Serang | Juventus harus puas bermain imbang 2-2 melawan Rennes pada pertandingan ketiga fase liga Liga Europa 2026/2027. Laga yang berlangsung di Allianz Stadium pada Kamis malam, 22 Oktober 2026 waktu setempat, mempertemukan tuan rumah yang datang dengan bekal dua kemenangan dan tim tamu yang mampu merespons setiap tekanan. Hasil akhir tersebut membuat Juventus kehilangan keunggulan yang sempat mereka bangun sejak awal pertandingan.
Tim Italia itu membuka skor ketika laga baru berjalan lima menit. Zeki Celik menjadi pencetak gol setelah menerima umpan terobosan dari Nick Woltemade. Umpan tersebut membelah pertahanan Rennes dan membawa Celik ke situasi satu lawan satu dengan kiper Brice Samba. Celik menuntaskan peluang itu dengan baik, mengirim bola melewati Samba dan membawa Juventus unggul 1-0.
Gol cepat tersebut memberi Juventus awal yang ideal di hadapan pendukungnya sendiri. Dengan keunggulan lebih dulu, tuan rumah berpeluang mengendalikan tempo sekaligus memanfaatkan ruang yang mungkin terbuka ketika Rennes berusaha mengejar skor. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Rennes menunjukkan respons cepat dan menyamakan kedudukan hanya 10 menit setelah gol pembuka.
Gol balasan tim tamu bermula dari kiriman bola dari sisi kiri. Bryan Reynolds menyundul bola ke arah Mousa Tamari, yang berada di depan gawang. Tamari kemudian menyambutnya dengan sundulan dan mengubah skor menjadi 1-1. Rangkaian serangan tersebut membuat Rennes kembali ke dalam pertandingan sebelum Juventus sempat menikmati keunggulan mereka terlalu lama.
Dua gol pada 15 menit pertama langsung membentuk jalannya laga yang terbuka dan kompetitif. Juventus lebih dahulu memaksimalkan serangan langsung melalui kombinasi Woltemade dan Celik, sementara Rennes membalas lewat kerja sama udara Reynolds dan Tamari. Perbedaan cara kedua gol tercipta memperlihatkan bahwa kedua tim mampu menemukan celah di area pertahanan lawan. Bagi Juventus, kebobolan cepat setelah memimpin menjadi pengingat bahwa keunggulan awal belum cukup untuk mengamankan hasil. Rennes, sebaliknya, memperoleh dorongan penting dari gol penyama tersebut dan menjaga pertandingan tetap seimbang sejak fase awal. Skor 1-1 kemudian menjadi landasan bagi duel yang berakhir dengan kedua tim berbagi poin setelah empat gol tercipta.
Setelah skor berubah menjadi 1-1, Juventus berusaha segera mengambil kembali kendali pertandingan. Gol penyama kedudukan memberi dorongan bagi tim tamu untuk menekan, sementara Rennes harus merapikan pertahanan agar tidak kembali kebobolan. Dalam fase tersebut, Juventus memperoleh peluang yang cukup berbahaya melalui Federico Gatti. Bek itu maju ke depan gawang dan menyambut bola dengan sundulan, berharap dapat membawa Juventus berbalik unggul sebelum turun minum. Namun, upaya tersebut belum menghasilkan gol. Kiper Rennes, Samba, membaca arah bola dengan baik dan melakukan penyelamatan untuk menggagalkan peluang Gatti. Momen itu menjadi kesempatan penting bagi Juventus, sebab gol kedua dapat mengubah momentum dan memberi mereka keunggulan psikologis menjelang jeda. Gatti sudah berada di posisi yang menjanjikan, tetapi penyelesaian akhirnya berhasil dihalau.
Tak lama kemudian, situasi berubah drastis di kotak penalti Juventus. Pada menit ke-43, wasit menilai Douglas Luiz melakukan handball saat berusaha menghalau atau menghadapi bola di area terlarang. Keputusan tersebut memberi Rennes kesempatan untuk memimpin melalui tendangan penalti, sekaligus mengubah tekanan yang sebelumnya diarahkan Juventus menjadi keuntungan bagi tuan rumah. Juventus tentu kecewa karena pelanggaran itu terjadi pada saat pertandingan berjalan ketat dan peluang Gatti baru saja gagal dimanfaatkan. Bagi Rennes, hadiah penalti menjadi peluang untuk mengakhiri babak pertama dengan posisi lebih kuat. Boulaye Dia dipercaya sebagai eksekutor. Ia maju menghadapi Guglielmo Vicario, sementara para pemain dari kedua tim menunggu hasil tendangan yang berpotensi menentukan jalannya pertandingan sebelum istirahat.
Dia menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya berhasil menaklukkan Vicario dan membawa Rennes unggul 2-1. Gol tersebut bukan hanya membalikkan keadaan setelah Juventus menyamakan skor, tetapi juga menegaskan betapa cepatnya momentum pertandingan dapat bergeser. Sebelumnya, Juventus sempat memiliki peluang untuk menambah gol melalui sundulan Gatti, tetapi penyelamatan Samba menjaga kedudukan tetap imbang. Penalti pada menit ke-43 kemudian memberi tuan rumah jalan untuk kembali berada di depan. Dengan waktu yang tersisa sebelum turun minum, Juventus tidak berhasil mengubah skor lagi. Rennes pun menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1, sementara Juventus harus menilai kembali cara mereka menjaga area pertahanan dan mengelola tekanan. Keunggulan itu memberi Rennes bekal penting, meskipun pertandingan masih menyisakan satu babak penuh.
Selepas jeda, Rennes mengubah pendekatannya dengan lebih banyak bertahan dan menjaga keunggulan yang telah mereka raih. Ruang di sekitar kotak penalti menjadi semakin sempit, sementara para pemain Juventus harus menghadapi barisan lawan yang rapat setiap kali mencoba membangun serangan. Perubahan itu membuat Juventus kesulitan menciptakan peluang bersih. Penguasaan bola saja belum cukup untuk membuka pertahanan Rennes, dan sejumlah upaya mereka berakhir sebelum menghasilkan ancaman nyata bagi gawang Brice Samba.
Dalam situasi tersebut, Juventus terus mencari celah melalui pergerakan dan umpan ke area berbahaya. Namun, Rennes mampu mempertahankan bentuk pertahanannya dan memaksa tuan rumah bekerja keras untuk menemukan ruang. Tekanan Juventus akhirnya menghasilkan momen penting pada menit ke-66. Wasit menunjuk titik putih setelah Bryan Reynolds melakukan handball di dalam kotak penalti. Keputusan itu memberi Juventus kesempatan untuk menyamakan kedudukan, sekaligus mengubah kembali suasana pertandingan yang sebelumnya cenderung menguntungkan Rennes.
Nick Woltemade maju sebagai eksekutor. Ia mengambil tanggung jawab pada momen krusial tersebut dan menuntaskan penalti dengan mengecoh Samba. Bola masuk ke gawang, membuat skor kembali imbang 2-2. Gol itu menjadi penyelamat bagi Juventus setelah mereka tertinggal, serta menghidupkan kembali harapan untuk membalikkan keadaan. Bagi Rennes, keunggulan yang sudah mereka jaga sepanjang babak kedua pun lenyap, sehingga pertandingan kembali terbuka dan kedua tim harus menyesuaikan diri dengan situasi baru.
Setelah menyamakan skor, Juventus tidak berhenti mengejar gol tambahan. Mereka meningkatkan intensitas serangan dan berusaha memanfaatkan momentum dari gol Woltemade untuk menekan pertahanan Rennes lebih jauh. Pelatih kemudian memasukkan Jérémie Boga dan Jhon Lucumí, dengan harapan perubahan tersebut dapat mempertajam serangan serta memberi pilihan baru dalam upaya menembus blok lawan. Pergantian itu mencerminkan ambisi Juventus untuk mengubah hasil imbang menjadi kemenangan. Meski demikian, Rennes tetap bertahan dengan disiplin, dan Juventus harus terus mencari jalan melewati pertahanan yang semakin terorganisasi hingga laga berlanjut dengan skor sama kuat.
Juventus sempat mendapatkan peluang untuk mengubah hasil pertandingan pada menit ke-88. Lucumí menyambut bola dari jarak dekat dan melepaskan sepakan yang kemudian membentur pemain sebelum masuk ke gawang. Situasi itu sempat mengarah pada gol, tetapi keputusan akhirnya harus menunggu pemeriksaan VAR. Setelah meninjau kejadian tersebut, wasit menganulir gol karena Lucumí dinilai berada dalam posisi offside.
Keputusan itu memastikan skor tetap 2-2. Juventus tidak memperoleh gol tambahan pada sisa waktu pertandingan, sementara Rennes juga gagal mencetak gol lain. Dengan demikian, kedua tim mengakhiri laga dengan berbagi poin. Momen pada menit-menit akhir tersebut menjadi kesempatan penting bagi Juventus untuk meraih kemenangan, tetapi posisi offside membuat peluang itu tidak mengubah kedudukan di papan skor.
Hasil imbang ini sekaligus menutup pertandingan setelah kedua tim sebelumnya mencetak dua gol.



































