Bantuan Lintas Rivalitas: Relawan PSIM Turun Tangan Usai Kecelakaan Suporter PSS

oleh -71 Dilihat
oleh
Bantuan Lintas Rivalitas: Relawan PSIM Turun Tangan Usai Kecelakaan Suporter PSS

Yogyakarta | Rombongan pendukung PSS Sleman mengalami kecelakaan di ruas Tol Ngawi–Caruban, Jawa Timur, pada Minggu pagi, 18 Oktober 2026. Kendaraan Toyota Hiace yang mereka tumpangi mengangkut 15 orang, termasuk pengemudi. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia, sementara belasan penumpang lainnya mengalami luka dan masih menjalani perawatan di RS Caruban. Informasi mengenai korban tersebut menjadi inti kabar duka yang menyertai perjalanan para pendukung tim asal Sleman itu.

Rombongan tersebut merupakan bagian dari Sleman Fans yang sedang menuju Surabaya. Tujuan perjalanan mereka adalah mendukung PSS dalam pertandingan melawan Persebaya pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027. Laga itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu sore di Stadion Gelora Bung Tomo. Perjalanan yang semula dilakukan untuk mengikuti pertandingan akhirnya diwarnai kecelakaan dan membawa dampak serius bagi para penumpang serta keluarga mereka.

Jumlah penumpang yang tercatat di dalam Toyota Hiace adalah 15 orang, dengan pengemudi termasuk dalam hitungan tersebut. Dari rombongan itu, empat orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka. Para korban yang terluka masih dirawat di RS Caruban. Rincian lebih lanjut mengenai keadaan masing-masing korban tidak disebutkan dalam informasi yang tersedia, sehingga kondisi mereka tidak dapat dijelaskan secara terpisah. Demikian pula, penyebab kecelakaan belum dipastikan dalam keterangan ini.

Peristiwa di Tol Ngawi–Caruban tersebut terjadi pada pagi hari, sebelum pertandingan PSS dan Persebaya digelar pada sore harinya. Kepergian Sleman Fans ke Surabaya mencerminkan perjalanan mereka untuk memberikan dukungan langsung kepada PSS, tetapi kecelakaan mengubah suasana perjalanan itu menjadi kabar duka. Fokus informasi yang disampaikan saat ini mencakup lokasi dan waktu kejadian, jumlah orang di dalam kendaraan, korban meninggal, serta penumpang terluka yang masih dirawat. Tidak ada rincian tambahan mengenai kronologi yang dapat dipastikan.

Setelah menerima laporan mengenai kecelakaan yang melibatkan suporter PSS, Bala Mataram Rescue (BMR), unit relawan suporter PSIM Yogyakarta, menindaklanjuti informasi tersebut dengan mengumpulkan dan memeriksa keterangan yang tersedia. Langkah awal ini dilakukan agar keputusan untuk membantu didasarkan pada informasi yang telah ditinjau, bukan semata-mata pada kabar awal yang belum terkonfirmasi. Respons tersebut memperlihatkan bahwa upaya kemanusiaan dapat berjalan melampaui rivalitas di kelompok suporter.

Koordinator BMR, Purna Tamtama, menjelaskan bahwa tim berkoordinasi di posko Jatimulyo. Di posko itu, para relawan menyatukan informasi yang diterima, mengasesmen data, lalu melakukan pengecekan silang sebelum menentukan tindakan. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses untuk memahami situasi dan kebutuhan di lokasi. Dengan demikian, pengiriman personel dan ambulans diputuskan setelah tim menelaah informasi yang ada, bukan secara tergesa-gesa.

Sesudah koordinasi dan pemeriksaan informasi, BMR memberangkatkan tiga personel bersama satu ambulans menuju lokasi kejadian. Kehadiran mereka dimaksudkan untuk mendukung proses evakuasi serta penanganan korban. Keterangan Purna menempatkan pengiriman tersebut sebagai tindak lanjut atas hasil koordinasi tim. Tidak ada rincian tambahan mengenai kondisi korban atau tindakan medis tertentu yang perlu diasumsikan; peran yang disebutkan adalah bantuan dalam evakuasi dan penanganan di lokasi.

Rangkaian respons ini menunjukkan pentingnya koordinasi dalam kerja relawan ketika menghadapi keadaan darurat. Penyatuan informasi dan pengecekan silang membantu tim menentukan dukungan yang dapat diberikan, sementara personel dan ambulans menjadi sumber bantuan langsung bagi proses penanganan. Dalam peristiwa yang melibatkan suporter dari klub berbeda, keputusan BMR untuk bergerak mencerminkan prioritas pada kebutuhan kemanusiaan. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung korban kecelakaan, tanpa menjadikan identitas klub sebagai batas kepedulian.

Rencana operasi relawan disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan yang ditemui di lokasi, bukan semata-mata berdasarkan perkiraan awal. Setibanya di area penanganan, tim berkoordinasi dengan relawan Brajamusti Jatim Squad yang berada di Caruban untuk mengetahui kondisi terkini serta bentuk bantuan yang diperlukan. Koordinasi ini membantu para relawan menentukan langkah secara tertib, sekaligus memastikan dukungan yang diberikan selaras dengan arahan petugas dan pihak rumah sakit. Dalam keadaan darurat, kebutuhan dapat berubah seiring perkembangan proses penanganan, sehingga komunikasi antartim menjadi bagian penting dari persiapan.

Ambulans BMR memiliki spesifikasi untuk mengangkut jenazah. Untuk memungkinkan peti jenazah masuk ke dalam kendaraan, tandu yang berada di ambulans dikeluarkan terlebih dahulu. Penyesuaian tersebut dilakukan sesuai kebutuhan penanganan di lapangan dan kapasitas kendaraan, bukan sebagai keputusan untuk mengabaikan kebutuhan korban selamat. Tim tetap mengikuti arahan rumah sakit dan siap membantu mengangkut korban yang selamat apabila diminta. Dengan demikian, penggunaan ambulans maupun perlengkapan di dalamnya dapat disesuaikan berdasarkan kondisi dan instruksi dari pihak yang berwenang menangani korban.

Di luar dukungan transportasi, relawan BMR juga tetap bersiaga di posko Jatimulyo. Kesiagaan itu diperlukan untuk mengantisipasi kebutuhan keluarga korban selama proses penanganan berlangsung. Bila diperlukan, relawan dapat membantu mengambil barang milik keluarga atau mengantarkan kebutuhan yang diperlukan, sesuai permintaan dan koordinasi di posko. Bantuan praktis tersebut menjadi bagian dari upaya meringankan beban keluarga yang tengah menghadapi situasi sulit, sekaligus melengkapi dukungan yang diberikan di lokasi kejadian. Relawan berencana tetap berada dalam kesiagaan hingga rangkaian penanganan selesai dan rekan-rekan mereka dapat pulang. Pengaturan ini memungkinkan bantuan disalurkan secara berkelanjutan tanpa mengganggu kerja petugas rumah sakit maupun tim lain. Setiap langkah tetap mengikuti kebutuhan nyata di lapangan, arahan rumah sakit, serta hasil komunikasi dengan relawan setempat. Melalui koordinasi tersebut, dukungan dapat diarahkan kepada pihak yang membutuhkan pada waktu yang tepat, baik untuk urusan pengangkutan maupun keperluan keluarga korban di posko.

Presiden Brajamusti, RM Satrio Wijayanto, menyampaikan belasungkawa kepada para korban kecelakaan suporter PSS Sleman dan keluarga yang terdampak. Ucapan duka tersebut disampaikan atas nama keluarga besar Brajamusti. Satrio menegaskan bahwa dalam situasi seperti ini, kemanusiaan harus menjadi yang utama, melampaui perbedaan maupun rivalitas di kelompok suporter. Ia juga menyampaikan bahwa duka yang dirasakan BCS, pendukung PSS, merupakan duka bersama. Pernyataan itu menyertai langkah relawan PSIM dan Brajamusti yang datang untuk membantu di lokasi setelah kecelakaan terjadi.

Selain menyampaikan simpati, pihak Brajamusti turut membantu proses evakuasi dan penanganan medis di lapangan. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung upaya menangani para korban dalam keadaan darurat, tanpa menjadikan latar belakang klub sebagai pertimbangan. Satrio menyampaikan bahwa kehadiran dan bantuan di lokasi merupakan bagian dari kepedulian terhadap sesama suporter yang sedang menghadapi musibah. Dalam kondisi ketika korban membutuhkan pertolongan, tindakan kemanusiaan menjadi hal yang perlu didahulukan. Ia berharap dukungan yang diberikan dapat membantu proses evakuasi serta penanganan korban sesuai kebutuhan di lapangan.

Satrio juga mengajak keluarga besar Brajamusti untuk bersama-sama mendoakan para pendukung PSS yang terdampak. Doa itu ditujukan bagi korban yang meninggal dunia, agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dalam menghadapi kehilangan, serta bagi para korban luka agar memperoleh penanganan dan dapat segera pulih. Ajakan tersebut menjadi bentuk kepedulian Brajamusti kepada keluarga dan komunitas suporter yang sedang berduka. Atas nama keluarga besar Brajamusti, Satrio kembali menyampaikan duka cita kepada seluruh korban dan keluarga terdampak, seraya menegaskan bahwa duka BCS adalah duka bersama dan kemanusiaan tetap menjadi yang utama.

Baca juga: Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Kecelakaan di Tol Ngawi–Kertosono | Kecelakaan Rombongan Suporter PSS di Tol Madiun, Empat Orang Meninggal | Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Kecelakaan di Tol Ngawi–Kertosono