Kabupaten Bogor | Persib Bandung membawa pulang kemenangan penting setelah menaklukkan Garudayaksa FC dengan skor 2-1 dalam pertandingan pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027. Laga tersebut berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hasil akhir ditentukan pada masa tambahan waktu babak kedua, setelah kedua tim sempat berada dalam kedudukan imbang. Persib membuka keunggulan lebih dahulu melalui Mariano Peralta pada menit ke-16. Gol itu membuat tim tamu memimpin, tetapi Garudayaksa tetap berupaya mencari peluang untuk mengejar ketertinggalan. Pertandingan berjalan dengan persaingan ketat, dan selisih satu gol belum cukup untuk memastikan hasil hingga laga memasuki paruh kedua.
Garudayaksa akhirnya berhasil menyamakan skor pada menit ke-65. Jayro Jean mencatatkan namanya di papan skor dan mengubah kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut mengembalikan pertandingan ke titik seimbang serta menjaga peluang tuan rumah untuk meraih hasil positif di hadapan pendukungnya. Setelah gol penyama itu, skor tetap bertahan sama hingga insiden kartu merah yang melibatkan Busnic. Dengan demikian, ketika kartu merah tersebut terjadi, Garudayaksa dan Persib masih berbagi skor 1-1. Peristiwa itu menjadi bagian penting dari jalannya laga, tetapi pada saat tersebut belum ada tim yang unggul. Kedua kesebelasan kemudian melanjutkan pertandingan dalam situasi yang menentukan bagi hasil akhir.
Persib baru memastikan kemenangan pada menit ke-90+2. Adam Alis mencetak gol penentu, membawa tim Bandung kembali unggul dan mengubah skor menjadi 2-1. Garudayaksa tidak memiliki cukup waktu untuk menyamakan kedudukan sekali lagi sebelum pertandingan berakhir. Dengan hasil tersebut, Persib keluar sebagai pemenang dalam laga pekan ketujuh, sementara Garudayaksa harus menerima kekalahan di kandang. Urutan gol memperlihatkan perubahan skor yang berlangsung bertahap: Peralta memberi Persib keunggulan pada menit ke-16, Jayro Jean menyamakan skor pada menit ke-65, dan Adam Alis menentukan hasil pada masa tambahan waktu. Kemenangan 2-1 itu diraih Persib setelah pertandingan tetap imbang 1-1 ketika insiden kartu merah Busnic terjadi, lalu ditutup oleh gol dramatis pada penghujung laga.
Garudayaksa harus menyelesaikan pertandingan melawan Persib dengan jumlah pemain yang berkurang setelah Aleksandar Busnic menerima kartu merah langsung pada menit ke-85. Keputusan itu diambil wasit setelah meninjau insiden pelanggaran melalui Video Assistant Referee (VAR). Seusai pemeriksaan, Busnic dinyatakan harus meninggalkan lapangan, sementara rekan-rekannya melanjutkan laga dengan sepuluh pemain. Momen tersebut terjadi pada penghujung pertandingan, ketika Garudayaksa masih menghadapi tekanan dari Persib dan berusaha menjaga peluang untuk bertahan dalam persaingan di lapangan.
Pelatih Garudayaksa, Milos Joksic, menilai kehilangan satu pemain pada fase akhir laga menjadi kerugian bagi timnya. Dengan jumlah pemain yang tidak lagi seimbang, ruang gerak tim untuk merespons serangan lawan ikut terbatas. Garudayaksa juga harus menyesuaikan susunan dan pembagian tugas di lapangan dalam waktu yang singkat. Situasi itu membuat upaya menghadapi tekanan Persib semakin sulit, terutama karena kartu merah datang ketika pertandingan hampir mencapai akhir. Joksic menekankan bahwa keadaan tersebut menambah beban yang harus ditanggung para pemain di sisa waktu pertandingan.
Menurut Joksic, timnya tetap perlu berjuang lebih keras setelah Busnic dikeluarkan. Para pemain harus menjaga fokus dan bekerja dengan tenaga yang tersedia, meski jumlah personel mereka berkurang. Kartu merah langsung tersebut mengubah keadaan Garudayaksa pada menit-menit terakhir, sehingga rencana tim untuk menuntaskan pertandingan menjadi lebih berat. Garudayaksa tidak hanya perlu bertahan menghadapi tekanan Persib, tetapi juga mengatur kembali cara bermain tanpa Busnic. Penilaian pelatih itu menggambarkan dampak praktis dari kehilangan satu pemain pada saat krusial: tim harus berusaha lebih keras untuk melanjutkan pertandingan dalam kondisi yang semakin menantang. Insiden yang ditinjau melalui VAR itu menjadi salah satu momen penting pada penghujung laga, ketika Garudayaksa berjuang menyelesaikan pertandingan dengan sepuluh pemain.
Joksic belum bersedia memberikan penilaian mengenai keputusan wasit yang mengeluarkan kartu merah untuk Busnic dalam pertandingan melawan Persib. Pelatih Garudayaksa itu menyatakan belum menyaksikan rekaman ulang insiden tersebut, sehingga belum dapat memastikan apakah keputusan itu tepat atau adil. Menurut pengamatannya dari lapangan, ada dua pemain yang melakukan tekel dalam situasi tersebut. Namun, ia memilih menunggu hingga dapat melihat tayangan ulang sebelum menyampaikan pandangan lebih jauh. Sikap itu diambil agar penilaiannya tidak hanya didasarkan pada kesan sesaat ketika pertandingan berlangsung. Joksic juga tidak ingin terburu-buru menyimpulkan tindakan pemain maupun keputusan perangkat pertandingan tanpa memahami rangkaian kejadian secara utuh.
Terlepas dari insiden kartu merah dan hasil akhir, Joksic tetap mengapresiasi kerja keras para pemain Garudayaksa. Ia menilai timnya telah berusaha menjalankan rencana permainan dan bertahan dengan disiplin di tengah tekanan lawan. Organisasi pertahanan Garudayaksa, menurutnya, menunjukkan perkembangan dibandingkan penampilan sebelumnya. Para pemain terlihat lebih teratur dalam menjaga jarak antarlini, menutup ruang, serta membantu satu sama lain ketika Persib membangun serangan. Perkembangan itu menjadi hal positif yang dapat dibawa ke pertandingan berikutnya, meskipun tim masih harus memperbaiki sejumlah aspek. Joksic berharap konsistensi dalam bertahan dapat dipertahankan, sekaligus diimbangi peningkatan ketika tim menguasai bola dan berusaha menciptakan ancaman.
Joksic mengakui Garudayaksa tidak banyak mendapatkan peluang dalam laga tersebut. Menghadapi Persib, yang ia nilai sebagai lawan kuat, timnya kesulitan menemukan ruang untuk membangun serangan berbahaya. Persib mampu memberi tekanan dan membatasi kesempatan Garudayaksa untuk masuk ke area pertahanan mereka. Situasi itu membuat upaya menciptakan peluang menjadi lebih sulit, terlebih setelah tim harus menghadapi kondisi pertandingan yang berubah. Meski demikian, ia tidak mengabaikan usaha pemain dalam menjaga organisasi dan tetap berjuang hingga akhir. Evaluasi setelah pertandingan akan mencakup cara tim keluar dari tekanan, mempertahankan penguasaan bola, dan memaksimalkan kesempatan yang muncul. Bagi Joksic, hasil melawan Persib menjadi bahan pembelajaran, sementara perkembangan struktur pertahanan tetap menjadi modal penting bagi Garudayaksa ke depan.
Catatan Garudayaksa dalam tujuh pertandingan pertama musim ini menunjukkan bahwa tim masih menghadapi tantangan untuk meraih konsistensi. Mereka baru membukukan satu kemenangan dan dua hasil imbang, sementara empat pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan. Rangkaian hasil tersebut membuat capaian awal Garudayaksa belum sesuai harapan, termasuk ketika menghadapi Persib dalam laga yang diwarnai kartu merah Busnic. Joksic mengakui bahwa hasil yang diraih sejauh ini belum memuaskan. Namun, menurutnya, penilaian terhadap tim juga perlu mempertimbangkan bahwa Garudayaksa masih berada dalam tahap membangun skuad.
Proses tersebut melibatkan pemain-pemain baru yang masih beradaptasi dengan lingkungan dan kebutuhan permainan tim. Garudayaksa juga memberikan kesempatan kepada pemain muda, sehingga komposisi skuad belum sepenuhnya berpengalaman. Joksic mencontohkan seorang bek kiri yang baru berusia 17 tahun serta penyerang berusia 19 tahun. Kehadiran pemain dengan usia yang relatif muda menunjukkan bahwa klub tidak hanya mengejar hasil jangka pendek, tetapi juga tengah memberi ruang bagi talenta muda untuk berkembang. Dalam kondisi seperti itu, proses penyesuaian dan pembentukan kerja sama antarpemain dapat membutuhkan waktu, sementara tuntutan untuk memperoleh poin tetap berjalan.
Meski hasil pertandingan belum baik, Joksic menyatakan keyakinannya bahwa Garudayaksa sedang berkembang. Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan bahwa perkembangan tim tidak selalu langsung terlihat pada posisi klasemen atau jumlah kemenangan.
Baca juga: Dukungan Bobotoh Jadi Sorotan Usai Persib Taklukkan Garudayaksa di Pakansari | Drama di Pakansari, Persib Taklukkan Garudayaksa FC lewat Gol Akhir Adam Alis | Persib Hadapi Garudayaksa dengan Ragnar Oratmangoen di Bangku Cadangan



































