Enam Aktivis Greenpeace Dievakuasi dari Monumen Selamat Datang

oleh -62 Dilihat
oleh
Enam Aktivis Greenpeace Dievakuasi dari Monumen Selamat Datang

Jakarta | Aparat menurunkan spanduk raksasa yang dibentangkan oleh koalisi aktivis Greenpeace Indonesia di Monumen Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Selasa pagi (20/10). Aksi memanjat monumen tersebut dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. Para aktivis membawa pesan mengenai keterkaitan krisis iklim dan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Spanduk berukuran besar itu dipasang pada salah satu ikon pusat Jakarta, sehingga pesannya dapat terlihat oleh warga dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. Aparat kemudian melakukan evakuasi terhadap enam aktivis yang berada di monumen serta menurunkan bentangan spanduk itu.

Spanduk berlatar kuning tersebut menyoroti bahwa bencana iklim yang semakin parah turut memperbesar beban ekonomi warga. Dampak perubahan iklim, menurut pesan yang disampaikan dalam aksi, tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan atau kejadian cuaca ekstrem. Krisis juga dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari, termasuk pengeluaran rumah tangga dan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Karena itu, para aktivis mendesak pemerintah mengambil langkah nyata untuk menurunkan biaya hidup. Pesan tersebut menghubungkan persoalan lingkungan dengan kesejahteraan, dengan menekankan bahwa kebijakan menghadapi krisis iklim perlu memperhitungkan dampaknya terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Perwakilan aktivis menyatakan bahwa krisis iklim mengancam akses warga terhadap hunian dan kehidupan yang layak. Pernyataan itu menempatkan kebutuhan dasar sebagai bagian penting dari pembahasan mengenai dampak iklim. Ketika bencana semakin parah, kelompok masyarakat yang rentan berisiko menghadapi tekanan lebih besar untuk mempertahankan tempat tinggal serta memenuhi kebutuhan hidup. Melalui aksi di Bundaran HI, koalisi berupaya menarik perhatian terhadap hubungan perlindungan lingkungan, biaya hidup, dan hak warga atas kehidupan yang layak. Tuntutan agar pemerintah bertindak nyata menjadi inti pesan yang disampaikan melalui spanduk tersebut. Penggunaan monumen dan lokasi yang ramai membuat isu itu hadir di ruang publik, sementara evakuasi dan penurunan spanduk mengakhiri aksi pagi tersebut.

Sekitar pukul 09.30 WIB, petugas kepolisian berupaya menertibkan atribut protes yang terpasang di Monumen Selamat Datang. Dalam upaya tersebut, sejumlah petugas memanjat tiang monumen untuk menjangkau dan melepas atribut yang berada di bagian atas. Penertiban berlangsung ketika beberapa aktivis Greenpeace masih bertahan di atas monumen, sehingga petugas juga perlu memastikan proses berjalan dengan memperhatikan keselamatan semua pihak.

Di tengah upaya petugas, para aktivis yang berada di atas monumen kemudian melepaskan spanduk protes. Situasi itu membuat polisi kembali menyampaikan imbauan agar mereka segera turun. Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold Hutagalung berulang kali meminta para aktivis mengutamakan keselamatan dan tidak mengambil risiko dengan tetap berada di ketinggian. Imbauan tersebut disampaikan selama proses penertiban berlangsung.

Reynold mengatakan polisi menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, ia juga mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi perlu memperhatikan lokasi dan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, Bundaran HI merupakan kawasan cagar budaya yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Karena itu, penggunaan monumen untuk memasang atribut protes perlu mempertimbangkan status kawasan tersebut serta upaya menjaga kelestariannya.

Polisi menyampaikan bahwa imbauan untuk turun tidak dimaksudkan untuk mengabaikan hak para aktivis dalam menyampaikan aspirasi. Petugas menekankan pentingnya keselamatan, terutama karena para aktivis berada di bagian atas monumen dan proses penertiban melibatkan petugas yang memanjat tiang. Pelepasan spanduk dan ajakan untuk turun menjadi bagian dari penanganan situasi di lokasi. Dengan meminta mereka segera turun, kepolisian berupaya mengakhiri aksi tanpa mengesampingkan perlindungan terhadap keselamatan maupun penghormatan atas kebebasan menyampaikan pendapat.

Proses evakuasi enam aktivis Greenpeace dari Monumen Selamat Datang dilakukan secara bertahap sekitar pukul 10.30 WIB. Petugas menurunkan mereka dari bagian atas monumen dengan menggunakan peralatan rope access, yakni perlengkapan untuk bergerak dan turun melalui tali. Tali pengaman dikaitkan pada kendaraan pemadam kebakaran yang berada di lokasi agar proses penurunan dapat berlangsung dengan terkendali.

Reynold menyebut seluruh aktivis yang berada di atas monumen berhasil dievakuasi. Mereka terdiri atas empat laki-laki dan dua perempuan. Setelah proses penurunan selesai, ia memastikan tidak ada aktivis yang tertinggal di bagian atas monumen. Evakuasi dilakukan satu per satu, sementara petugas di bawah bersiaga untuk membantu dan mengarahkan setiap orang yang telah mencapai permukaan.

Di para aktivis yang turun, seorang perempuan terlihat lemas. Setelah berada di bawah, ia dibawa menggunakan ambulans untuk memperoleh penanganan medis di Klinik Biddokkes Polda Metro Jaya. Langkah tersebut dilakukan setelah kondisi fisiknya tampak memerlukan perhatian lebih lanjut. Petugas kemudian mengumpulkan para aktivis yang sudah dievakuasi sebelum mengarahkan mereka ke ambulans kepolisian.

Para aktivis selanjutnya dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dengan demikian, proses penanganan setelah evakuasi tidak hanya mencakup bantuan medis bagi aktivis yang terlihat lemas, tetapi juga pendataan dan pemeriksaan terhadap seluruh orang yang diamankan dari lokasi. Penggunaan kendaraan pemadam kebakaran sebagai titik pengait peralatan rope access membantu petugas melakukan penurunan, sedangkan ambulans disiapkan untuk mendukung pemindahan para aktivis setelah mereka berkumpul di bawah monumen.

Rangkaian tersebut menandai berakhirnya keberadaan para aktivis di atas Monumen Selamat Datang. Petugas memastikan semua orang telah turun, memberikan perhatian kepada aktivis yang membutuhkan penanganan, lalu mengatur pengangkutan menuju fasilitas kepolisian. Informasi yang disampaikan Reynold menegaskan jumlah serta komposisi aktivis yang berhasil dievakuasi, sekaligus memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang masih berada di atas monumen setelah operasi berlangsung.

Aksi lingkungan di Monumen Selamat Datang berlangsung dalam situasi pengamanan yang diperketat di pusat ibu kota. Pengamanan tersebut berkaitan dengan rencana unjuk rasa untuk mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran. Sejumlah titik strategis di Jakarta menjadi perhatian menjelang kegiatan tersebut. Dengan demikian, peristiwa di kawasan monumen berlangsung bersamaan dengan persiapan aparat menghadapi agenda unjuk rasa di beberapa lokasi.

Dalam keterangan yang disampaikan Reynold, keenam aktivis Greenpeace telah dievakuasi dari monumen. Informasi itu menjadi salah satu keterangan mengenai penanganan aksi yang berlangsung di lokasi. Namun, catatan sumber juga menyebut bahwa penanganan terhadap aktivis yang masih berada di atas monumen masih berlangsung hingga siang hari. Kedua keterangan tersebut menggambarkan informasi yang tersedia pada waktu pelaporan, dan perlu disampaikan sebagaimana adanya.

Perbedaan waktu atau cakupan di keterangan evakuasi dan catatan mengenai penanganan yang masih berlangsung tidak dijelaskan dalam informasi yang tersedia. Karena itu, tidak ada dasar untuk menyimpulkan penyebab perbedaan tersebut atau menambahkan rincian mengenai urutan penanganan. Yang dapat dipastikan dari keterangan tersebut adalah Reynold menyatakan keenam aktivis sudah dievakuasi, sementara catatan lain menyebut proses terhadap aktivis yang masih berada di atas monumen belum selesai hingga siang hari.

Konteks pengamanan di pusat Jakarta tetap menjadi bagian penting dalam memahami suasana saat aksi berlangsung. Pengetatan dilakukan seiring rencana unjuk rasa evaluasi dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran di sejumlah titik strategis, bukan sebagai penjelasan tambahan mengenai proses evakuasi. Informasi yang tersedia tidak merinci langkah pengamanan, jumlah personel, maupun hubungan langsung rencana demonstrasi dan tindakan terhadap para aktivis.

Baca juga: Enam Aktivis Greenpeace Dipulangkan Setelah Pemeriksaan di Polda Metro Jaya | Spanduk Kritik Krisis Iklim di Bundaran HI Diturunkan, Aktivis Dievakuasi | KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Merak, Penumpang dan Kru Selamat