Banjir Rendam Permukiman dan Jalur Cikaret di Cibinong, Tanggul Kali Sugu Tamu Jebol

oleh -61 Dilihat
oleh
Banjir Rendam Permukiman dan Jalur Cikaret di Cibinong, Tanggul Kali Sugu Tamu Jebol

Kabupaten Bogor. Banjir | Banjir merendam permukiman di Kelurahan Pabuaran Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, setelah tanggul Kali Sugu Tamu jebol. Air mengalir ke kawasan perumahan dan menggenangi lingkungan warga. Ketinggian genangan dilaporkan berkisar 30 hingga 40 sentimeter, dengan tinggi maksimum mencapai sekitar 40 sentimeter. Kejadian tersebut dilaporkan pada Minggu (25/10/2026), ketika hujan deras mengguyur wilayah Cibinong.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menerima laporan banjir sekitar pukul 15.30 WIB. Informasi mengenai genangan disampaikan saat hujan deras masih berlangsung, bersamaan dengan laporan jebolnya tanggul di aliran Kali Sugu Tamu. Kondisi itu membuat air sungai meluap ke area permukiman di Pabuaran Mekar. Laporan awal tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk mengetahui lokasi terdampak dan menindaklanjuti keadaan di lapangan.

Genangan dengan tinggi maksimum sekitar 40 sentimeter dapat mengganggu aktivitas warga, terutama di bagian rumah dan akses lingkungan yang berada di jalur aliran air. Namun, ketinggian air yang dilaporkan menunjukkan kondisi pada saat kejadian dan dapat berubah mengikuti intensitas hujan serta aliran dari sungai. Rincian mengenai jumlah rumah terdampak, jumlah warga, ataupun lamanya air bertahan belum disebutkan dalam laporan awal.

Jebolnya tanggul Kali Sugu Tamu menjadi faktor utama yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut, sementara hujan deras di Cibinong terjadi pada waktu yang sama. Perpaduan kondisi itu menyebabkan air masuk ke kawasan hunian. Warga di sekitar lokasi perlu memperhatikan perubahan ketinggian genangan dan mengikuti informasi dari petugas setempat, khususnya selama hujan masih turun atau aliran sungai belum stabil.

BPBD menerima laporan pada sore hari, sekitar pukul 15.30 WIB, sehingga waktu tersebut menandai awal penanganan berdasarkan informasi yang tersedia. Perkembangan keadaan di Pabuaran Mekar, termasuk kondisi tanggul dan surutnya genangan, memerlukan pemantauan lanjutan. Informasi awal mencatat banjir melanda permukiman di wilayah Cibinong dengan air setinggi 30–40 sentimeter, setelah tanggul Kali Sugu Tamu jebol saat hujan deras mengguyur kawasan itu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan bahwa tanggul Kali Sugu Tamu jebol setelah hujan berintensitas deras meningkatkan debit air dan memperkuat arus sungai. Keterangan tersebut mengaitkan kerusakan tanggul secara langsung dengan kondisi aliran kali saat hujan deras. Debit air yang meningkat dan arus yang menguat menjadi rangkaian kondisi yang mendahului jebolnya bagian tanggul tersebut.

Bagian yang rusak merupakan tembok pembatas aliran Kali Sugu Tamu. Panjang bagian tembok yang jebol diperkirakan sekitar 9 meter. Dengan demikian, kerusakan yang dimaksud adalah terbukanya sebagian tembok yang membatasi aliran kali, bukan seluruh tanggul. Ukuran sekitar 9 meter menggambarkan panjang bagian yang mengalami jebol berdasarkan keterangan yang disampaikan.

Penjelasan BPBD tersebut menempatkan hujan deras sebagai pemicu meningkatnya debit air, sementara arus kali yang semakin kuat turut berkaitan dengan kerusakan tembok pembatas. Kenaikan debit dan kuatnya arus terjadi pada aliran Kali Sugu Tamu, lalu bagian tanggul sepanjang kurang lebih 9 meter tidak lagi utuh. Rincian ini menjelaskan penyebab jebol tanpa menyebutkan faktor lain di luar keterangan pejabat BPBD.

Informasi mengenai kondisi hujan, peningkatan debit, dan arus yang menguat menjadi dasar penjelasan atas kejadian tersebut. M. Adam Hamdani menyampaikan bahwa hujan deras membuat debit Kali Sugu Tamu meningkat dan arusnya lebih kuat, hingga tembok pembatas aliran kali jebol. Uraian itu juga memperjelas bagian infrastruktur yang terdampak, yakni tembok pemisah aliran dengan panjang kerusakan sekitar 9 meter. Keterangan tersebut tidak merinci penyebab lain, sehingga faktor yang disebutkan tetap terbatas pada hujan berintensitas deras, kenaikan debit air, serta kuatnya arus kali. Informasi itu menjadi penjelasan mengenai bagaimana kerusakan tanggul terjadi, sekaligus menunjukkan bagian pembatas yang mengalami jebol di Kali Sugu Tamu.

Hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat genangan banjir sempat berdampak pada 113 rumah atau kepala keluarga di kawasan Cikaret, Cibinong. Jumlah warga yang terdampak diperkirakan mencapai 205 jiwa. Data tersebut disampaikan Adam sebagai gambaran awal mengenai cakupan dampak banjir setelah tanggul Kali Sugu Tamu jebol dan air menggenangi permukiman serta jalur di sekitarnya. Angka rumah atau kepala keluarga dan jumlah jiwa menggambarkan dua ukuran berbeda: unit tempat tinggal yang terdampak serta perkiraan orang yang berada di dalam kelompok terdampak. Keduanya menjadi dasar awal untuk memahami luasnya dampak kejadian.

Adam menegaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil perkiraan kaji cepat, bukan hasil pendataan akhir. Karena itu, jumlah 113 rumah atau kepala keluarga dan 205 jiwa perlu dipahami sebagai estimasi yang dihimpun dalam peninjauan awal BPBD. Kaji cepat biasanya berfungsi memberikan gambaran situasi agar penanganan dapat diarahkan sesuai kondisi yang terpantau. Data awal ini belum dengan sendirinya menjelaskan tingkat kerusakan pada setiap rumah, kebutuhan masing-masing warga, ataupun apakah seluruh penghuni mengalami dampak yang sama. Informasi tersebut memerlukan pendataan lebih rinci apabila dilakukan oleh petugas terkait. Penyebutan angka secara proporsional membantu publik memahami skala kejadian tanpa menganggap perkiraan awal sebagai jumlah final.

Cakupan terdampak yang dicatat BPBD juga menunjukkan bahwa peristiwa tersebut tidak hanya berkaitan dengan genangan di satu titik, tetapi menyentuh sejumlah rumah tangga di sekitar lokasi. Meski demikian, angka yang tersedia dalam kaji cepat tidak merinci sebaran setiap rumah maupun kondisi seluruh warga yang masuk dalam perkiraan tersebut. Oleh sebab itu, informasi mengenai dampak sebaiknya tetap merujuk pada keterangan Adam dan disampaikan dengan penanda bahwa jumlahnya masih berupa perkiraan. Pembaruan data, bila tersedia dari pendataan lanjutan, dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang warga terdampak serta kondisi tempat tinggal mereka. Untuk saat ini, angka tersebut menjadi catatan awal mengenai skala dampak banjir di kawasan Cikaret.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menangani banjir yang merendam permukiman di kawasan Cikaret, Cibinong. Petugas melakukan penyedotan air yang masuk ke rumah warga agar genangan di dalam bangunan dapat segera berkurang. Penanganan tersebut dilakukan setelah tanggul Kali Sugu Tamu jebol dan air meluap ke lingkungan sekitar. Upaya penyedotan menjadi bagian dari langkah untuk membantu warga mengurangi dampak banjir, terutama di rumah-rumah yang terdampak langsung.

Hingga malam hari, ketinggian genangan di permukiman berangsur surut. Seiring dengan berkurangnya air, warga mulai membersihkan rumah secara mandiri. Mereka menangani sisa air dan lumpur yang tertinggal di bagian rumah masing-masing setelah kondisi dinilai memungkinkan. Perubahan kondisi ini berlangsung setelah penanganan di lokasi dan surutnya genangan, meski warga masih perlu merapikan area terdampak. BPBD menangani genangan dengan menyedot air yang masuk ke rumah, sementara warga melanjutkan pembersihan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Selain permukiman, banjir juga terjadi di Jalan Raya Alfalah Cikaret, Kecamatan Cibinong. Genangan di ruas tersebut mencapai sekitar 45–50 sentimeter dan sempat membuat jalur alternatif Bogor–Depok tidak dapat dilalui kendaraan. Kondisi itu menghambat perjalanan pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut. Pengendara tidak dapat melewati ruas yang tergenang selama ketinggian air masih menutup permukaan jalan, sehingga akses dari jalur alternatif tersebut sempat terputus bagi kendaraan.

Staf Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, menyampaikan bahwa hujan deras dan pendangkalan saluran drainase menyebabkan genangan di jalan tersebut.

Baca juga: Perbaikan Tanggul Jebol di Gayo Lues Capai 80 Persen | Banjir Rendam Jalan Mayor Oking, Pengendara Motor Terdampak