Pasuruan, 30 Oktober 2026 – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus didorong menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk bagi keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial. Melalui koperasi, masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan mengakses kebutuhan sehari-hari, tetapi juga peluang mengembangkan usaha produktif untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Hal tersebut terlihat di KDKMP Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sejumlah KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako dilibatkan sebagai anggota koperasi sekaligus mendapat dukungan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif.
Salah satunya melalui pemberian bantuan usaha ayam petelur kepada anggota KPM. Bantuan tersebut meliputi 24 ekor ayam petelur, kandang, serta pakan sebanyak 50 kilogram. Hasil produksi telur nantinya dapat disetorkan ke koperasi untuk diserap dan dipasarkan.
Salah satu penerima manfaat, Siti Supaida, warga Dusun Bandungan, Desa Gejugjati, mengaku senang dapat terlibat sebagai anggota koperasi sekaligus memperoleh bantuan produktif tersebut. Ia berharap usaha ayam petelur yang dijalankannya dapat memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.
“Harapan saya dengan adanya Koperasi Desa Gejugjati ini, telur-telur dari ayam saya ini bisa masuk Kopdes dan saya bisa mendapatkan keuntungan yang lebih,” ujar Siti seperti dikutip Jumat (30/10).
Menurut Siti, keberadaan koperasi menjadi peluang bagi penerima manfaat untuk memasarkan hasil produksi sekaligus memperoleh tambahan pendapatan. Ia berharap hasil penjualan telur dapat disisihkan sebagai tabungan bagi masa depan keluarga dan anak-anaknya.
“Dengan adanya telur yang kita setor ke Koperasi, semoga kita sebagai penerima, keuangan bisa meningkat dan bisa menabung buat masa depan dan anak-anak,” tuturnya.
Harapan serupa disampaikan Fatema, ibu rumah tangga yang juga aktif sebagai kader Posyandu. Menurutnya, keterlibatan KPM dalam koperasi dan bantuan ayam petelur membuka peluang bagi keluarga penerima manfaat untuk memperoleh pendapatan tambahan.
“Saya dari kelompok penerima manfaat, ada PKH juga (penerima bantuan) sembako. Dikasih ayam petelur supaya bisa berkolaborasi sama koperasi, nanti setelah ayamnya bertelur bisa disetor ke koperasi,” ungkap Fatema.
Ia berharap hasil peternakan tersebut dapat dijual untuk menambah penghasilan keluarga, termasuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak. Fatema juga berharap koperasi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya.
“Harapannya setelah menjadi anggota koperasi, semoga koperasi Merah Putih bisa jaya, tetap maju dan sukses gitu Pak,” tuturnya.
Melalui skema tersebut, KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas perdagangan desa, tetapi juga berperan menghubungkan kegiatan produksi masyarakat dengan akses pemasaran. Koperasi menjadi wadah bagi anggota untuk mengembangkan usaha, memasarkan hasil produksi, dan memperoleh nilai tambah secara ekonomi.
Keterlibatan KPM dalam kegiatan produktif ini diharapkan membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Dengan demikian, penerima bantuan sosial juga memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi pelaku usaha produktif dan secara bertahap meningkatkan kesejahteraan keluarga.



































