Akibat kejadian tersebut, kedua pelajar meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP)

oleh -41 Dilihat
oleh
Akibat kejadian tersebut, kedua pelajar meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP)

Kota Tangerang Selatan | Detik-detik dua remaja yang tewas dalam kecelakaan maut di kawasan Alam Sutera, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terekam video CCTV. Dua pelajar ditemukan tewas tergeletak di trotoar Jalan Alam Sutera, akibat kecelakaan saat berupaya kabur dari kelompok pelajar lainnya yang mengejar mereka menggunakan sajam. Sementara satu orang yang ikut berboncengan satu sepeda motor dengan kedua korban masih bisa berdiri setelah sepeda motor jatuh hingga terseret kencang.

Keterangan yang tercatat menyebut Dari rekaman CCTV itu juga terlihat jelas sajam berukuran besar jenis samurai dipegang oleh ketiga pelajar pengejar korban. Dua pelajar yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah kemudian terjatuh setelah menabrak pembatas jalan dan membentur tiang listrik di pinggir jalan," kata Yuni. Satu pelajar diamankan di lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya diamankan di kediaman masing-masing," jelas Yuni. Saat ini, dugaan tindak pidana terkait kepemilikan senjata tajam tersebut ditangani lebih lanjut oleh Polsek Serpong sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan memperhatikan ketentuan perlindungan identitas anak yang berhadapan dengan hukum," ungkap Yuni.

Data lain dalam laporan menunjukkan Tampak ada tiga orang pelajar yang berboncengan di atas sepeda motor saat mengejar korban. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (9/10) sekitar pukul 17.00 WIB. Pada saat bersamaan, kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Ciledug datang dari arah Graha Raya. Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam," terang Kasie Humas Polres Tangsel, Iptu Wahyuni, saat dihubungi pada Sabtu (10/10). Pihaknya turut mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut agar segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian atau melalui layanan Kepolisian 110.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Kedua remaja tersebut melaju kencang dengan sepeda motor yang dikendarai dalam upayanya menghindari kejaran pelajar bersenjata tajam (bersajam). Dari CCTV yang beredar, terlihat empat sepeda motor yang melaju di sisi sebelah kiri sebuah jalan raya. Dua sepeda motor paling depan, melaju dengan kencang. Kemudian di belakangnya atau sepeda motor ketiga, merupakan sepeda motor kedua korban. Saat itu sepeda motor kedua korban tampak dikejar satu sepeda motor lain di belakangnya.

Yuni mengatakan tim Inafis Polres Tangerang Selatan dan pihak RSUD Kabupaten Tangerang telah mengecek menyeluruh terhadap kedua korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar terhadap kedua korban di RSUD Kabupaten Tangerang, tidak ditemukan luka bekas sabetan senjata tajam maupun luka tusuk. Pengendara sepeda motor di belakang sepeda motor korban tampak sudah memegang sajam berukuran besar. Sajam itu tampak sempat diayunkan ke arah kedua korban hingga akhirnya sepeda motor korban menghantam trotoar jalan. Kedua korban sempat pun terpelanting ke trotoar jalan. Usai korban dan sepeda motornya terjatuh, sepeda motor pelajar yang mengejar korban langsung melaju menjauhi sepeda motor korban. Sementara korban saat itu dihampiri sejumlah pengendara lainnya yang mencoba memberikan pertolongan. Saat itu, kedua korban bersama teman-temannya baru selesai menjadi suporter pertandingan futsal di kawasan SPBU Pertamina Alam Sutera. Kedua korban dan teman-temannya pun berupaya menyelamatkan diri dengan mengendarai sepeda motor menuju Sport Center Alam Sutera. Dalam perjalanan, kedua korban diduga dikejar hingga ke Jalan Sutera Utama, tepatnya di seberang pintu masuk Sekolah Laurensia. Akibat kejadian tersebut, kedua pelajar meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara seorang pelajar lainnya berhasil menyelamatkan diri ke pos keamanan Alam Sutera. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka memar dan lecet di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah dan dahi, yang diduga akibat benturan dengan benda keras," ujarnya. Setelah mengecek lokasi dan serangkaian penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Serpong menangkap tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam. Ketiga pelajar SMK di Ciledug itu berstatus anak berhadapan dengan hukum (ABH). Polisi juga menyita barang bukti berupa satu bilah celurit besar berwarna merah, satu bilah arit, dan satu bilah golok. Sejumlah barang lain juga ikut diamankan, termasuk satu unit sepeda motor. Sementara itu, penanganan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan dua pelajar meninggal dunia ditangani Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Tangerang Selatan selanjutnya. Yuni juga menyampaikan, pihaknya masih mendalami rangkaian kejadian untuk memperoleh gambaran peristiwa secara utuh. Termasuk dugaan pengejaran dan keterkaitan kelompok yang membawa sajam dengan kecelakaan yang terjadi. Kepolisian juga, kata Yuni, mengajak para orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak dan remaja serta memperkuat komunikasi dan pembinaan. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah keterlibatan pelajar dalam aksi yang berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain," pungkasnya.