GPM Serentak Jangkau 38 Provinsi, Bulog Perluas Akses Pangan Terjangkau

oleh -42 Dilihat
oleh
GPM Serentak Jangkau 38 Provinsi, Bulog Perluas Akses Pangan Terjangkau

Makassar | Perum Bulog mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) nasional pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan ini digelar serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia 2026. Cakupan tersebut menegaskan bahwa GPM merupakan agenda berskala nasional, yang melibatkan berbagai wilayah dan masyarakat, bukan kegiatan yang hanya berlangsung di satu kota. Pelaksanaan serentak diharapkan memperluas jangkauan upaya menghadirkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Dukungan Bulog dalam kegiatan ini sejalan dengan perannya membantu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Melalui GPM, warga di berbagai daerah dapat mengakses bahan pangan yang disediakan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran program di banyak provinsi dan kabupaten/kota juga memungkinkan masyarakat memperoleh manfaat tanpa harus bergantung pada satu lokasi penyelenggaraan. Dengan demikian, pelaksanaan nasional ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan akses pangan kepada konsumen di berbagai wilayah, termasuk di luar pusat-pusat perkotaan.

GPM yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia turut memberi perhatian pada pentingnya pangan yang cukup dan terjangkau. Pelaksanaan serentak menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi Bulog dan unsur terkait di daerah dalam mendukung kelancaran kegiatan. Jangkauan hingga 514 kabupaten/kota memperlihatkan luasnya cakupan penyelenggaraan, sementara keterlibatan 38 provinsi menunjukkan bahwa upaya tersebut dilakukan lintas wilayah. Informasi mengenai pelaksanaan di tingkat setempat dapat membantu masyarakat mengetahui lokasi kegiatan dan ketersediaan pangan yang ditawarkan. Dengan cakupan nasional ini, GPM diharapkan membuka akses yang lebih merata bagi masyarakat untuk mendapatkan pangan dengan harga terjangkau, sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas pangan di berbagai daerah.

Gerakan Pangan Murah (GPM) dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Melalui kegiatan ini, berbagai komoditas kebutuhan pokok dapat diakses secara lebih mudah, sehingga warga memiliki pilihan belanja yang sesuai dengan kemampuan rumah tangga. Kehadiran GPM secara serentak di 38 provinsi memperluas jangkauan upaya tersebut dan mendekatkan layanan pangan kepada masyarakat di berbagai daerah.

Akses terhadap pangan dengan harga wajar berkaitan erat dengan daya beli. Ketika harga kebutuhan pokok meningkat, pengeluaran rumah tangga dapat bertambah dan kemampuan memenuhi kebutuhan lain menjadi terbatas. Karena itu, GPM berperan sebagai salah satu langkah untuk meringankan tekanan tersebut, khususnya dengan menyediakan pilihan pembelian yang lebih terjangkau. Upaya ini tidak menggantikan mekanisme pasar, tetapi melengkapi langkah pemerintah dalam menjaga agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

GPM juga mendukung pengendalian inflasi pangan. Perubahan harga komoditas dapat dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan kondisi permintaan di suatu wilayah. Dengan menghadirkan pangan kepada konsumen melalui kegiatan pasar murah, pemerintah berupaya membantu menjaga keterjangkauan harga sekaligus merespons kebutuhan masyarakat. Dampak yang berkelanjutan tetap memerlukan pemantauan terhadap pasokan dan perkembangan harga di berbagai daerah.

Dukungan Bulog dalam pelaksanaan GPM mencerminkan komitmen untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Peran tersebut menjadi bagian dari upaya yang lebih luas agar ketersediaan komoditas tetap terjaga dan dapat menjangkau masyarakat. Dalam konteks ini, GPM bukan hanya kegiatan penjualan, melainkan juga wujud sinergi pemerintah, Bulog, dan para pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi antarpihak diperlukan agar pelaksanaan program dapat disesuaikan dengan kebutuhan setempat, termasuk dalam penyediaan komoditas dan pengaturan distribusi.

Melalui kerja bersama, perluasan akses pangan terjangkau diharapkan berjalan seiring dengan perlindungan daya beli dan pengendalian gejolak harga. Cakupan lintas provinsi menunjukkan pentingnya koordinasi nasional, sementara pelaksanaan yang memperhatikan kondisi daerah membantu memastikan manfaatnya lebih relevan bagi warga. Konsistensi menjaga pasokan, memantau harga, dan memperkuat kolaborasi akan menjadi unsur penting dalam mendukung stabilitas pangan.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berlangsung di dua titik agar masyarakat dapat menjangkau kegiatan dari lokasi yang berbeda. Kegiatan digelar di Kantor Kecamatan Tallo dan kawasan PD Pasar Makassar Raya. Pemilihan kedua tempat tersebut menghadirkan layanan pangan terjangkau di lingkungan pemerintahan kecamatan sekaligus di kawasan pasar, yang menjadi salah satu pusat aktivitas warga. Kehadiran GPM di Makassar merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Di kedua lokasi, kegiatan menghadirkan 27 tenda penjualan komoditas pangan. Tenda-tenda tersebut menjadi tempat masyarakat memperoleh beragam kebutuhan pokok melalui kegiatan yang melibatkan berbagai mitra dan pelaku usaha lokal. Keterlibatan sejumlah pihak mendukung penyediaan komoditas sekaligus membantu pelaksanaan penjualan di lapangan. Dengan melibatkan pelaku usaha setempat, GPM juga menghubungkan penyelenggara, mitra, dan masyarakat dalam satu kegiatan distribusi pangan yang lebih dekat dengan lingkungan warga.

Pengunjung dapat mendatangi titik kegiatan yang paling mudah dijangkau untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Keberadaan tenda penjualan di Kantor Kecamatan Tallo dan kawasan PD Pasar Makassar Raya memberi pilihan lokasi bagi warga Makassar yang ingin memanfaatkan kegiatan tersebut. Skala pelaksanaan melalui 27 tenda menunjukkan adanya dukungan bersama untuk menyediakan komoditas pangan dalam kegiatan ini. Selain membantu masyarakat mengakses bahan pangan dengan harga yang lebih ringan, pelaksanaan di dua titik tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi mitra dan pelaku usaha lokal dalam menjangkau warga. Melalui penyelenggaraan di lokasi yang dekat dengan aktivitas masyarakat, GPM di Makassar berupaya membuat kebutuhan pokok lebih mudah diperoleh, sekaligus memperluas manfaat kegiatan pangan murah bagi warga di sekitar kedua lokasi.Dalam rangkaian Gerakan Pangan Murah (GPM) di Makassar, Bulog menghadirkan kegiatan Bulog Peduli sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pangan. Melalui kegiatan ini, Bulog menyalurkan 300 paket beras premium. Penyaluran tersebut melengkapi layanan pangan terjangkau yang tersedia dalam pelaksanaan GPM, sekaligus menjadi bentuk dukungan sosial bagi warga yang hadir di lokasi kegiatan.

Selain bantuan dari Bulog, ID Food membagikan 1.000 voucher belanja. Kehadiran voucher tersebut menjadi bagian lain dari rangkaian Bulog Peduli dan memperluas pilihan dukungan yang diberikan kepada masyarakat. Dengan demikian, kegiatan di Makassar mencakup penyaluran paket beras premium oleh Bulog serta pembagian voucher belanja oleh ID Food. Kedua bentuk kontribusi itu disampaikan dalam pelaksanaan GPM, yang berfokus pada kemudahan akses terhadap kebutuhan pangan.

Pelaksanaan GPM di Makassar turut ditinjau oleh Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Ito Hediarto. Ia meninjau kegiatan bersama Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani. Peninjauan tersebut juga dihadiri Pemimpin Wilayah Bulog Sulawesi Selatan dan Barat, jajaran Pemerintah Kota Makassar, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Kehadiran para pejabat dan pihak terkait itu berlangsung dalam rangkaian kegiatan di lokasi GPM.

Rangkaian bantuan sosial dan peninjauan pejabat menjadi bagian dari pelaksanaan GPM di Makassar. Informasi mengenai penyaluran 300 paket beras premium dan pembagian 1.000 voucher belanja menunjukkan kontribusi Bulog dan ID Food dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, kehadiran perwakilan Bapanas, Bulog, pemerintah kota, dan pemangku kepentingan terkait menandai keterlibatan berbagai pihak di lokasi. Kegiatan ini menggabungkan layanan pangan terjangkau dengan dukungan sosial bagi masyarakat yang mengikuti GPM.

Baca juga: GPM Surabaya Tawarkan Pangan Terjangkau Jelang Nataru 2026–2027 | Pergeseran ke Kendaraan Listrik Menekan LCGC, Gaikindo Bahas Arah Mobil Terjangkau | Produksi Pangan Menguat, Pengadaan Beras Bulog Lampaui Target Pemerintah