Dari Bangkok ke Parung: Perjalanan Nivia Mengembangkan Kara Risoles Bersama Ibunya

oleh -61 Dilihat
oleh
Dari Bangkok ke Parung: Perjalanan Nivia Mengembangkan Kara Risoles Bersama Ibunya

Jakarta | Setelah lima tahun bekerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok, Nivia kembali ke Indonesia dan meneruskan karier di bidang IT support. Perubahan itu menandai babak baru dalam perjalanan profesionalnya, tetapi bukan berarti pengalaman kerja sebelumnya menjadi terpisah dari kehidupannya sekarang. Pengalaman menjalani pekerjaan kantor selama bertahun-tahun kini berdampingan dengan tanggung jawab baru di usaha keluarga. Tidak ada satu alasan kepulangan yang perlu disimpulkan di luar informasi yang tersedia; yang terlihat adalah langkah Nivia untuk kembali dan kemudian terlibat lebih jauh dalam Kara Risoles.

Sejak Juli, Nivia bergabung penuh waktu membantu ibunya, Ninda, mengembangkan usaha tersebut. Perannya bukan lagi sebatas memberi bantuan sesekali, melainkan menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari Kara Risoles. Ia kini menjalani pekerjaan yang ritmenya berbeda dari jadwal kantor dan tugas IT support. Di dalam usaha keluarga, pekerjaan berkaitan langsung dengan kebutuhan bisnis yang sedang dijalankan bersama ibunya. Peralihan ini membawa Nivia dari lingkungan kerja formal menuju keseharian wirausaha yang lebih dekat dengan proses pengembangan produk dan usaha.

Perbedaan ritme menjadi salah satu perubahan yang paling terasa. Rutinitas kantoran memiliki pola dan tuntutan tersendiri, sementara mengembangkan usaha bersama keluarga memberi ruang untuk menjalani hari dengan tempo yang lebih santai. Nivia menikmati perubahan tersebut. Menikmati ritme yang lebih longgar tidak berarti ia menganggap perjalanan membangun usaha tanpa tanggung jawab; ia tetap hadir penuh waktu untuk membantu Kara Risoles. Hanya saja, bentuk kesehariannya kini tidak sama dengan pekerjaan kantor yang ia jalani sebelumnya.

Keputusan Nivia untuk pulang dan bergabung dengan ibunya memperlihatkan pergeseran fokus karier: dari bekerja di luar negeri dan melanjutkan bidang IT support, menuju keterlibatan langsung dalam usaha keluarga di Indonesia. Ia menapaki peran baru itu dengan menikmati suasana kerja yang berbeda, sembari ikut mendorong Kara Risoles berkembang. Perjalanan dari Bangkok ke Parung bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perubahan dalam cara Nivia menjalani pekerjaan sehari-hari. Kini, ia membangun babak profesional berikutnya bersama Ninda, melalui usaha yang mereka kembangkan bersama dengan ritme yang terasa lebih santai baginya.

Kara Risoles dirintis oleh Nivia bersama ibunya, Ninda, sekitar dua tahun lalu. Usaha ini memadukan pengalaman dan keahlian keduanya dalam menjalankan kegiatan bisnis, dengan produksi yang berlokasi di Parung, Bogor. Dari tempat tersebut, Kara Risoles telah menjangkau konsumen di sejumlah wilayah. Di antaranya adalah Gajah Mada dan BSD, Tangerang. Jangkauan tersebut menunjukkan bahwa produk yang dibuat di Parung tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar tempat produksinya, tetapi juga telah sampai kepada konsumen di kawasan lain. Informasi ini menggambarkan perjalanan usaha mereka sejauh ini tanpa perlu mengandaikan rincian mengenai cara distribusi ataupun strategi yang digunakan.

Dalam kemitraan ibu dan anak ini, pengalaman Ninda di bidang konsultasi bisnis menjadi salah satu bekal penting. Ia telah bekerja sebagai konsultan bisnis selama lebih dari 30 tahun, sejak 1995. Pengalaman panjang tersebut menjadi bagian dari latar belakang yang dibawa Ninda ketika merintis Kara Risoles bersama Nivia. Sementara itu, Nivia berkontribusi dengan keahlian di bidang teknologi. Kedua bekal tersebut berbeda, tetapi saling melengkapi dalam kerja sama mereka. Ninda memiliki pengalaman profesional yang luas dalam konsultasi bisnis, sedangkan Nivia membawa sudut pandang dan kemampuan yang berkaitan dengan teknologi. Pembagian peran ini menjadi gambaran tentang kontribusi masing-masing dalam perjalanan usaha keluarga tersebut.

Perpaduan pengalaman dan keahlian itu hadir dalam usaha yang produksinya berlangsung di Parung, Bogor, dan konsumennya telah dijangkau di beberapa wilayah, termasuk Gajah Mada serta BSD di Tangerang. Bagi Ninda dan Nivia, Kara Risoles merupakan usaha yang mereka bangun bersama sekitar dua tahun lalu, dengan kontribusi yang berangkat dari latar belakang masing-masing. Kisah mereka memperlihatkan keterlibatan seorang ibu yang berpengalaman puluhan tahun sebagai konsultan bisnis dan seorang anak yang memiliki keahlian teknologi. Keduanya menjadi bagian dari perjalanan Kara Risoles, tanpa menghapus perbedaan pengalaman yang dimiliki. Dengan demikian, usaha ini dapat dipahami melalui kolaborasi Ninda dan Nivia serta hubungan lokasi produksi di Parung dan konsumen di sejumlah wilayah yang telah dijangkau.

Bagi Nivia, mengikuti bazar UMKM menjadi salah satu cara penting untuk mengenalkan Kara Risoles secara langsung kepada calon pelanggan. Ia membawa produknya ke berbagai acara dan berkesempatan bertemu orang-orang dengan selera serta latar belakang yang beragam. Di balik meja bazar, Nivia dapat menjelaskan pilihan rasa, mendengar tanggapan pembeli, dan melihat langsung respons mereka setelah mencicipi risoles. Interaksi semacam ini membuat kegiatan berjualan terasa menyenangkan sekaligus memberi masukan yang berguna untuk mengembangkan usaha bersama ibunya.

Pengalaman itu juga menuntut tenaga dan kesiapan. Nivia harus menyiapkan produk, membawa perlengkapan, melayani pengunjung, serta menjaga ketersediaan stok selama bazar berlangsung. Meski melelahkan, ia tetap menikmati kesempatan untuk berbincang dengan pelanggan dan memperkenalkan produknya secara langsung. Salah satu pengalaman yang membekas terjadi ketika ia membawa 200 risoles ke sebuah bazar. Dalam waktu singkat, lebih dari 130 risoles terjual. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengunjung tertarik mencoba pilihan rasa yang ditawarkan Kara Risoles.

Ragam rasa menjadi pembeda yang membantu produk ini menarik perhatian. Untuk pencinta rasa gurih, Kara Risoles menawarkan pilihan seperti beef truffle, bolognese, dan smoked beef mayo. Sementara itu, pelanggan yang menyukai rasa manis dapat memilih ubi ungu mozzarella, matcha, atau jasuke. Pilihan tersebut memberi pengunjung kesempatan untuk menemukan rasa yang sesuai dengan selera masing-masing, baik yang akrab maupun yang terasa lebih berbeda. Di bazar, Nivia dapat menjelaskan karakter setiap varian dan membantu pelanggan memilih sebelum membeli.

Tampilan produk juga dirancang agar mudah dikenali. Kulit risoles dibuat dalam beragam warna yang mengikuti isi atau varian di dalamnya. Dengan begitu, warna bukan sekadar hiasan, tetapi menjadi petunjuk visual bagi pelanggan ketika memilih produk. Cara ini membuat sajian terlihat menarik di meja bazar dan membantu membedakan rasa tanpa perlu menebak-nebak. Perpaduan pilihan gurih dan manis, tampilan berwarna, serta kesempatan berinteraksi langsung menjadikan bazar ruang pengenalan yang efektif bagi Kara Risoles. Bagi Nivia, setiap penjualan sekaligus menjadi peluang untuk membangun hubungan dengan pelanggan dan memperluas perhatian terhadap produknya.

Dalam memasarkan Kara Risoles, Nivia memanfaatkan Instagram, X, dan Threads untuk memperkenalkan produk serta menyampaikan informasi kepada calon pelanggan. Media sosial memberi usaha keluarga ini cara berkomunikasi langsung dengan orang-orang yang mungkin belum mengenal produknya. Unggahan dapat menjangkau pelanggan di luar lingkungan sekitar, sekaligus membantu menjaga perhatian terhadap usaha yang mereka bangun bersama.

Salah satu pengalaman yang dibagikan Nivia terjadi saat mereka mengikuti pameran di PIK 2. Situasi di lokasi sempat sepi dan pengunjung yang datang belum banyak. Nivia kemudian menulis unggahan di Threads untuk menceritakan keadaan tersebut. Setelah unggahan itu dibagikan, sejumlah pelanggan datang ke pameran, sementara yang lain memesan risoles melalui Grab. Bahkan, beberapa pelanggan kembali memesan pada hari terakhir acara. Pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana cerita sederhana di media sosial dapat mendorong orang untuk mencari produk, datang langsung, atau membeli secara daring.

Di luar promosi digital, Kara Risoles juga menjual produk melalui bazar dan layanan pesan antar, termasuk GrabFood, GoFood, serta ShopeeFood.

Baca juga: Kecelakaan Rombongan Pendukung PSS dalam Perjalanan ke Surabaya | Strategi Ratu Mengembangkan Bisnis Migas di Tengah Tantangan Akuisisi dan Eksplorasi | Hari Libur Tak Menghalangi Semangat, Mama-Mama Papua Ikut Bergotong Royong Bersama Satgas TMMD Ke-130