Indonesia Diproyeksikan Menjadi Negara dengan Pertumbuhan UHNWI Tercepat hingga 2031

oleh -70 Dilihat
oleh
Indonesia Diproyeksikan Menjadi Negara dengan Pertumbuhan UHNWI Tercepat hingga 2031

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan pertumbuhan populasi ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) paling cepat di dunia dalam lima tahun ke depan. Berdasarkan proyeksi hingga 2031, jumlah individu dalam kelompok tersebut diperkirakan meningkat sebesar 82 persen. Perkiraan ini menempatkan Indonesia di posisi pertama dalam daftar negara dengan pertumbuhan populasi orang superkaya tertinggi secara global.

Istilah UHNWI merujuk pada individu yang memiliki kekayaan bersih lebih dari 30 juta dolar AS. Kelompok ini mencakup pemilik perusahaan besar, investor, serta individu dengan aset bernilai tinggi yang tersebar di berbagai instrumen, seperti properti, saham, dan kepemilikan bisnis. Pertumbuhan populasi UHNWI kerap dipandang sebagai salah satu indikator meningkatnya akumulasi kekayaan dan berkembangnya aktivitas ekonomi di suatu negara.

Proyeksi kenaikan 82 persen bagi Indonesia menunjukkan bahwa negara ini berpotensi mengalami pertambahan populasi orang dengan kekayaan ekstrem yang lebih cepat dibandingkan negara-negara lain. Posisi tersebut juga memperlihatkan besarnya peluang pertumbuhan kekayaan di pasar Indonesia hingga awal dekade berikutnya. Meski demikian, proyeksi ini menggambarkan laju pertumbuhan, bukan jumlah keseluruhan UHNWI yang berada di Indonesia.

Arab Saudi dan Polandia menyusul di belakang Indonesia, dengan proyeksi pertumbuhan populasi UHNWI masing-masing lebih dari 60 persen hingga 2031. Vietnam juga diperkirakan mencatat perkembangan yang kuat, dengan kenaikan hampir 60 persen. Perbandingan tersebut menegaskan bahwa negara-negara di Asia dan kawasan dengan ekonomi yang sedang berkembang menjadi pusat perhatian dalam peta pertumbuhan individu superkaya dunia. Indonesia, dengan proyeksi tertinggi, menjadi salah satu pasar yang perlu diperhatikan oleh sektor pengelolaan kekayaan, perbankan privat, properti, dan investasi.

Jumlah individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi atau ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) di dunia menunjukkan peningkatan yang jelas dalam kurun waktu lima tahun. Berdasarkan Wealth Sizing Model terbaru dari Knight Frank, jumlah UHNWI global tercatat mencapai 713.626 orang pada 2026. Angka tersebut mencakup individu dengan kekayaan bersih minimal 30 juta dolar AS, termasuk nilai aset yang menjadi bagian dari pengukuran model tersebut.

Jika dibandingkan dengan kondisi pada 2021, jumlah itu meningkat sebanyak 162.191 orang. Pada tahun tersebut, populasi UHNWI dunia tercatat sebanyak 551.435 orang. Perbedaan kedua angka tersebut menggambarkan bertambahnya jumlah individu yang berada di kelompok kekayaan tertinggi secara global dalam periode lima tahun yang sama.

Kenaikan tersebut setara dengan rata-rata 89 orang setiap hari yang menembus batas kekayaan 30 juta dolar AS selama periode tersebut. Perhitungan ini memberikan gambaran mengenai laju pertumbuhan populasi UHNWI dunia, tanpa mengubah angka total yang tercatat dalam model Knight Frank.

Data ini berasal dari Wealth Sizing Model yang telah direvisi dan diperluas dalam edisi ke-20. Pembaruan tersebut memperlihatkan perubahan distribusi kekayaan global dalam beberapa tahun terakhir melalui cakupan pengukuran yang lebih luas. Dengan demikian, model ini tidak hanya menyajikan jumlah UHNWI pada satu titik waktu, tetapi juga memungkinkan perbandingan perkembangan populasi tersebut 2021 dan 2026.

Perbandingan lima tahun itu menunjukkan bahwa kelompok UHNWI menjadi lebih besar secara global. Dari 551.435 orang pada 2021 menjadi 713.626 orang pada 2026, penambahan 162.191 individu menegaskan perubahan skala populasi pemilik kekayaan bersih sangat tinggi. Angka rata-rata 89 orang per hari juga membantu menerjemahkan pertumbuhan kumulatif tersebut ke dalam ukuran yang lebih mudah dipahami, dengan menggunakan ambang kekayaan 30 juta dolar AS sebagai patokan.

Amerika Serikat menjadi negara dengan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan jumlah individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi atau ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) dalam lima tahun terakhir. Sebanyak 41 persen UHNWI baru yang tercipta selama periode tersebut berasal dari Amerika Serikat. Angka ini menegaskan kuatnya peran ekonomi terbesar dunia itu dalam menghasilkan kekayaan pada kelompok individu dengan aset yang sangat besar.

Peningkatan tersebut juga tercermin dari perubahan porsi Amerika Serikat terhadap jumlah UHNWI global. Pada 2021, negara ini menyumbang sekitar 33 persen dari total UHNWI dunia. Porsinya kemudian meningkat menjadi 35 persen pada 2026 dan diproyeksikan kembali naik hingga 41 persen pada 2031. Kenaikan ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat diperkirakan tetap menjadi pusat utama penciptaan kekayaan dalam beberapa tahun mendatang.

Dominasi Amerika Serikat didukung oleh berbagai faktor, termasuk kedalaman pasar modal, perkembangan sektor teknologi, kapasitas inovasi, serta keberadaan perusahaan-perusahaan besar dengan valuasi tinggi. Ekosistem bisnis yang matang memungkinkan penciptaan kekayaan berlangsung melalui kepemilikan saham, kewirausahaan, investasi, dan pertumbuhan nilai perusahaan. Kondisi tersebut turut memperkuat daya tarik negara itu bagi investor dan pelaku usaha global.

China berada di posisi kedua sebagai pusat penciptaan kekayaan terbesar. Negara tersebut tetap memiliki basis UHNWI yang besar, tetapi porsinya terhadap total global menunjukkan kecenderungan menurun. Kontribusi China turun dari 18 persen pada 2021 menjadi 17 persen pada 2026, dan diperkirakan kembali menyusut menjadi 15 persen pada 2031. Perubahan ini tidak serta-merta menunjukkan penurunan jumlah UHNWI di China, melainkan mencerminkan pertumbuhan yang lebih cepat di Amerika Serikat dan sejumlah negara lain. Dengan demikian, persaingan dalam pembentukan kekayaan global diperkirakan semakin dinamis hingga 2031.

Perubahan distribusi populasi ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) global menunjukkan menguatnya posisi India dalam peta kekayaan dunia. Lima tahun sebelumnya, India menyumbang sedikit di atas 2 persen dari total populasi UHNWI global. Pada 2026, porsinya meningkat menjadi 2,8 persen. Kenaikan ini mencerminkan bertambahnya jumlah individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi di negara tersebut, sekaligus memperbesar peran India dalam distribusi kekayaan global.

Jumlah UHNWI India diproyeksikan meningkat dari 19.877 orang pada 2026 menjadi 25.217 orang pada 2031. Pertumbuhan tersebut menempatkan India sebagai salah satu negara dengan prospek peningkatan populasi UHNWI yang menonjol dalam periode proyeksi. Perubahan jumlah dan porsi ini menjadi indikator bahwa konsentrasi kekayaan di luar pusat-pusat tradisional mulai memperoleh bobot yang lebih besar.

Timur Tengah juga memperlihatkan peningkatan porsi dalam distribusi UHNWI global. Dalam lima tahun terakhir, kontribusi kawasan tersebut naik dari 2,4 persen menjadi 3,1 persen. Porsi itu diperkirakan bertahan pada 3,1 persen hingga 2031. Pada tahun tersebut, jumlah UHNWI di Timur Tengah diperkirakan mencapai 28.956 orang. Stabilnya porsi kawasan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi UHNWI berlangsung sejalan dengan perkembangan populasi UHNWI global secara keseluruhan.

Selain India dan Timur Tengah, sejumlah negara Eropa turut masuk dalam daftar wilayah dengan proyeksi pertumbuhan UHNWI yang cukup tinggi. Swedia, Rumania, dan Yunani termasuk di antaranya. Daftar proyeksi tersebut mencakup 20 negara. Namun, cakupan data Knight Frank hanya memasukkan negara-negara yang memiliki lebih dari 500 UHNWI pada 2026. Batasan ini penting diperhatikan agar perbandingan pertumbuhan dibaca dalam konteks negara yang telah memiliki basis populasi UHNWI cukup besar, bukan sebagai gambaran seluruh negara di dunia.