Erick Thohir Ajak Publik Ramaikan Kompetisi Sepak Bola Putri

oleh -274 Dilihat
oleh
Erick Thohir Ajak Publik Ramaikan Kompetisi Sepak Bola Putri

Jakarta | Kompetisi Liga Putri Indonesia atau Indonesian Women’s League (IWL) musim 2026/2027 resmi dimulai. Menyusul dimulainya liga, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengajak masyarakat yang sebelumnya menyuarakan harapan agar kompetisi sepak bola putri digelar untuk menunjukkan dukungan secara langsung. Ia meminta publik datang ke stadion dan menyaksikan pertandingan, bukan hanya menyampaikan dukungan dari luar lapangan. Ajakan tersebut disampaikan dalam acara pembukaan IWL di Stadion Madya, Jakarta, pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Erick berharap kehadiran penonton dapat menjadi bentuk dukungan nyata bagi klub-klub yang berlaga. Dukungan itu dinilai penting agar para pemain dan tim merasakan perhatian publik terhadap kompetisi yang mereka ikuti. Dengan menyaksikan pertandingan langsung, masyarakat juga dapat ikut membangun suasana kompetisi serta memberi semangat kepada para pemain. Pesan tersebut menempatkan penonton sebagai bagian dari ekosistem liga, seiring dimulainya kembali ajang sepak bola putri di tingkat nasional.

Perhatian publik, menurut harapan yang disampaikan Erick, juga dapat membantu mendorong perkembangan sepak bola putri Indonesia. Kompetisi yang mendapat dukungan penonton memberi ruang bagi klub dan pemain untuk tampil di hadapan masyarakat. Karena itu, ajakan untuk datang ke stadion ditujukan kepada mereka yang ingin sepak bola putri memiliki kompetisi berkelanjutan dan semakin berkembang. Dimulainya musim 2026/2027 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung pertandingan IWL, mendukung klub peserta, dan menunjukkan bahwa minat terhadap sepak bola putri dapat diwujudkan melalui kehadiran di tribun.

Sepak bola putri Indonesia telah cukup lama berjalan tanpa liga reguler yang menjadi wadah berkelanjutan bagi klub dan pemain. Dalam konteks itu, kehadiran Indonesia Women’s League (IWL) 2026/2027 menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali kompetisi antarklub secara teratur. IWL meneruskan tradisi Liga 1 Putri, yang terakhir kali digelar pada 2019. Jeda panjang sejak penyelenggaraan tersebut membuat kompetisi ini dinantikan, bukan hanya oleh pemain dan klub, tetapi juga oleh publik yang ingin melihat sepak bola putri berkembang dengan dukungan yang lebih luas. Keberlanjutan liga dapat memberi ruang bagi klub untuk bertanding secara konsisten dan membangun perhatian terhadap tim putri mereka.

Erick Thohir menilai antusiasme yang terlihat pada pekan pertama IWL 2026/2027 sebagai sinyal positif. Sambutan awal itu menunjukkan adanya minat publik terhadap kompetisi sepak bola putri, sekaligus memberi dorongan bagi penyelenggara dan peserta untuk menjaga momentum. Bagi Erick, perhatian pada tahap awal dapat menjadi dasar bagi perkembangan berikutnya, asalkan keterlibatan masyarakat tidak berhenti setelah kompetisi dimulai. Respons tersebut juga memperlihatkan pentingnya menghadirkan liga yang mampu menarik perhatian secara berkelanjutan. Karena itu, IWL diharapkan tidak hanya menjadi agenda pertandingan, melainkan ruang bagi sepak bola putri untuk kembali hadir secara teratur dalam perhatian publik.

Erick juga berharap klub-klub peserta mulai membangun basis suporter masing-masing. Dukungan yang tumbuh di sekitar setiap klub dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih dekat tim dan masyarakat, sekaligus memperkuat daya tarik kompetisi secara keseluruhan. Basis pendukung tidak terbentuk dalam waktu singkat; klub perlu merawat keterlibatan publik dan mengajak masyarakat mengikuti perjalanan timnya. Jika upaya itu dilakukan secara konsisten, dukungan terhadap sepak bola putri berpeluang berkembang dan berlanjut sepanjang musim, bukan hanya muncul pada awal liga. Harapan tersebut sejalan dengan tujuan menghadirkan kompetisi yang memiliki tempat kuat dalam ekosistem sepak bola nasional. Setelah jeda panjang, IWL menjadi kesempatan untuk membangun kembali kebiasaan mengikuti liga putri dan memperluas dukungan dari waktu ke waktu.

Erick Thohir menyampaikan bahwa PSSI bersama seluruh klub peserta memiliki komitmen untuk menjalankan kompetisi sepak bola putri selama lima tahun. Komitmen tersebut menjadi landasan bagi penyelenggaraan liga dalam periode yang telah disepakati. Dengan keterlibatan federasi dan klub, kompetisi diharapkan dapat berlangsung secara konsisten sesuai rentang waktu tersebut, sekaligus memberi ruang bagi para peserta untuk menjalani musim demi musim.

Kesediaan klub untuk turut menjalankan kompetisi menjadi bagian penting dari komitmen bersama itu. PSSI tidak berdiri sendiri dalam penyelenggaraan liga, sebab keberlangsungan kegiatan juga melibatkan klub-klub yang berpartisipasi. Pernyataan Erick menempatkan kedua pihak sebagai pihak yang berkomitmen menjalankan kompetisi selama lima tahun. Keterangan ini merujuk pada masa komitmen yang disebutkan, tanpa merinci kebijakan tambahan di luar periode tersebut.

Setelah lima tahun, penyelenggaraan liga akan dievaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya. Evaluasi tersebut menjadi agenda setelah masa komitmen berakhir, sehingga dapat digunakan untuk meninjau pelaksanaan kompetisi dan mempertimbangkan apa yang akan dilakukan berikutnya. Pernyataan mengenai evaluasi ini perlu dibaca sesuai konteksnya: sebagai rencana untuk menilai penyelenggaraan setelah periode lima tahun, bukan sebagai keputusan yang telah menetapkan apakah liga akan berlanjut atau berhenti.

Dengan demikian, dua hal yang disampaikan Erick memiliki tahapan berbeda. Pertama, PSSI dan seluruh klub peserta berkomitmen menjalankan kompetisi selama lima tahun. Kedua, setelah periode itu, penyelenggaraan akan dievaluasi guna menentukan langkah selanjutnya. Evaluasi tidak dengan sendirinya memastikan bentuk lanjutan kompetisi, karena keputusan mengenai langkah setelahnya belum dinyatakan sebagai hasil yang sudah ditetapkan. Pemahaman ini menjaga makna pernyataan tetap pada komitmen waktu dan rencana peninjauan yang disampaikan.

Perhatian Erick Thohir terhadap kompetisi sepak bola putri tidak hanya berkaitan dengan ajakan agar publik datang menyaksikan pertandingan. Keberlangsungan klub juga menjadi hal penting, sebab setiap peserta perlu memiliki kemampuan untuk mengikuti kompetisi secara konsisten. Sebuah turnamen yang berjalan baik membutuhkan klub yang dapat memenuhi kebutuhan penyelenggaraan sepanjang musim, bukan sekadar hadir pada awal kompetisi. Karena itu, kesiapan peserta menjadi bagian dari pertimbangan dalam merancang dan menjalankan liga. Dukungan terhadap sepak bola putri diharapkan tumbuh seiring tersedianya kompetisi yang dapat diikuti secara berkelanjutan oleh klub-klub peserta.

Dalam keterangannya, Erick menyampaikan bahwa PSSI tidak ingin muncul persoalan yang membuat klub terpaksa berhenti sebelum musim berakhir. Risiko semacam itu dapat mengganggu jalannya pertandingan dan merugikan klub maupun pemain yang telah mempersiapkan diri. Kehati-hatian PSSI dalam menyelenggarakan kompetisi dikaitkan dengan upaya menghindari kemungkinan tersebut. Penyelenggara perlu memperhatikan kondisi dan kemampuan klub agar partisipasi dapat dipertahankan sampai kompetisi selesai. Pendekatan ini menempatkan kesinambungan sebagai salah satu pertimbangan, sekaligus menunjukkan bahwa penyelenggaraan liga memerlukan perencanaan yang tidak hanya berfokus pada jadwal pertandingan.

Komitmen untuk membangun kompetisi selama lima tahun memberi ruang bagi klub dan penyelenggara untuk menumbuhkan fondasi yang lebih stabil dari waktu ke waktu. Keberlangsungan klub menjadi bagian penting dari komitmen itu, karena liga yang terus berjalan membutuhkan peserta yang mampu bertahan dan berpartisipasi secara teratur. Pada saat yang sama, kompetisi yang konsisten dapat menjadi kesempatan bagi publik untuk semakin mengenal sepak bola putri dan mendukung klub pilihannya. Harapannya, dukungan suporter berkembang seiring perjalanan liga, tanpa mengabaikan kesiapan peserta maupun kehati-hatian dalam penyelenggaraan. Dengan demikian, ajakan meramaikan pertandingan dan perhatian terhadap kemampuan klub berada dalam satu rangkaian upaya menjaga kompetisi tetap berjalan.

Baca juga: Dua Tewas setelah Truk Masuk ke Lapangan Sepak Bola Anak di Wichita