Fortu Digital Buka Kemitraan Layar Digital bagi Pengusaha Percetakan

oleh -128 Dilihat
oleh
Fortu Digital Buka Kemitraan Layar Digital bagi Pengusaha Percetakan

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Bisnis digital printing selama ini banyak bertumpu pada pesanan yang bersifat satu kali. Spanduk, banner, poster, stiker, dan materi promosi untuk kegiatan tertentu biasanya dipesan ketika sebuah usaha sedang mengadakan pembukaan toko, promosi musiman, pameran, atau acara komunitas. Setelah kebutuhan tersebut terpenuhi, belum tentu pelanggan kembali melakukan pemesanan dalam waktu dekat. Pola ini membuat pendapatan pengusaha percetakan cenderung bergantung pada volume order harian dan momentum promosi tertentu, sehingga arus kas dapat berubah-ubah mengikuti kondisi pasar.

Di sisi lain, perilaku pemilik merek dalam menjalankan promosi mulai mengalami perubahan. Persaingan yang semakin ketat mendorong perusahaan untuk mencari media yang mampu menyampaikan pesan secara lebih dinamis, mudah diperbarui, dan terlihat oleh audiens dalam waktu yang lebih lama. Sebagian anggaran promosi yang sebelumnya digunakan untuk mencetak materi statis mulai dialihkan ke layar digital di lokasi strategis, seperti pusat perbelanjaan, area perkantoran, ruang publik, gerai, dan titik dengan lalu lintas tinggi. Layar digital memungkinkan pengiklan menampilkan beberapa materi secara bergantian tanpa mencetak ulang setiap kali terdapat perubahan pesan.

Perubahan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengusaha percetakan. Ketika permintaan terhadap spanduk dan banner tidak selalu memberikan pemasukan berulang, pelaku usaha perlu mempertimbangkan model bisnis yang dapat menciptakan pendapatan lebih rutin. Pengalaman dalam melayani kebutuhan promosi, memahami karakter merek, serta memiliki jaringan pelanggan merupakan modal penting untuk memasuki layanan media digital. Namun, pengadaan perangkat, pemilihan lokasi, pengelolaan konten, dan penawaran kepada pengiklan membutuhkan perencanaan serta investasi yang tidak selalu mudah dilakukan secara mandiri. Kondisi inilah yang membuka ruang bagi kemitraan layar digital, sehingga pengusaha percetakan dapat memperluas layanan tanpa harus meninggalkan basis bisnis yang telah mereka bangun.

PT Fortu Digital Teknologi, yang dikenal sebagai Fortu Digital, melihat tantangan dalam industri percetakan dan digital printing sebagai peluang untuk membangun kerja sama yang lebih berkelanjutan. Perusahaan ini menawarkan skema kemitraan layar digital bagi pengusaha digital printing, sehingga hubungan yang selama ini berfokus pada penyelesaian pesanan dapat berkembang menjadi penyediaan layanan secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas penawaran kepada klien tanpa berhenti pada transaksi satu kali.

Fortu Digital menghadirkan gagasan tersebut dalam keikutsertaannya pada Allprint Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, yang berlangsung pada 7–10 Oktober 2026. Dalam pameran itu, perusahaan membawa sejumlah solusi, meliputi digital signage, interactive flat panel (IFP), dan videotron. Berbagai perangkat tersebut dapat menjadi bagian dari layanan yang ditawarkan pengusaha digital printing kepada klien, terutama ketika kebutuhan komunikasi visual harus disesuaikan secara berkala.

Melalui skema ini, layar tidak hanya dipandang sebagai produk yang dipasang lalu selesai, tetapi sebagai sarana layanan dengan konten yang dapat diperbarui secara berkala. Pengusaha digital printing dapat mempertahankan hubungan dengan klien melalui kebutuhan pengelolaan dan pembaruan materi pada layar. Dengan demikian, nilai kerja sama tidak berakhir ketika perangkat diserahkan, melainkan dapat berlanjut sesuai kebutuhan layanan yang disepakati.

CEO Fortu Digital, Jovian Alvin, menilai aset utama pengusaha digital printing adalah kepercayaan yang telah dibangun bersama klien. Karena itu, tujuan kemitraan ini bukan sekadar memperkenalkan perangkat layar digital, melainkan mengubah hubungan tersebut menjadi layanan jangka panjang. Kepercayaan yang sudah dimiliki pengusaha diharapkan menjadi dasar untuk menawarkan solusi baru, sekaligus menjaga kesinambungan interaksi dengan klien melalui layanan layar digital yang dapat diperbarui secara berkala.

Memasuki bisnis layar digital tidak selalu mudah bagi pengusaha percetakan. Selama ini, sebagian besar pelaku usaha lebih terbiasa menangani kebutuhan cetak, bahan promosi, dan produksi visual. Ketika beralih ke layar digital, mereka perlu memahami berbagai pilihan perangkat, seperti spesifikasi panel, tingkat kecerahan, ukuran, sistem kontrol, hingga kesesuaian produk dengan lokasi pemasangan. Pemilihan yang kurang tepat dapat memengaruhi kualitas tampilan, efisiensi penggunaan, serta kepuasan klien.

Hambatan lain muncul pada tahap instalasi dan pengoperasian. Layar digital memerlukan perencanaan teknis yang mencakup struktur penyangga, kelistrikan, koneksi data, konfigurasi perangkat lunak, serta pengujian sebelum digunakan. Pengusaha percetakan yang belum memiliki tenaga teknis khusus dapat mengalami kesulitan ketika harus menyusun solusi dari awal. Selain itu, layanan purnajual menjadi pertimbangan penting karena perangkat mungkin membutuhkan pemeliharaan, pemeriksaan berkala, pembaruan sistem, atau penanganan gangguan setelah terpasang.

Fortu Digital merancang skema kemitraan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pembagian peran yang jelas. Mitra bertanggung jawab atas kegiatan penjualan, pengenalan solusi kepada calon pelanggan, serta pengelolaan hubungan dengan klien di wilayah masing-masing. Posisi ini memungkinkan pengusaha percetakan memanfaatkan jaringan bisnis, pengalaman pemasaran, dan kepercayaan pelanggan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Di sisi lain, Fortu Digital menyediakan produk layar digital sekaligus dukungan teknis yang diperlukan dalam proses penawaran dan pelaksanaan proyek. Dukungan tersebut dapat mencakup konsultasi pemilihan perangkat, penyusunan solusi, panduan instalasi, konfigurasi, serta bantuan purnajual sesuai kebutuhan proyek. Dengan pola kerja sama ini, mitra tidak perlu menangani seluruh aspek teknis seorang diri. Mereka dapat berfokus pada pengembangan pasar dan pelayanan klien, sementara Fortu Digital mendukung aspek produk dan teknis. Pembagian tanggung jawab tersebut menciptakan proses kerja yang lebih terarah, mengurangi hambatan saat memulai, dan membuka peluang bagi pengusaha percetakan untuk memperluas layanan tanpa membangun infrastruktur teknis secara mandiri sejak awal.

Fortu Digital memperkuat kiprahnya di industri solusi layar digital dengan dukungan kehadiran di tiga kota, yaitu Jakarta, Medan, dan Bali. Jaringan kantor tersebut menjadi dasar bagi perusahaan dalam memahami kebutuhan klien dari berbagai wilayah sekaligus memberikan pendampingan yang lebih dekat. Selama beroperasi, Fortu Digital telah melayani klien dari sejumlah sektor, sehingga memiliki pengalaman untuk merancang solusi digital yang relevan dengan karakteristik setiap industri.

Dalam portofolio perhotelan, Fortu Digital telah menangani kebutuhan dari sejumlah nama, lain The Westin, Hotel Tentrem, dan Grand Mercure. Pengalaman ini mencakup pemahaman terhadap kebutuhan komunikasi visual, penyampaian informasi kepada tamu, serta penguatan pengalaman pengunjung di lingkungan hotel. Di sektor kesehatan, Fortu Digital juga memiliki pengalaman melalui layanan untuk RS Mitra Keluarga. Sementara itu, portofolio korporasi mencakup PT PLN, Honda Motors, dan PT Denso Indonesia.

Rangkaian pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi mitra ketika menawarkan solusi layar digital kepada calon klien pada segmen yang serupa. Mitra dapat memanfaatkan pemahaman Fortu Digital mengenai kebutuhan perhotelan, fasilitas kesehatan, maupun lingkungan korporasi sebagai bahan awal dalam menyusun pendekatan penjualan. Referensi portofolio juga membantu mitra menjelaskan penerapan solusi secara lebih konkret, sesuai tantangan komunikasi dan operasional yang dihadapi calon pelanggan.

Jovian menyampaikan bahwa Fortu Digital ingin tumbuh bersama mitra di banyak kota. Menurutnya, mitra memiliki peran penting karena memahami karakter pasar lokal, jaringan bisnis, serta kebutuhan pelanggan di wilayah masing-masing. Kolaborasi pengalaman teknis Fortu Digital dan wawasan lokal mitra diharapkan dapat membuka peluang kemitraan yang lebih luas. Selama pameran berlangsung, pengunjung dan calon mitra dapat menemui Fortu Digital di booth B3L008, Hall B3, untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai peluang kerja sama dan solusi layar digital yang ditawarkan.