FP Run for Good Journalism 2026 Soroti Kepercayaan Publik terhadap Pers

oleh -569 Dilihat
oleh
FP Run for Good Journalism 2026 Soroti Kepercayaan Publik terhadap Pers

Jakarta | Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) menyelenggarakan FP Run for Good Journalism 2026 di Jakarta pada hari Minggu. Kegiatan ini menggabungkan aktivitas olahraga dengan ajakan untuk memperkuat perhatian publik terhadap peran pers. Melalui format lari bersama, penyelenggara membawa pesan mengenai pentingnya jurnalisme berkualitas ke ruang publik, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terlibat dalam kampanye tersebut.

Mengusung tema “Pers untuk Publik”, acara ini menempatkan kepentingan masyarakat sebagai pokok pembicaraan tentang kerja jurnalistik. Tema tersebut menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab untuk menyediakan informasi yang relevan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan utama FP Run for Good Journalism 2026 adalah mengampanyekan jurnalisme berkualitas serta mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap pers perlu dibangun melalui praktik profesional dan pelayanan informasi yang berorientasi pada kebutuhan warga.

Kehadiran sejumlah pejabat dan tokoh memperlihatkan keterlibatan berbagai pihak dalam agenda tersebut. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid hadir bersama Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo. Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat juga turut hadir, bersama pemangku kepentingan terkait lainnya. Partisipasi mereka memberi ruang bagi isu pers untuk dibicarakan tidak hanya di lingkungan redaksi, tetapi juga dalam konteks kebijakan, kelembagaan, dan hubungan media dengan masyarakat.

Ajang ini sekaligus menjadi sarana untuk mengingatkan bahwa kualitas informasi berpengaruh pada kemampuan publik memahami berbagai persoalan. Di tengah perubahan cara masyarakat mengakses berita, pers menghadapi tantangan untuk menjaga ketelitian, independensi, dan etika kerja. Kampanye yang berlangsung melalui kegiatan bersama seperti ini dapat membantu memperluas percakapan mengenai standar jurnalistik, tanpa mengesampingkan perlunya upaya berkelanjutan dari perusahaan media, jurnalis, pemerintah, dan masyarakat.

Dengan demikian, FP Run for Good Journalism 2026 di Jakarta tidak semata-mata menjadi kegiatan olahraga. Acara ini membawa pesan bahwa pers yang bekerja untuk publik memerlukan dukungan sekaligus kepercayaan yang tumbuh dari keterbukaan dan tanggung jawab. Melalui tema “Pers untuk Publik”, Forum Pemred mengajak berbagai kalangan untuk memberi perhatian pada jurnalisme berkualitas sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat dan ruang demokrasi.

Ketua Forum Pemred Retno Pinasti menjelaskan bahwa FP Run for Good Journalism 2026 bertujuan mendekatkan komunitas pers kepada publik. Tujuan itu menjadi pokok penjelasan mengenai kegiatan tersebut: hubungan pers dan masyarakat perlu menjadi perhatian bersama. Retno menekankan arah kegiatan sebagai upaya membawa komunitas pers lebih dekat dengan publik, bukan sebagai pembahasan yang terpisah dari masyarakat. Penjelasan ini berkaitan dengan tema kegiatan, “Pers untuk Publik”, yang menempatkan publik sebagai bagian penting dalam pembicaraan mengenai pers. Dengan menyampaikan tujuan tersebut, Forum Pemred menjelaskan bahwa kegiatan ini diarahkan untuk mempertemukan perhatian komunitas pers dengan publik. Hubungan itu menjadi relevan ketika kepercayaan terhadap pers arus utama diragukan. Karena itu, tujuan mendekatkan pers kepada publik dan pilihan tema kegiatan berhubungan dengan persoalan kepercayaan yang disoroti Retno.

Tema “Pers untuk Publik” dipilih karena muncul keraguan publik terhadap integritas pers arus utama. Retno Pinasti menyampaikan alasan tersebut sebagai latar penting bagi tema kegiatan. Keraguan itu membuat pembicaraan tentang posisi pers di hadapan publik menjadi penting. Tema yang dipilih mengarahkan perhatian kembali pada publik, sekaligus menegaskan bahwa pers memiliki peran yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat atas informasi. Penjelasan Retno tidak memisahkan tema dari kondisi keraguan tersebut: pilihan “Pers untuk Publik” hadir di tengah munculnya pertanyaan mengenai integritas pers arus utama. Dalam konteks itu, kegiatan yang bertujuan mendekatkan komunitas pers kepada masyarakat menjadi relevan dengan tema yang diangkat. Keduanya berangkat dari perhatian yang sama terhadap hubungan pers dan publik. Retno menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih dengan mempertimbangkan keraguan publik, bukan semata-mata sebagai ungkapan mengenai pers.

Retno juga menegaskan pentingnya fungsi pers ketika disinformasi dan opini beredar luas. Dalam keadaan seperti itu, pers berperan memverifikasi informasi yang beredar serta membedakan fakta dari hoaks. Verifikasi menjadi bagian penting dari tugas tersebut, karena publik perlu dapat melihat perbedaan informasi faktual dan kabar yang tidak benar. Pers, menurut inti pernyataannya, tidak hanya berhadapan dengan banyaknya informasi dan opini, tetapi juga menjalankan fungsi pemeriksaan terhadap informasi itu. Penekanan ini menghubungkan tema “Pers untuk Publik” dengan tanggung jawab pers dalam menghadapi disinformasi. Ketika keraguan terhadap integritas pers arus utama muncul, fungsi memeriksa informasi dan membedakan fakta dari hoaks menjadi semakin penting untuk dijelaskan kepada publik. Dengan demikian, penjelasan Retno menempatkan verifikasi sebagai peran pers yang penting di tengah luasnya peredaran disinformasi dan opini.

Dalam kegiatan FP Run for Good Journalism 2026, Meutya Hafid mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap pers dibangun melalui kerja jurnalistik yang bertanggung jawab. Penerapan kode etik tidak cukup dipahami sebagai aturan formal, tetapi perlu menjadi pedoman dalam seluruh tahapan peliputan hingga penyajian berita. Prinsip tersebut membantu jurnalis menjaga profesionalisme sekaligus melindungi kepentingan masyarakat yang membutuhkan informasi tepercaya.

Meutya menekankan pentingnya pemeriksaan silang sebelum informasi disampaikan kepada publik. Jurnalis perlu menguji keterangan dengan sumber lain, memeriksa konteks, serta memastikan fakta yang digunakan benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Proses verifikasi ini mengurangi risiko kekeliruan dan mencegah informasi yang belum teruji disajikan seolah-olah sebagai fakta. Akurasi menjadi semakin penting ketika berita bergerak cepat dan berbagai informasi beredar melalui beragam saluran.

Ia juga mengimbau insan pers untuk menjaga kesehatan di tengah tuntutan dan tantangan profesi. Kondisi fisik dan mental yang terjaga dapat mendukung jurnalis menjalankan tugas secara konsisten, cermat, dan profesional. Pada saat yang sama, Meutya memandang media sosial dan media konvensional sebagai bagian dari ekosistem pers yang perlu saling menguatkan. Perbedaan karakter dan jangkauan keduanya dapat dimanfaatkan untuk memperluas distribusi informasi, selama prinsip etika dan verifikasi tetap menjadi pegangan.

Senada dengan penekanan tersebut, Angga Raka Prabowo menyatakan bahwa pers dan jurnalis tetap dibutuhkan untuk membantu masyarakat memahami arus informasi yang semakin ramai. Kehadiran mereka penting dalam menyajikan informasi yang jernih, akurat, akuntabel, jelas, dan pasti. Peran itu bukan hanya menyampaikan kabar, melainkan juga memberi dasar yang dapat dipercaya bagi publik untuk menilai berbagai isu. Dengan menjaga standar kerja dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem media, insan pers dapat terus menjalankan fungsi informasinya secara bertanggung jawab serta menopang kepercayaan masyarakat.

Ketua Panitia Masirom menyampaikan bahwa sekitar 500 orang berpartisipasi dalam FP Run for Good Journalism 2026. Jumlah tersebut mencakup beragam unsur yang memiliki hubungan dengan dunia pers maupun masyarakat luas. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya melibatkan kalangan media, tetapi juga membuka ruang bagi publik dan pihak terkait untuk ikut mengambil bagian. Masirom menyebut partisipasi tersebut sebagai gambaran keterlibatan bersama dalam kegiatan yang mengangkat perhatian terhadap pers dan kepercayaan publik.

Di peserta, terdapat pemimpin redaksi dari media massa nasional serta anggota komunitas pers. Mereka hadir bersama masyarakat umum dan pemangku kepentingan terkait. Susunan peserta yang beragam itu mempertemukan orang-orang yang bekerja di bidang jurnalistik dengan warga dan pihak lain yang berkepentingan terhadap kehidupan pers. Keterangan panitia mengenai jumlah peserta memberikan gambaran mengenai skala kegiatan, sekaligus mencatat bahwa dukungan terhadap kerja jurnalistik dapat melibatkan banyak unsur.