Kalaupun ditemukan, airnya cenderung asin sehingga tidak layak dikonsumsi

oleh -35 Dilihat
oleh
Kalaupun ditemukan, airnya cenderung asin sehingga tidak layak dikonsumsi

Sumenep | Bertahun-tahun Krisis Air Bersih di Pulau Tonduk, Bupati Sumenep Minta Bantuan Baznas SUMENEP, Warga Pulau Tonduk, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, harus membeli air bersih dari pulau lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kalaupun ditemukan, airnya cenderung asin sehingga tidak layak dikonsumsi. Penanganannya, kami minta bantuan Baznas untuk bantu suplai airnya," kata Fauzi di Sumenep, Sabtu (10/10/2026).

Keterangan yang tercatat menyebut Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, Pemkab juga akan membantu biaya pembelian air agar beban warga berkurang. Menurut Fauzi, upaya pengeboran sumur yang pernah disurvei melalui program kementerian belum menghasilkan sumber air yang layak dikonsumsi. Jadi mengangkut memang dari darat (Pulai Raas)," kata Fikri di Sumenep. Menurut Fikri, penelitian yang pernah dilakukan kementerian menunjukkan bahwa sumber air tanah di Pulau Tonduk sulit dijangkau. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Anda bisa membantu mengubah kisah itu.

Data lain dalam laporan menunjukkan Bertahun-tahun Krisis Air Bersih, Warga Pulau Tonduk Sumenep Beli Air Setiap Hari "Nanti, misalnya, warga (Tonduk) tetap beli ke Raas, tapi biayanya dibantu, agar meringankan," jelasnya. Nekat Cari Teripang di Perairan Northern Territory, 9 Nelayan Sumenep Ditangkap Otoritas Australia "Ke depan kami akan carikan upaya. Baru ada air di kedalaman 200 meter, mungkin tidak asin," ujar Fauzi. Sebelumnya, Camat Raas Achmad Fikri mengatakan, warga Pulau Tonduk mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sepanjang tahun. Kondisi ini bukan hanya terjadi saat musim kemarau, melainkan telah berlangsung selama bertahun-tahun akibat kondisi alam.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Selain itu, Fauzi meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun langsung ke Pulau Tonduk dengan membawa jeriken dan tandon untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga. BPBD juga kami minta untuk turun, langsung. Mereka nanti suplai jerigen, tandon," urainya. Kondisi serupa dialami warga Pulau Tonduk yang harus membeli air dari Pulau Raas. Karena tidak ada sumber air yang bisa dikonsumsi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membantu pasokan air bersih bagi warga. Fauzi menjelaskan, sejumlah pulau di Kabupaten Sumenep bergantung pada pasokan air dari pulau lain karena tidak memiliki sumber air yang layak dikonsumsi. Di (Pulau) Tonduk juga, warga beli ke Raas. Air ada, sumur, tapi asin," ujarnya. Untuk mengatasi persoalan tersebut dalam jangka panjang, Pemkab Sumenep akan mencari alternatif penyediaan air bersih. Kalau gali sumur, sudah pernah disurvei dari kementerian. Ketiadaan sumber air bersih membuat warga harus membeli air dari daratan Pulau Raas dengan harga Rp 10.000 hingga Rp 12.000 per jeriken berkapasitas 25 liter. Sebenarnya kalau bicara kekeringan, sepanjang tahun. Karena air bersihnya di sana tidak ada sama sekali. Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka. Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.