jatuh langsung menimbun korban sehingga ia tidak dapat menghindari reruntuhan maupun keluar dari lokasi tersebut. Peristiwa itu berakhir dengan evakuasi korban setelah berada di bawah timbunan selama berjam-jam.

Proses penyelamatan warga yang tertimbun di dasar sumur berlangsung secara bertahap dan membutuhkan kehati-hatian tinggi. Tim SAR gabungan tidak dapat langsung mengangkat seluruh material tanah karena kondisi di dalam sumur masih berisiko mengalami pergerakan. Setiap langkah dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan petugas sekaligus kemungkinan adanya tekanan tanah terhadap tubuh korban.

Petugas terlebih dahulu mengangkat tanah yang menimbun korban secara perlahan. Material dikeluarkan sedikit demi sedikit agar tidak menambah beban pada bagian dasar sumur. Proses tersebut dilakukan menggunakan peralatan yang tersedia di lokasi, dengan pengawasan dari personel lain yang berada di sekitar bibir sumur. Komunikasi dan koordinasi terus dijaga untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai kondisi lapangan.

Seiring penggalian berlangsung, tim juga memperkuat dinding sumur. Penguatan ini menjadi bagian penting dalam operasi karena struktur dinding berpotensi runtuh ketika tanah di sekitarnya dipindahkan. Dengan menahan bagian-bagian yang dianggap rawan, petugas berupaya mengurangi risiko runtuh susulan yang dapat membahayakan korban maupun penyelamat.

Situasi semakin menantang karena korban berada di bagian paling bawah sumur dan tertutup material tanah. Petugas harus menjaga keseimbangan kecepatan evakuasi dan kebutuhan untuk bekerja secara aman. Pengangkatan tanah dilakukan berulang kali, sementara kondisi dinding terus dipantau dan diperkuat apabila diperlukan.

Upaya tersebut membuat evakuasi berlangsung hingga berjam-jam. Lamanya proses bukan semata-mata disebabkan oleh banyaknya material yang menimbun, melainkan juga oleh kebutuhan untuk mencegah kecelakaan tambahan. Setelah tahapan penggalian dan pengamanan dilakukan secara cermat, tim SAR gabungan dapat melanjutkan proses evakuasi hingga korban berhasil dikeluarkan dari dasar sumur. Penanganan bertahap ini menunjukkan bahwa penyelamatan di ruang sempit dan berisiko memerlukan koordinasi, ketelitian, serta pengendalian situasi secara berkelanjutan.

Proses evakuasi Muhammad Deni dari dalam sumur berlangsung lebih dari 13 jam. Lamanya proses tersebut menunjukkan bahwa pengangkatan korban membutuhkan waktu panjang hingga akhirnya dapat dilakukan. Berdasarkan keterangan Al Amrad, korban baru berhasil dikeluarkan setelah seluruh rangkaian evakuasi selesai dilakukan. Jasad Muhammad Deni kemudian dibawa ke permukaan pada malam hari, sekitar pukul 22.30 WIB.

Pengangkatan itu menandai berakhirnya upaya evakuasi terhadap warga yang tertimbun di dalam sumur. Selama proses berlangsung, korban masih berada di dalam sumur hingga petugas dapat mengeluarkannya. Waktu yang dibutuhkan tercatat lebih dari 13 jam sejak proses evakuasi dimulai. Keterangan mengenai waktu tersebut disampaikan Al Amrad sebagai bagian dari informasi terakhir terkait penanganan di lokasi kejadian.

Muhammad Deni berhasil diangkat ke permukaan sekitar pukul 22.30 WIB. Namun, ketika dikeluarkan dari dalam sumur, korban berada dalam kondisi meninggal dunia. Dengan demikian, proses evakuasi yang berlangsung selama lebih dari 13 jam berakhir setelah jasad korban berhasil diangkat. Informasi tersebut menjadi hasil akhir dari upaya pengeluaran korban dari sumur di Lebak.