Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Padang, Evakuasi Warga Masih Berlangsung

oleh -33 Dilihat
oleh
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Padang, Evakuasi Warga Masih Berlangsung

Padang | Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Sabtu siang, 10 Oktober, memicu banjir di sejumlah wilayah. Curah hujan yang berlangsung sejak siang membuat air menggenangi beberapa titik permukiman dan mengganggu aktivitas warga. Kondisi tersebut mendorong petugas serta pihak terkait untuk melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak.

Belasan orang dilaporkan terjebak di sejumlah lokasi dan membutuhkan pertolongan untuk keluar dari area yang terendam. Proses penyelamatan masih berlangsung hingga malam hari. Petugas berupaya menjangkau warga yang belum dapat meninggalkan tempat tinggal atau lokasi lain yang terdampak genangan.

Situasi di lapangan masih terus dipantau seiring berlangsungnya penanganan banjir. Evakuasi dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi masing-masing wilayah dan akses yang dapat dijangkau oleh petugas. Warga yang berada di kawasan terdampak juga diimbau mengikuti arahan selama proses penyelamatan berlangsung.

Hingga malam hari, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban dalam peristiwa tersebut. Data terkait dampak banjir masih menunggu pendataan dan pembaruan dari petugas di lapangan. Karena proses evakuasi belum selesai, informasi mengenai kondisi warga serta keseluruhan dampak kejadian masih dapat berubah.

Untuk sementara, perhatian utama diarahkan pada penyelamatan warga yang terjebak dan memastikan mereka dapat dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Perkembangan mengenai banjir di sejumlah wilayah Kota Padang akan mengikuti hasil penanganan serta laporan resmi dari pihak berwenang setelah proses evakuasi berlangsung lebih lanjut.

Kepala Badan Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang berdampak paling parah di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah. Keterangan tersebut disampaikan untuk menggambarkan wilayah yang mengalami genangan serta dampak paling berat di tengah proses evakuasi warga yang masih berlangsung.

Di Kecamatan Kuranji, kawasan Guo Lapau Munggu disebut sebagai titik dengan kondisi terparah. Wilayah tersebut menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena dampak banjir bandang dirasakan lebih berat dibandingkan sejumlah kawasan lain. Penyebutan Guo Lapau Munggu menjadi penanda penting dalam pemetaan daerah terdampak, terutama bagi upaya penanganan dan pemantauan yang dilakukan oleh petugas di lapangan.

Sementara itu, di Kecamatan Koto Tangah, lokasi yang disebut mengalami dampak berat meliputi Lumin Park dan Kampung Apa. Kedua wilayah tersebut termasuk area yang terdampak paling signifikan berdasarkan keterangan BPBD Kota Padang. Informasi mengenai lokasi-lokasi itu menjadi bagian dari laporan kondisi banjir serta dasar untuk menentukan perhatian dan langkah penanganan di wilayah terdampak.

Hendri Zulviton juga menegaskan bahwa banjir terjadi di daerah lain di Kota Padang. Namun, kondisi di daerah-daerah tersebut tidak separah yang terjadi di Guo Lapau Munggu, Lumin Park, dan Kampung Apa. Dengan demikian, Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah menjadi wilayah yang disebut paling parah terdampak, sementara penanganan di kawasan lain tetap dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing. Keterangan ini menegaskan perbedaan tingkat dampak banjir tanpa mengesampingkan adanya genangan di wilayah lainnya.

Kawasan perumahan Lumin Park di Lubuk Minturun kembali terendam banjir ketika proses evakuasi warga masih berlangsung. Peristiwa ini menambah catatan bencana serupa yang sebelumnya pernah terjadi di kawasan tersebut pada akhir November 2025. Kondisi terkini menjadi bagian dari laporan lapangan mengenai banjir yang merendam sejumlah wilayah di Padang.

Sejumlah video yang beredar memperlihatkan situasi warga terdampak di lingkungan perumahan tersebut. Dalam rekaman itu, sebagian warga tampak memilih naik ke loteng untuk menyelamatkan diri dari genangan. Dari tempat yang lebih tinggi, mereka berupaya bertahan sambil menunggu bantuan dan meminta pertolongan kepada tim SAR yang masih melakukan penanganan di lapangan.

Permintaan bantuan tersebut menunjukkan bahwa warga membutuhkan dukungan segera untuk keluar dari area yang terdampak. Proses evakuasi dilakukan seiring dengan pemantauan kondisi di lokasi, sementara petugas berupaya menjangkau warga yang masih berada di dalam rumah. Situasi setiap keluarga dapat berbeda, sehingga informasi dari lapangan menjadi penting bagi pelaksanaan evakuasi secara bertahap dan terarah.

Kembali terendamnya Lumin Park juga memperlihatkan bahwa kawasan ini kembali menghadapi ancaman banjir setelah kejadian pada akhir November 2025. Namun, informasi yang tersedia dalam laporan ini berfokus pada kondisi warga dan berlangsungnya upaya penyelamatan, bukan pada perincian jumlah rumah, jumlah pengungsi, lama genangan, maupun kerusakan yang ditimbulkan.

Selama evakuasi masih berjalan, perkembangan situasi di Lumin Park tetap menunggu pembaruan dari petugas dan sumber lapangan. Warga terdampak diharapkan dapat mengikuti arahan tim SAR serta memprioritaskan keselamatan diri ketika menunggu proses penjemputan. Rekaman warga yang meminta pertolongan menjadi gambaran mengenai kondisi darurat yang tengah dihadapi di kawasan perumahan tersebut.

Kondisi banjir di sejumlah wilayah Kota Padang masih belum sepenuhnya surut. Hingga perkembangan terakhir, ketinggian air masih cukup tinggi di beberapa titik sehingga mengganggu mobilitas warga dan arus transportasi. Sejumlah pengendara terpaksa mengurangi kecepatan, mencari jalur alternatif, atau menghentikan perjalanan karena ruas jalan yang dilalui tidak lagi aman untuk kendaraan. Situasi tersebut juga menyulitkan aktivitas masyarakat yang hendak keluar maupun masuk ke kawasan terdampak.

Jalan By Pass, tepat di depan Rumah Sakit Siti Rahma, dilaporkan tidak dapat dilalui. Air di lokasi itu terus meningkat sehingga kendaraan tidak bisa melintas secara normal. Pengguna jalan diminta tidak memaksakan diri melewati ruas tersebut untuk menghindari risiko kendaraan mogok maupun bahaya lain yang dapat muncul akibat arus dan kedalaman genangan. Petugas di lapangan juga perlu mengarahkan lalu lintas agar kepadatan tidak semakin parah di sekitar titik yang tertutup banjir.

Genangan dengan dampak serupa terlihat di depan Pemakaman Umum Tunggul Hitam. Kendaraan tidak dapat melintas, sehingga terjadi kemacetan panjang di kawasan tersebut. Kepadatan lalu lintas semakin menyulitkan proses pergerakan warga dan kendaraan penanganan menuju lokasi terdampak. Di tengah kondisi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim terkait memprioritaskan evakuasi warga yang terdampak banjir. Hendri menyatakan bahwa evakuasi menjadi prioritas utama dalam penanganan saat ini, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan segera. Berdasarkan perkembangan cuaca hingga pukul 19.00 WIB, hujan masih turun di sejumlah lokasi, meskipun di beberapa tempat mulai reda. Tim tetap memantau perubahan ketinggian air dan kondisi cuaca untuk menyesuaikan langkah evakuasi serta penanganan di lapangan.