Jejak Prabowo Subianto: Dari Akademi Militer hingga Memimpin Indonesia

oleh -535 Dilihat
oleh
Jejak Prabowo Subianto: Dari Akademi Militer hingga Memimpin Indonesia

Jakarta | Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto genap berusia 75 tahun. Ia lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, sehingga tanggal tersebut menandai perjalanan hidupnya sejak kelahiran hingga memasuki usia tujuh puluh lima. Informasi mengenai tanggal dan tempat lahir ini menjadi titik awal untuk mengenal latar belakang pribadi Prabowo sebelum menelusuri perjalanan karier dan kiprahnya dalam kehidupan publik Indonesia.

Prabowo berasal dari keluarga yang memiliki latar intelektual dan dikenal melalui kiprah ayahnya, Soemitro Djojohadikoesoemo. Soemitro merupakan seorang ekonom, sementara ibunya bernama Dora Marie Sigar. Kedua nama tersebut menjadi bagian penting dari riwayat keluarga Prabowo. Latar keluarga ini memberi konteks mengenai lingkungan tempat ia tumbuh, tanpa dengan sendirinya menjelaskan seluruh pilihan, pandangan, ataupun perjalanan hidup yang kemudian ditempuhnya.

Dalam susunan keluarganya, Prabowo adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Posisi tersebut menempatkannya di saudara-saudaranya dalam sebuah keluarga dengan empat anak. Keterangan tentang urutan kelahiran ini melengkapi informasi mengenai orang tuanya dan membantu menyusun gambaran dasar tentang keluarganya. Dengan demikian, identitas Prabowo tidak hanya berkaitan dengan jabatan publik yang kelak diemban, tetapi juga dengan asal-usul dan struktur keluarga tempat ia dilahirkan.

Data mengenai kelahiran, orang tua, dan jumlah saudara merupakan unsur biografis yang sederhana, tetapi berguna sebagai landasan untuk memahami kisah seseorang secara lebih utuh. Prabowo lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, sebagai putra Soemitro Djojohadikoesoemo dan Dora Marie Sigar, serta anak ketiga dari empat bersaudara. Pada 17 Oktober 2026, ia mencapai usia 75 tahun. Rangkaian informasi ini memberikan pengantar faktual tentang keluarga dan awal kehidupan Presiden Prabowo Subianto.

Masa kecil Prabowo Subianto berlangsung di tengah pengalaman hidup di beberapa negara. Dalam perjalanan masa mudanya, ia pernah tinggal di Singapura, Hong Kong, Malaysia, Swiss, dan Inggris. Perpindahan tempat tinggal tersebut membawanya mengenal lingkungan sosial serta kebudayaan yang berbeda-beda sejak usia dini. Catatan mengenai masa kecilnya menyebut negara-negara itu sebagai bagian dari pengalaman hidupnya, tanpa perlu mengaitkannya dengan alasan tertentu. Dengan demikian, kisah awal kehidupannya dapat dipahami sebagai rangkaian pengalaman lintas negara yang mendahului pendidikan militernya di Indonesia.

Pengalaman tinggal di luar negeri juga berkaitan dengan kemampuannya menggunakan sejumlah bahasa. Prabowo disebut fasih berbahasa Inggris, Prancis, Belanda, dan Jerman. Bahasa-bahasa tersebut mencerminkan ragam lingkungan yang pernah ditemuinya, meskipun tidak setiap bahasa harus dipasangkan dengan negara tempat ia tinggal. Penguasaan bahasa asing menjadi salah satu unsur dalam latar belakang pribadinya sebelum menempuh karier militer. Namun, perjalanan masa kecil dan kemampuan bahasanya merupakan bagian tersendiri dari biografi, sedangkan pendidikan militernya menandai tahap berikutnya dalam perjalanan hidupnya.

Pada 1970, Prabowo masuk Akademi Militer di Magelang. Keputusan memasuki lembaga pendidikan tersebut menjadi awal pendidikan formalnya untuk berkarier di bidang militer. Selama menempuh pendidikan, ia mengikuti proses pembelajaran dan pembentukan yang menjadi bagian dari kehidupan seorang taruna. Empat tahun kemudian, pada 1974, ia lulus dari akademi itu. Urutan waktunya memperlihatkan peralihan dari masa kecil yang dijalani di sejumlah negara menuju pendidikan militer di tanah air: pengalaman lintas negara berlangsung lebih dahulu, disusul penerimaan di Akademi Militer Magelang pada 1970, lalu kelulusan pada 1974. Tahap tersebut menjadi landasan awal bagi kiprahnya di lingkungan militer Indonesia.

Setelah menempuh pendidikan di Akademi Militer dan lulus pada 1974, Prabowo Subianto melanjutkan pengabdiannya sebagai perwira TNI Angkatan Darat. Ia kemudian bertugas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus), satuan yang memiliki tugas khusus dalam lingkungan militer. Di sana, perjalanan kariernya berkembang melalui penugasan dan tanggung jawab yang berkaitan dengan operasi serta pembinaan pasukan. Masa bertugas di Kopassus menjadi bagian penting dari rekam jejak militernya sebelum ia mendapat jabatan lebih tinggi.

Dalam perjalanan tersebut, Prabowo terlibat dalam sejumlah operasi penting. Salah satu yang kerap dicatat adalah Operasi Mapenduma pada 1996, yang berlangsung di kawasan pegunungan Papua. Operasi itu menjadi bagian dari tugas militer yang dijalankan di wilayah dengan kondisi geografis menantang. Pengalaman penugasan seperti ini membentuk rangkaian kariernya di satuan khusus dan memperluas tanggung jawab yang diembannya. Pada masa bertugas di Kopassus, ia memperoleh julukan “08”. Julukan tersebut melekat pada dirinya dalam lingkungan satuan itu, seiring dengan perjalanan dinasnya di Kopassus.

Karier Prabowo berlanjut setelah ia meninggalkan penugasan di Kopassus. Pada 20 Maret 1998, ia diangkat menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Jabatan tersebut menempatkannya pada posisi pimpinan di salah satu komando utama TNI Angkatan Darat. Peralihan dari Kopassus ke Kostrad menandai babak baru dalam perjalanan karier militernya, dengan ruang tanggung jawab yang berbeda dari penugasan sebelumnya. Pengangkatannya berlangsung pada masa ketika dinamika politik dan keamanan nasional tengah menjadi perhatian besar.

Di Kostrad, Prabowo dikenal dengan julukan “Pandu”. Dengan demikian, dua julukan yang tercatat dalam perjalanan karier militernya berhubungan dengan dua satuan tempat ia bertugas: “08” di Kopassus dan “Pandu” di Kostrad. Rangkaian penugasan, keterlibatan dalam operasi, serta pengangkatannya sebagai panglima Kostrad memperlihatkan tahapan kariernya di lingkungan TNI Angkatan Darat. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari latar belakang sebelum kiprahnya berlanjut di ranah politik dan pemerintahan Indonesia.

Setelah mengakhiri karier militernya, Prabowo Subianto mengarahkan kiprahnya ke dunia politik. Pada 2008, ia ikut mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), sebagai kendaraan politik yang membawa gagasan kebangsaan dan pembangunan. Partai tersebut kemudian menjadi basis utama bagi langkah politiknya. Prabowo tampil sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2009, mendampingi Megawati Soekarnoputri. Pada 2014, ia dipercaya menjabat ketua umum Gerindra, posisi yang memperkuat perannya dalam menentukan arah organisasi dan strategi partai. Dalam pemilihan presiden tahun itu, Prabowo maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Hatta Rajasa, tetapi pasangan tersebut belum berhasil memperoleh mandat untuk memimpin negara.

Prabowo kembali mengikuti kontestasi kepresidenan pada 2019, kali ini berpasangan dengan Sandiaga Uno. Setelah pasangan itu kalah, Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo, mengangkat Prabowo sebagai menteri pertahanan pada Oktober 2019. Penunjukan tersebut menandai babak baru dalam hubungan politik keduanya. Prabowo menjalankan tugas di kabinet hingga masa pemerintahan berakhir, sementara Gerindra terus membangun dukungan politik. Pengalaman di pemerintahan itu berlangsung sebelum ia kembali mencalonkan diri sebagai presiden, sekaligus memberinya kesempatan untuk terlibat langsung dalam urusan pertahanan nasional.

Pada Pilpres 2024, Prabowo maju bersama Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden. Pasangan tersebut meraih sekitar 58 persen suara dan ditetapkan sebagai pemenang. Kemenangan itu mengakhiri rangkaian pencalonan Prabowo yang sebelumnya beberapa kali belum berhasil membawanya ke kursi presiden. Prabowo dan Gibran dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia untuk periode 2024–2029 pada 20 Oktober 2024. Pelantikan tersebut menjadi awal pemerintahan baru dengan mandat lima tahun. Berdasarkan tanggal pelantikannya, pemerintahan Prabowo-Gibran akan memasuki usia dua tahun pada 20 Oktober 2026, sebagaimana disebutkan dalam bahan sumber.

Baca juga: Kristomei Sianturi Resmi Memimpin BNPB Usai Dilantik Prabowo | Prabowo Genap 75 Tahun, Dasco dan Raffi Ahmad Sampaikan Doa | Pasar Smartphone Global Tertekan, Samsung Tetap Memimpin Pengiriman 2026