Dede Sunandar Jalani Pemeriksaan Lanjutan Setelah Tak Sadarkan Diri di Pertandingan Tinju

oleh -49 Dilihat
oleh
Dede Sunandar Jalani Pemeriksaan Lanjutan Setelah Tak Sadarkan Diri di Pertandingan Tinju

KOTA JAMBI, JAMBI — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Dede Sunandar sempat tidak sadarkan diri setelah terkena pukulan Vicky Prasetyo dalam pertandingan celebrity match yang berlangsung di GOR Kota Jambi pada Sabtu (3/10). Pertandingan tersebut menjadi bagian dari acara Kapolda Fighter Match dan mempertemukan Dede dengan Vicky dalam format dua lawan satu. Insiden itu segera menarik perhatian karena Dede terlihat terjatuh dan tidak memberikan respons setelah menerima pukulan di atas ring.

Peristiwa tersebut kemudian terekam dalam video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, Dede tampak terkapar sebelum akhirnya dibawa untuk mendapatkan penanganan di rumah sakit. Situasi tersebut membuat publik khawatir dan memunculkan banyak perhatian terhadap kondisi presenter sekaligus komedian itu setelah pertandingan. Informasi mengenai pemeriksaan lanjutan pun menjadi bagian dari perkembangan yang terus dipantau oleh masyarakat.

Meski demikian, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Dede sudah dapat kembali menjalani aktivitas pada Senin (5/10). Ia diketahui hadir dalam proses syuting program Pagi-Pagi Ambyar yang tayang di Trans TV. Kehadirannya di lokasi syuting memperlihatkan bahwa Dede telah mampu beraktivitas setelah kejadian di arena pertandingan, meskipun informasi tersebut tidak secara otomatis menjelaskan kondisi medisnya secara menyeluruh.

Dengan demikian, kabar mengenai Dede setelah insiden di atas ring masih menjadi perhatian, terutama karena sebelumnya ia sempat tidak sadarkan diri dan harus dibawa ke rumah sakit. Publik dapat mengikuti informasi berikutnya berdasarkan keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan serta kondisi terkini Dede. Untuk saat ini, fakta yang diketahui adalah ia telah menjalani aktivitas syuting pada Senin, dua hari setelah pertandingan berlangsung di GOR Kota Jambi.

Setelah menyelesaikan rangkaian syuting, Dede Sunandar kembali menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisinya setelah tidak sadarkan diri dalam pertandingan tinju. Kali ini, ia diantar Vicky ke rumah sakit untuk menjalani CT scan pada bagian kepala. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk melihat kemungkinan dampak yang muncul setelah kejadian di atas ring.

Sebelumnya, ketika masih berada di Jambi, Dede baru menjalani pemeriksaan terhadap paru-parunya. Pemeriksaan itu menjadi bagian dari upaya untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Namun, setelah menyelesaikan syuting dan kembali mendapat pendampingan, pemeriksaan lanjutan diarahkan pada bagian kepala karena Dede sempat kehilangan kesadaran dalam pertandingan.

Dede menyampaikan bahwa dirinya masih merasakan dampak dari kejadian tersebut. Ia menjelaskan, sejak mengalami insiden di pertandingan hingga tiba di rumah sakit, dirinya sempat mengalami blackout. Kondisi itu membuat pemeriksaan lebih lanjut diperlukan, meskipun Dede tetap berusaha menjalani aktivitas setelah menyelesaikan pekerjaan.

Dalam proses tersebut, Vicky turut mendampingi Dede dan mengantarnya ke rumah sakit. Pendampingan itu dilakukan agar Dede dapat segera memperoleh pemeriksaan medis yang dibutuhkan. CT scan kepala menjadi pemeriksaan penting untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi Dede setelah sempat tidak sadarkan diri.

Dede juga menyebut bahwa Vicky berada di sisinya selama proses pemeriksaan lanjutan. Keterangan tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan tidak hanya dilakukan berdasarkan keluhan sesaat, tetapi juga sebagai tindak lanjut atas blackout yang dialaminya setelah pertandingan. Hasil pemeriksaan CT scan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi kepala Dede dan menjadi pertimbangan bagi langkah perawatan berikutnya.

Pertandingan yang mempertemukan Vicky dengan Dede Sunandar dan Bedu menggunakan format yang berbeda dari laga tinju pada umumnya. Dalam pertandingan tersebut, Vicky menghadapi Dede dan Bedu secara bersamaan melalui skema dua lawan satu. Format itu membuat suasana di dalam arena berlangsung lebih dinamis karena setiap petinju harus memperhatikan pergerakan dua pihak sekaligus. Dede dan Bedu berada dalam satu tim, sedangkan Vicky menjadi lawan mereka dalam rangkaian pertandingan yang disaksikan penonton.

Setelah Dede tidak sadarkan diri dan harus menjalani pemeriksaan lanjutan, muncul anggapan dari sebagian netizen bahwa insiden tersebut telah diatur atau hanya merupakan settingan. Dede membantah dugaan itu. Ia menjelaskan bahwa pertandingan benar-benar berlangsung dan tidak ada rencana untuk menciptakan kejadian yang kemudian terjadi di atas ring. Menurutnya, tidak ada pihak yang sengaja menyusun skenario agar dirinya terkena pukulan hingga kehilangan kesadaran.

Dede menegaskan bahwa kerasnya pukulan dalam pertandingan tidak dapat diperkirakan. Meskipun laga tersebut berlangsung sebagai hiburan, kontak fisik tetap memiliki risiko, terutama ketika para peserta bergerak cepat dan berada dalam jarak dekat. Karena itu, dampak pukulan yang diterima seseorang bisa berbeda dari perkiraan, termasuk ketika pukulan tersebut mengenai bagian tubuh yang sensitif.

Ia juga menyampaikan bahwa ketika dirinya maju menghadapi Vicky, emosi Vicky kemungkinan masih terbawa oleh situasi sebelumnya bersama Bedu. Namun, Dede mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab pukulan itu kemudian mengenai dirinya. Ia tidak menyimpulkan bahwa Vicky sengaja mengincarnya, tetapi memilih menjelaskan peristiwa tersebut berdasarkan apa yang dirasakan dan dilihatnya saat pertandingan berlangsung.

Penjelasan itu disampaikan Dede untuk meluruskan persepsi publik mengenai insiden tersebut. Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menganggap pertandingan sebagai rekayasa hanya karena kejadian berlangsung secara dramatis. Bagi Dede, laga tersebut memang memiliki format dua lawan satu, berlangsung dengan kontak fisik nyata, dan membawa risiko yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh para peserta.

Dede Sunandar menjelaskan alasan dirinya tidak mengenakan pelindung kepala dalam pertandingan tinju tersebut. Menurut penuturannya, para peserta pada awalnya memang diminta menggunakan headguard sebagai perlengkapan keselamatan. Namun, Dede menganggap pertandingan itu hanya digelar untuk bersenang-senang dan membangun suasana hiburan, sehingga ia memilih tidak memakai pelindung kepala ketika naik ke atas ring.

Anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya sesuai dengan situasi yang kemudian berkembang di arena. Pertandingan berlangsung di hadapan penonton dengan suasana yang sangat meriah. Sorakan dan antusiasme yang muncul membuat laga terlihat lebih serius daripada perkiraan semula. Dalam kondisi tersebut, perlengkapan keselamatan tetap menjadi hal penting, terutama karena benturan dapat terjadi meskipun pertandingan pada awalnya dimaksudkan sebagai hiburan.

Momen ketika Dede tersungkur di pinggir ring dan tidak sadarkan diri pun segera menjadi perhatian. Petugas medis langsung memberikan penanganan untuk memastikan kondisinya, termasuk merawatnya di atas sebuah kursi. Kejadian itu kemudian menyebar luas melalui berbagai rekaman yang beredar, sehingga publik ikut mengikuti perkembangan kesehatannya setelah insiden tersebut.

Dalam video yang beredar, Vicky terlihat menangis histeris sambil memeluk tubuh dan wajah Dede. Ia terus berada di sisi Dede selama proses penanganan, berusaha mendampinginya hingga kesadarannya kembali. Setelah Dede sadar, Vicky juga tetap menemani dan mengantarnya menjalani pemeriksaan lanjutan. Rangkaian peristiwa itu menjadi bagian paling mengundang perhatian dari pertandingan, mulai dari keputusan tidak menggunakan pelindung kepala, Dede yang jatuh dan kehilangan kesadaran, hingga dukungan Vicky saat kondisi tersebut berlangsung.