Jakarta | KH Syukron Ma’mun, pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman di Jakarta, meninggal dunia pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kabar duka tersebut disampaikan oleh politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Romahurmuziy. Ia mengatakan bahwa informasi mengenai wafatnya Syukron diperoleh dari putra almarhum. Dalam keterangannya, Syukron disebut berusia 84 tahun. Ia lahir pada 21 Desember 1941. Berita ini menandai berpulangnya seorang ulama yang dikenal melalui perannya memimpin pesantren di ibu kota. Informasi awal tentang kepergiannya menjadi perhatian publik pada Minggu pagi, sementara keterangan yang disampaikan Romahurmuziy memberikan konfirmasi mengenai kabar tersebut kepada masyarakat.
Menurut informasi yang disampaikan Romahurmuziy, ia menerima kabar itu dari keluarga, yakni putra Syukron. Keterangan tersebut menjadi sumber bagi penyampaian berita wafatnya pengasuh Daarul Rahman. Dengan menyebut asal informasi secara jelas, kabar yang beredar dapat dipahami sebagai pernyataan yang bersumber dari pihak keluarga, bukan sekadar dugaan. Romahurmuziy tidak hanya menyampaikan bahwa Syukron telah meninggal, tetapi juga menyebut usia dan tanggal lahirnya. Rincian itu membantu menggambarkan perjalanan hidup almarhum: lahir pada akhir 1941 dan wafat pada Oktober 2026, dalam usia 84 tahun. Berita tersebut berpusat pada konfirmasi wafat serta identitas dasar almarhum.
Syukron dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman, lembaga pendidikan Islam yang berada di Jakarta. Peran itu menjadi bagian penting dari pengenalan publik terhadap dirinya, selain kabar mengenai wafatnya. Berita duka yang disampaikan pada Minggu pagi membawa perhatian kembali kepada sosok ulama tersebut dan kiprahnya di lingkungan pesantren. Adapun informasi yang tersedia dalam penyampaian awal ini mencakup tanggal wafat, usia, tanggal lahir, serta sumber kabar dari keluarga melalui Romahurmuziy. Keterangan-keterangan tersebut menjadi dasar untuk memberitakan peristiwa secara faktual, tanpa menambahkan rincian yang belum disampaikan. Syukron meninggal dunia pada 18 Oktober 2026, saat berusia 84 tahun.
Romahurmuziy menyampaikan bahwa KH Syukron Ma’mun meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB. Menurut keterangan tersebut, saat itu Syukron sedang dalam perjalanan dari kediamannya menuju Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Informasi ini menjelaskan waktu dan keadaan yang diketahui ketika kabar wafatnya disampaikan, tanpa memuat rincian lain mengenai perjalanan tersebut.
Keterangan Romahurmuziy menempatkan waktu sekitar pukul 09.00 WIB sebagai perkiraan saat Syukron meninggal. Ia juga menyebut tujuan perjalanan itu, yakni Rumah Sakit Pondok Indah di Jakarta, serta titik keberangkatannya dari kediaman Syukron. Dengan demikian, informasi yang tersedia menggambarkan bahwa Syukron wafat sebelum tiba di rumah sakit, dalam perjalanan menuju tempat tersebut.
Uraian mengenai peristiwa ini terbatas pada waktu dan situasi yang disampaikan Romahurmuziy. Tidak ada keterangan dalam informasi tersebut yang menjelaskan penyebab kematian Syukron, sehingga penyebabnya tidak dapat dipastikan berdasarkan keterangan ini saja. Begitu pula, tidak disampaikan rincian tentang rute, durasi perjalanan, siapa yang mendampingi, atau keadaan lain selama perjalanan. Hal-hal tersebut tidak perlu ditambahkan sebagai fakta. Pokok keterangan yang dapat disampaikan adalah bahwa Syukron meninggal sekitar pukul 09.00 WIB, ketika sedang menuju RS Pondok Indah, Jakarta, dari kediamannya. Penyebutan waktu sebagai perkiraan mengikuti informasi yang diberikan, bukan penetapan waktu yang lebih terperinci. Keterangan tersebut menjadi dasar bagi laporan mengenai keadaan saat wafatnya, tanpa menambahkan spekulasi atau detail yang tidak disebutkan oleh Romahurmuziy.
Romahurmuziy menjelaskan bahwa KH Syukron Ma’mun memiliki kiprah panjang di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia pernah dipercaya menjadi Wakil Ketua Majelis Syariah DPP PPP selama dua periode, yakni 2011–2014 dan 2014–2019. Peran tersebut menempatkannya dalam salah satu unsur penting partai yang memberikan pertimbangan keagamaan dan pandangan bagi organisasi. Pengalaman itu juga memperlihatkan keterlibatannya dalam kehidupan politik dan keagamaan di tingkat nasional, selain pengabdiannya di lingkungan pesantren dan masyarakat.
Di luar peran strukturalnya di PPP, Syukron dikenal sebagai pengasuh pesantren sekaligus mubalig yang menyampaikan dakwah ke berbagai wilayah di Nusantara. Kegiatan dakwahnya tidak terbatas pada satu daerah atau kelompok masyarakat. Ia juga menjangkau sejumlah negara, membangun hubungan dengan komunitas Muslim di kawasan Asia Tenggara melalui pengajian dan pertemuan keagamaan. Luasnya jangkauan tersebut menjadi bagian penting dari kiprah Syukron sebagai ulama yang aktif berdakwah lintas wilayah dan negara.
Romahurmuziy menyebut Syukron mengadakan pengajian rutin tahunan di Singapura, Malaysia, dan Brunei. Agenda tersebut menjadi ruang bagi masyarakat setempat untuk mengikuti pengajaran agama secara langsung, sekaligus mempererat hubungan para jamaah dan kalangan ulama. Selain kegiatan itu, Syukron menjabat sebagai Ketua Forum Ulama dan Habaib (FUHAB). Dalam peran tersebut, ia aktif mendorong persatuan para mubalig dan habib. Upaya menyatukan para tokoh agama ini dinilai penting untuk memperkuat kerja sama, menjaga hubungan baik, dan membuka ruang komunikasi di mereka. Dengan pengalaman di PPP, pengasuhan pesantren, serta dakwah di dalam dan luar negeri, Syukron menjalankan peran yang beragam dalam kehidupan keagamaan. Keterangan Romahurmuziy menggambarkan kiprah seorang ulama yang tidak hanya menyampaikan ajaran melalui pengajian, tetapi juga terlibat dalam organisasi dan upaya mempererat kebersamaan para tokoh Muslim. Kegiatan rutin di tiga negara tersebut turut menunjukkan konsistensi hubungan dakwahnya dengan masyarakat di kawasan itu selama bertahun-tahun.
KH Syukron Ma’mun dikenal dengan julukan “Singa Podium”, sebutan yang menggambarkan kekuatan dan ketegasan penyampaiannya ketika berdakwah. Julukan tersebut bukan semata-mata merujuk pada gaya berbicara yang lantang, tetapi juga pada kemampuannya menyampaikan pesan keagamaan kepada beragam kalangan. Dakwahnya menjangkau masyarakat dengan latar belakang yang berbeda, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima lebih luas. Dalam kiprahnya, podium menjadi ruang untuk mengajak, menerangkan, dan membangun kedekatan dengan umat.
Pengaruh KH Syukron juga tercermin melalui Pesantren Daarul Rahman, lembaga pendidikan Islam yang berdiri sejak 1975. Pesantren ini menjadi bagian penting dari warisan pendidikan dan dakwah yang ia bangun. Selama puluhan tahun, Daarul Rahman mendidik para santri dengan bekal keilmuan dan nilai-nilai keislaman. Keberadaan pesantren tersebut memperlihatkan bahwa kiprahnya tidak hanya berlangsung melalui ceramah, tetapi juga melalui pembinaan generasi muda secara berkelanjutan.
Pesantren Daarul Rahman telah menghasilkan ratusan ribu alumni. Para alumninya berkiprah dan meraih prestasi di berbagai bidang, memperluas pengaruh pendidikan yang mereka terima di lingkungan pesantren. Capaian tersebut menjadi salah satu penanda warisan KH Syukron bagi masyarakat. Selain kontribusi langsungnya dalam berdakwah, lembaga pendidikan yang ia dirikan terus menjadi tempat pembelajaran dan pengembangan diri bagi para santri. Alumni yang tersebar di beragam bidang turut membawa nilai pendidikan pesantren ke lingkungan masing-masing.
Terkait pemakaman, Romahurmuziy menyampaikan rencana bahwa KH Syukron akan dimakamkan pada Ahad, 18 Oktober 2026, selepas zuhur di pesantren Syukron yang berlokasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Keterangan tersebut merupakan rencana yang disampaikan narasumber, bukan informasi bahwa prosesi pemakaman telah berlangsung. Karena itu, penyebutan waktu dan lokasi tersebut perlu dipahami sebagai rencana pemakaman sebagaimana disampaikan Romahurmuziy, sementara berita mengenai wafatnya KH Syukron menjadi kabar duka bagi keluarga, para santri, alumni, dan masyarakat yang mengenalnya.



































