Api Melalap Trans Home Sleman, Dua Perempuan Ditemukan Meninggal di Lantai Tiga

oleh -45 Dilihat
oleh
Api Melalap Trans Home Sleman, Dua Perempuan Ditemukan Meninggal di Lantai Tiga

Kabupaten Sleman | Kebakaran hebat melanda supermarket bahan bangunan dan peralatan rumah tangga Trans Home di Jalan Jogja-Solo Km 11, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kobaran api terlihat membakar bagian gedung dan menimbulkan kepulan asap tebal dari area yang menjadi lokasi penyimpanan sekaligus penjualan berbagai kebutuhan rumah tangga tersebut.

Hingga Kamis malam, petugas pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikan api yang meluas di dalam bangunan. Area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 2.000 meter persegi. Besarnya bangunan dan banyaknya material yang berada di dalamnya membuat proses pemadaman berlangsung tidak mudah. Petugas harus bekerja selama berjam-jam untuk menjangkau sejumlah titik yang masih mengeluarkan api dan asap.

Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengerahkan unit pemadam ke lokasi kebakaran. Petugas juga berupaya memastikan api tidak menjalar ke bagian lain gedung maupun bangunan di sekitar kawasan tersebut. Sampai malam hari, api masih ditemukan di sejumlah bagian Trans Home sehingga proses pendinginan dan pemeriksaan belum dapat segera diselesaikan.

Situasi di sekitar lokasi menjadi perhatian karena kebakaran terjadi di jalur yang ramai dan berada di kawasan komersial. Akses menuju area gedung perlu dikendalikan agar kendaraan pemadam dapat bergerak serta petugas dapat bekerja dengan aman. Masyarakat juga diminta menjauh dari titik kebakaran untuk menghindari risiko akibat asap, material yang terbakar, atau kemungkinan runtuhnya bagian bangunan.

Peristiwa ini juga berkaitan dengan ditemukannya dua perempuan dalam kondisi meninggal dunia di lantai tiga gedung Trans Home. Proses penanganan kebakaran dan pencarian di dalam bangunan masih berlangsung pada malam kejadian. Petugas terus memastikan kondisi setiap bagian gedung sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut, sementara <a href="https://putraturatea.com/kecelakaan-motor-dan-truk-di-gaprang-blitar-menewaskan-satu-korban/”>informasi mengenai penyebab kebakaran dan identitas korban menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

Kendala utama yang dihadapi petugas pemadam kebakaran dalam menangani kebakaran di Trans Home Sleman adalah akses menuju area basement yang sangat terbatas. Berdasarkan keterangan Kasi Operasional dan Investigasi UPT Damkar Sleman, Nawa Murtiyanto, petugas masih harus berupaya mencapai sejumlah titik api di bagian tersebut. Kondisi akses yang sempit menyulitkan mobilitas personel sekaligus membatasi ruang untuk membawa dan mengoperasikan peralatan pemadaman.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Sekitar pukul 15.00 hingga mendekati pukul 20.00, petugas masih melakukan penanganan di lokasi. Pada waktu tersebut, satu bagian basement belum dapat diakses sepenuhnya sehingga pemeriksaan dan pemadaman tidak bisa dilakukan secara menyeluruh dalam waktu singkat. Petugas harus menyesuaikan langkah dengan kondisi bangunan untuk memastikan titik api dapat dikendalikan tanpa menimbulkan risiko tambahan bagi personel.

Situasi di dalam bangunan juga semakin sulit karena kepulan asap tebal mengurangi jarak pandang. Selain itu, material bangunan dan berbagai barang yang mudah terbakar berpotensi mempertahankan panas serta memicu penyalaan kembali. Api bahkan kembali muncul di sejumlah titik, termasuk di lantai dua. Karena itu, strategi pemadaman harus dilakukan secara perlahan dan hati-hati, dengan pemantauan berulang terhadap area yang telah ditangani. Petugas perlu memastikan tidak ada bara atau sumber panas yang masih tersembunyi sebelum melanjutkan pemeriksaan ke bagian lain. Penanganan bertahap tersebut juga diperlukan untuk menjaga keselamatan tim, mengingat kondisi struktur dan kepadatan material di dalam bangunan belum sepenuhnya dapat dipastikan.

Kebakaran yang melalap Trans Home Sleman berdampak besar terhadap berbagai isi gedung. Barang-barang yang berada di sejumlah lantai dilaporkan ikut terbakar, dengan kerusakan paling banyak terjadi pada peralatan rumah tangga di lantai atas. Api yang menjalar ke area tersebut membuat berbagai barang di dalam gedung terdampak, sementara kondisi bangunan dan isinya masih dalam penanganan petugas.

Selain peralatan rumah tangga, produk elektronik yang ditempatkan di area basement juga dilaporkan ikut terbakar. Bagian tersebut menjadi salah satu lokasi yang terdampak dalam peristiwa kebakaran. Besarnya kerusakan terhadap barang-barang di dalam gedung belum dapat dirinci secara menyeluruh karena petugas masih melakukan proses pemadaman, pendinginan, serta pemeriksaan di sejumlah titik.

Barang lain yang ikut terdampak adalah kendaraan milik karyawan dan pengunjung. Puluhan hingga ratusan sepeda motor yang terparkir di lantai dua dilaporkan turut terbakar. Kendaraan-kendaraan tersebut berada di area gedung ketika kebakaran terjadi. Jumlah pasti sepeda motor yang mengalami kerusakan masih menunggu pendataan lebih lanjut setelah situasi di lokasi memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan.

Sampai proses pemadaman berlangsung, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Petugas masih mengumpulkan informasi dari lokasi kejadian dan meminta keterangan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Nawa menyampaikan bahwa informasi mengenai penyebab kebakaran masih simpang siur. Keterangan yang tersedia juga dinilai belum sepenuhnya jelas, sehingga belum ada kesimpulan mengenai sumber maupun pemicu api. Penanganan di lokasi tetap dilakukan sambil menunggu informasi yang lebih lengkap dan dapat dipastikan.

Tim gabungan yang terdiri atas personel Basarnas dan pemadam kebakaran melakukan pencarian di dalam gedung Trans Home Sleman setelah api melalap bangunan tersebut. Proses pencarian berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah karena asap tebal masih memenuhi sejumlah bagian gedung. Petugas harus memeriksa setiap area secara bertahap untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal, sekaligus menjaga keselamatan anggota tim selama berada di dalam bangunan.

Dalam pencarian di lantai tiga, petugas menemukan dua perempuan yang masing-masing berinisial Ibu W dan Ibu S. Keduanya ditemukan berdekatan dengan area tangga. Saat ditemukan, kedua korban sudah tidak bernapas dan dinyatakan meninggal dunia. Lokasi penemuan tersebut kemudian diamankan agar proses evakuasi dapat dilakukan secara hati-hati melalui jalur yang memungkinkan.

Koordinator Unit Siaga Basarnas Sleman, Dhedi Prasetyo, menyampaikan bahwa evakuasi terhadap kedua korban berlangsung sekitar 14 menit. Durasi tersebut mencakup proses mendekati lokasi korban, memastikan kondisi area, serta membawa jenazah keluar dari lantai tiga. Medan di dalam gedung dan jarak pandang yang terbatas akibat kepulan asap menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi petugas.

Untuk menembus asap tebal, personel menggunakan perlengkapan khusus berupa self-contained breathing apparatus (SCBA). Peralatan ini membantu petugas memperoleh pasokan udara saat menjalankan pencarian dan evakuasi di lingkungan yang berasap. Setelah berhasil dikeluarkan dari gedung, kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Jenazah selanjutnya menjalani proses penanganan dan identifikasi untuk memastikan data serta keterangan mengenai korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.