Korban Jiwa Kebakaran Bromo Bertambah, Munawi Meninggal Setelah Dirawat

oleh -373 Dilihat
oleh
Korban Jiwa Kebakaran Bromo Bertambah, Munawi Meninggal Setelah Dirawat

Surabaya | Jumlah petugas gabungan yang meninggal dunia dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bertambah menjadi lima orang. Korban terbaru adalah Munawi, 44 tahun, anggota masyarakat mitra polisi hutan (MMP). Ia meninggal pada Senin (19/10) di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, setelah menjalani perawatan intensif dan melewati masa kritis.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan bahwa Munawi berpulang setelah mendapatkan perawatan. Sebelumnya, ia turut dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan taman nasional tersebut. Keterangan itu menegaskan bahwa Munawi merupakan bagian dari unsur yang terlibat langsung dalam penanganan kebakaran, bersama petugas gabungan lainnya.

Kepergian Munawi menambah jumlah korban jiwa dalam operasi pemadaman menjadi lima orang. Bertambahnya angka tersebut menjadi kabar duka bagi keluarga korban dan pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Para petugas dan anggota masyarakat yang membantu pemadaman menghadapi situasi lapangan yang menuntut kerja sama serta kewaspadaan, sementara kebakaran hutan dan lahan perlu ditangani untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Perawatan intensif yang dijalani Munawi menunjukkan bahwa kondisinya sempat memerlukan penanganan medis serius. Ia juga disebut telah melewati masa kritis sebelum akhirnya meninggal dunia. Informasi mengenai waktu dan tempat wafatnya disampaikan oleh pihak TNBTS, yang turut menyampaikan bahwa Munawi dirawat setelah ikut dalam upaya pemadaman. Hingga kabar tersebut disampaikan, kematiannya menjadi korban terbaru dalam rangkaian penanganan karhutla di kawasan Bromo Tengger Semeru.

Peristiwa ini kembali menyoroti risiko yang dihadapi petugas gabungan dan masyarakat mitra saat membantu mengendalikan kebakaran di kawasan konservasi. Selain upaya pemadaman, keselamatan personel menjadi perhatian penting dalam setiap penanganan di lapangan. Munawi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta rekan-rekannya, dan pengorbanannya menjadi bagian dari catatan penanganan kebakaran yang merenggut lima nyawa di TNBTS.

Munawi merupakan salah satu dari 12 petugas dan relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo. Mereka bertugas sejak Kamis (15/10) di Resort Tengger Laut Pasir, Seksi PTN Wilayah I, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Keterlibatan Munawi dalam upaya pemadaman berlangsung bersama anggota tim lainnya di area tersebut. Informasi mengenai tugas ini menjadi konteks penting untuk memahami bagaimana ia berada di lokasi ketika kebakaran ditangani. Para petugas dan relawan bekerja dalam upaya menghadapi api dan asap di kawasan yang menjadi tempat penanganan karhutla itu.

Dalam proses pemadaman, Munawi ditemukan tak berdaya di tengah kepungan asap dan api. Ia kemudian dibawa ke RSUD Dr Soetomo untuk mendapatkan perawatan akibat luka bakar. Informasi yang disampaikan mengenai kondisinya menegaskan bahwa ia memerlukan penanganan medis setelah ditemukan di lokasi. Peristiwa tersebut terjadi ketika upaya pemadaman berlangsung di Resort Tengger Laut Pasir. Tidak ada rincian tambahan mengenai keadaan saat ia ditemukan yang perlu disimpulkan di luar keterangan tersebut. Yang dapat dipastikan, Munawi berada di petugas dan relawan yang menangani kebakaran sejak 15 Oktober, dan setelah ditemukan ia segera dibawa untuk memperoleh perawatan.

Setelah pemadaman, Munawi menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Namun, ia meninggal dunia setelah mendapat perawatan tersebut. Kabar kematiannya menambah jumlah korban jiwa dalam kebakaran di kawasan Bromo. Urutan kejadian yang diketahui mencakup keterlibatannya dalam tim penanganan, penemuan dirinya di tengah asap dan api, evakuasi ke RSUD Dr Soetomo karena luka bakar, serta perawatan intensif sebelum ia meninggal. Keterangan ini menggambarkan dampak yang dialami seorang anggota tim selama penanganan karhutla, tanpa menyimpulkan hal lain mengenai kejadian tersebut. Fokus pada informasi yang tersedia menjaga pemberitaan tetap jelas tentang peran Munawi dan perkembangan kondisinya hingga kabar duka disampaikan.

Sebelum Munawi meninggal setelah menjalani perawatan, empat personel tim gabungan telah lebih dahulu gugur saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Gunung Bromo. Peristiwa itu terjadi di titik Pusung Lingker, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (15/10). Mereka terlibat dalam penanganan api di sekitar lokasi kejadian, ketika upaya pemadaman berlangsung. Kepergian para korban menambah duka akibat kebakaran tersebut, yang juga menimbulkan korban luka dari kalangan personel yang berada di lapangan.

Salah satu korban meninggal adalah Sukaris, 55 tahun, yang bertugas di Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dalam daftar korban juga tercatat Hendra Rony Wagiyanata. Informasi yang tersedia mengenai Hendra tidak mencantumkan usia ataupun keterangan pekerjaannya. Dua korban lainnya ialah Wisnu Yuda Pratama, 25 tahun, dan Sefriel Ardiansyah, 19 tahun. Keduanya diketahui bekerja sebagai karyawan hotel yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Selain empat personel yang meninggal lebih dahulu, kebakaran itu menyebabkan dua personel mengalami luka-luka. Mereka adalah Munawi dan Suraji, sekuriti hotel di sekitar lokasi. Munawi sempat dirawat setelah mengalami luka dalam peristiwa tersebut, tetapi kondisinya kemudian memburuk hingga ia meninggal. Dengan demikian, kabar duka mengenai Munawi datang setelah empat korban sebelumnya gugur dalam upaya pemadaman. Rangkaian korban tersebut menunjukkan bahwa dampak kebakaran tidak hanya dirasakan oleh petugas yang menangani api, tetapi juga oleh pekerja di sekitar kawasan terdampak.

Suraji masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, akibat luka bakar. Kondisi itu membuat penanganan medisnya tetap menjadi perhatian setelah insiden. Informasi mengenai para korban menegaskan besarnya risiko yang dihadapi personel gabungan dan pekerja sekitar saat kebakaran berlangsung di Pusung Lingker. Data yang telah disampaikan mencatat empat korban meninggal sebelum Munawi, kemudian Munawi juga meninggal setelah dirawat, sementara Suraji masih dirawat intensif. Nama, usia, dan keterangan pekerjaan korban yang tersedia dapat membantu pembaca memahami siapa saja yang terdampak, tanpa menambahkan rincian yang belum dilaporkan.Rudijanta menyampaikan bahwa meninggalnya Munawi setelah menjalani perawatan merupakan kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi rekan-rekan yang selama ini bekerja bersamanya. Kepergian tersebut turut dirasakan oleh pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan masyarakat Jawa Timur. Munawi menjadi bagian dari orang-orang yang berada di lapangan ketika upaya penanganan kebakaran dilakukan, sehingga kabar duka itu membawa kesedihan bagi banyak pihak.

Dalam tanggapannya, Rudijanta mengingatkan bahwa mereka yang terlibat dalam pemadaman telah mengambil risiko demi keselamatan bersama. Upaya tersebut dilakukan untuk melindungi orang lain dan mengatasi kebakaran, meskipun situasi di lapangan dapat membahayakan keselamatan para petugas maupun pihak yang membantu. Karena itu, pengorbanan Munawi dan korban yang lebih dahulu gugur patut dikenang dengan rasa hormat. Pernyataan tersebut juga menegaskan pentingnya menghargai kerja serta keberanian semua orang yang turut berupaya menangani keadaan darurat.

Jajaran Balai Besar TNBTS menyampaikan penghormatan terakhir kepada Munawi dan para korban yang meninggal lebih dahulu akibat peristiwa kebakaran tersebut. Rudijanta juga menyampaikan doa bagi almarhum, agar mendapatkan tempat terbaik, serta bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini. Dukungan dan perhatian kepada keluarga menjadi hal penting, mengingat mereka harus menanggung duka sekaligus menghadapi kehilangan orang terdekat. Ungkapan belasungkawa itu disampaikan sebagai bentuk kepedulian dari lingkungan kerja dan pihak-pihak yang ikut merasakan dampak tragedi tersebut.

Selain penghormatan dan doa, dukungan bagi keluarga korban juga disebut tengah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca juga: Relawan MMP Wafat, Korban Jiwa Kebakaran Bromo Menjadi Lima | Pelajar 14 Tahun Meninggal Setelah Tertabrak Pajero di Mampang | Gerak Cepat Koramil dan Damkar, Kebakaran Kebun di Bukit Durian Berhasil Dipadamkan