JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Rumah makan Padang di Jalan Pegambiran, RT 013/RW 008, Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, terbakar pada Jumat pagi, 9 Oktober 2026. Kebakaran tersebut melanda bangunan yang disebut sebagai rumah makan Padang dengan konstruksi rendah dan terdiri atas dua lantai. Peristiwa itu mengakibatkan seorang pekerja mengalami luka bakar.
Objek yang terbakar berada di kawasan Jalan Pegambiran, Rawamangun. Bangunan rumah makan tersebut memiliki dua lantai, sementara konstruksinya disebut rendah. Informasi mengenai jenis bangunan dan lokasinya menjadi bagian utama dari peristiwa kebakaran yang terjadi pada pagi hari itu. Dampak yang telah diketahui adalah adanya seorang pekerja yang mengalami luka bakar.
Kebakaran rumah makan Padang tersebut berlangsung di wilayah RT 013/RW 008, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Kejadian pada Jumat pagi itu menempatkan bangunan rumah makan sebagai objek yang terbakar. Selain kerusakan pada bangunan yang terdiri atas dua lantai dan memiliki konstruksi rendah, peristiwa ini juga berdampak terhadap seorang pekerja yang terluka akibat luka bakar. Rangkaian informasi tersebut menjadi inti awal kejadian kebakaran di lokasi itu.
Penanganan awal kebakaran rumah makan Padang di Rawamangun dimulai setelah informasi mengenai kejadian tersebut diterima Command Center Damkar DKI Jakarta pada pukul 07.35 WIB. Laporan itu menjadi dasar bagi petugas untuk segera menindaklanjuti situasi dan mengirimkan bantuan pemadam ke lokasi kejadian. Urutan waktu tersebut menunjukkan bahwa proses respons dimulai tidak lama setelah adanya pemberitahuan mengenai kebakaran.
Setelah laporan diterima, petugas bergerak menuju lokasi. Tim pemadam tiba sekitar pukul 07.41 WIB, atau kurang lebih enam menit setelah informasi kebakaran masuk ke Command Center. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman untuk menangani kobaran api. Tindakan tersebut dilakukan sebagai langkah awal dalam mengendalikan kebakaran dan mencegah api terus berlangsung.
Dalam penanganan kejadian itu, sebanyak 11 unit damkar dikerahkan. Pengerahan tersebut dilakukan untuk mendukung proses pemadaman di rumah makan yang terbakar. Dengan demikian, kronologi awal penanganan dapat disusun secara berurutan: laporan diterima pada pukul 07.35 WIB, tim tiba sekitar pukul 07.41 WIB, kemudian pemadaman segera dilakukan dengan melibatkan 11 unit damkar.
Keterangan dari Command Center Damkar DKI Jakarta menjadi acuan waktu dalam menggambarkan respons petugas pada tahap awal. Informasi tersebut memperlihatkan adanya jeda waktu sekitar enam menit penerimaan laporan dan kedatangan tim di lokasi. Setelah tiba, petugas langsung berfokus pada upaya pemadaman. Pengerahan 11 unit damkar menjadi bagian dari respons untuk menangani kobaran api yang dilaporkan terjadi di rumah makan Padang tersebut.
Rangkaian ini menggambarkan tahapan penanganan awal secara jelas, mulai dari masuknya laporan, keberangkatan dan kedatangan tim, hingga pelaksanaan pemadaman. Seluruh tindakan tersebut berlangsung dalam rentang waktu pagi hari, dengan laporan pertama diterima pada pukul 07.35 WIB dan kedatangan petugas tercatat sekitar pukul 07.41 WIB.
Setelah menerima laporan kebakaran, petugas tiba di lokasi rumah makan Padang di Rawamangun dan segera melakukan penanganan. Upaya pemadaman dilakukan untuk mengendalikan api serta mencegah kondisi di lokasi berkembang lebih jauh. Petugas juga melaksanakan pemeriksaan terhadap area yang terdampak selama proses penanganan berlangsung.
Berdasarkan laporan penanganan, api berhasil dilokalisir sekitar pukul 07.42 WIB. Pada waktu yang sama, kebakaran dinyatakan telah padam. Keterangan tersebut menunjukkan bahwa proses pengendalian dan pemadaman telah dilakukan hingga tidak lagi ditemukan api yang masih berkobar menurut catatan petugas di lokasi.
Penanganan tetap mencakup pemeriksaan setelah api padam untuk memastikan kondisi lokasi dan memastikan tidak ada titik api yang memerlukan tindakan lanjutan. Informasi mengenai hasil pemeriksaan tersebut disampaikan secara terbatas dalam laporan yang tersedia, sehingga belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai kondisi setiap bagian bangunan setelah kebakaran.
Laporan penanganan mencatat satu korban luka dalam peristiwa tersebut. Korban disebut merupakan seorang pekerja rumah makan. Data yang tersedia tidak menjelaskan secara rinci jenis luka, penyebab cedera, maupun tindakan medis yang diterima korban. Dengan demikian, informasi yang telah tercatat berkaitan dengan penanganan di lokasi adalah api berhasil dilokalisir dan dipadamkan sekitar pukul 07.42 WIB serta terdapat satu korban luka.
Kebakaran di rumah makan Padang kawasan Rawamangun diduga bermula dari aktivitas memasak di area dapur. Saat kejadian, seorang pekerja disebut sedang menjalankan pekerjaan di dapur yang dalam sumber informasi berada di lantai 3. Situasi kemudian berubah ketika pekerja tersebut hendak mengganti tabung gas yang digunakan untuk kegiatan memasak.
Dalam proses penggantian tabung, terjadi penyalaan api secara tiba-tiba di area dapur. Api yang muncul selanjutnya membesar dan menimbulkan kebakaran di bagian tersebut. Dugaan awal mengenai penyebab kejadian disampaikan dengan merujuk pada informasi dari Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) DKI Jakarta. Berdasarkan keterangan tersebut, api diduga berkaitan dengan kebocoran tabung gas, sehingga penyebab itu masih ditempatkan sebagai dugaan awal, bukan kepastian akhir.
Setelah api menyala, pekerja tersebut sempat berupaya memadamkannya menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Upaya itu dilakukan ketika api sudah mulai membesar. Namun, kobaran api dapat mengenai pekerja tersebut sehingga ia mengalami luka bakar saat berusaha menangani kebakaran di dapur. Peristiwa itu membuat penanganan tidak lagi hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada penyelamatan korban yang berada di sekitar sumber api.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Informasi mengenai proses evakuasi tersebut disampaikan setelah pekerja mengalami luka ketika mencoba memadamkan api. Hingga keterangan yang menjadi dasar laporan ini, penyebab kebakaran tetap perlu dipahami sebagai dugaan kebocoran tabung gas berdasarkan informasi Command Center Damkar DKI Jakarta. Penjelasan tersebut tidak serta-merta menetapkan penyebab final, karena kepastian mengenai sumber api dan rangkaian kejadian dapat bergantung pada pemeriksaan lebih lanjut.







