Kabupaten Pati | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Jangkauan bantuan kini meluas setelah jumlah desa yang membutuhkan pasokan air meningkat menjadi 81 desa di 12 kecamatan. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih tidak lagi terbatas pada wilayah yang sejak awal dikenal rawan kekeringan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Pati, Budi Martinus, menyampaikan bahwa sebelumnya jumlah desa yang memerlukan bantuan masih berada di kisaran 70 desa. Dengan demikian, terdapat penambahan desa yang kini mengajukan atau membutuhkan suplai air. BPBD terus melakukan penyaluran seiring bertambahnya wilayah yang melaporkan kesulitan memperoleh air bersih.
Kebutuhan bantuan juga mulai muncul di desa-desa yang biasanya tidak terdampak kekeringan. Di Kecamatan Batangan, misalnya, warga di Desa Klayusiwalan dan Tlogomojo turut membutuhkan pasokan air. Kemunculan kebutuhan di wilayah yang sebelumnya relatif tidak terdampak menjadi salah satu perkembangan penting dalam pemantauan kondisi kekeringan di Kabupaten Pati.
Selain kedua desa tersebut, beberapa desa lain juga mulai mengajukan suplai air. Pengajuan ini menambah daftar wilayah yang perlu diperhatikan oleh BPBD, terutama ketika kondisi kering berlangsung dan kebutuhan warga terus berkembang. Data mengenai jumlah desa terdampak dapat berubah mengikuti laporan dari masing-masing wilayah serta kebutuhan aktual masyarakat.
Perluasan sebaran tersebut membuat penyaluran bantuan harus menjangkau lebih banyak desa di berbagai kecamatan. Warga yang membutuhkan air bersih dapat menyampaikan kondisi di wilayahnya melalui pemerintah desa, sehingga kebutuhan dapat diteruskan kepada pihak terkait. Dengan pemantauan dan laporan yang terus diperbarui, BPBD dapat mengetahui desa mana yang memerlukan pasokan dan menyesuaikan jangkauan bantuan berdasarkan perkembangan di lapangan.
Hingga jumlah desa mencapai 81, upaya distribusi tetap berlanjut sebagai respons atas kebutuhan masyarakat. Bertambahnya wilayah penerima bantuan sekaligus menjadi pengingat bahwa dampak kekeringan dapat meluas ke desa yang biasanya tidak mengalami masalah serupa. Karena itu, pembaruan informasi dari desa-desa terdampak menjadi penting agar kebutuhan air bersih dapat diketahui dan ditangani secara tepat.
Catatan per 22 September 2026 menunjukkan bahwa tingkat kekeringan di Kabupaten Pati meningkat di sejumlah kecamatan. Dampak berat yang sebelumnya tercatat di Kecamatan Gabus dan Jakenan kini juga meluas ke Kayen, Tambakromo, Winong, Pucakwangi, dan Jaken. Perubahan ini menandakan bahwa wilayah dengan dampak berat tidak lagi terbatas pada dua kecamatan yang tercatat sebelumnya. Tujuh kecamatan tersebut kini masuk dalam daftar wilayah yang mengalami dampak berat, berdasarkan catatan pada tanggal tersebut.
Perluasan dampak berat itu menjadi salah satu perubahan penting dalam pemantauan kekeringan di Pati. Selain bertambahnya kecamatan yang tercatat mengalami dampak berat, perkembangan juga terlihat di Kecamatan Dukuhseti. Kondisi di wilayah ini berubah dari kekeringan ringan menjadi kekeringan sedang. Dengan demikian, perubahan tingkat kekeringan tidak hanya tampak pada meluasnya dampak berat, tetapi juga pada peningkatan kategori di Dukuhseti. Catatan tersebut menggambarkan kondisi yang berbeda dibandingkan laporan sebelumnya.
Di Dukuhseti, jumlah desa terdampak bertambah dari satu desa menjadi empat desa. Artinya, ada tiga desa tambahan yang tercatat terdampak dibandingkan keadaan sebelumnya, seiring perubahan kategori kekeringan dari ringan menjadi sedang. Perubahan tersebut perlu dibaca sesuai cakupan data per 22 September 2026, tanpa menganggap bahwa seluruh wilayah kecamatan mengalami kondisi yang sama. Secara keseluruhan, catatan terkini memperlihatkan dua hal: dampak berat telah tercatat di lebih banyak kecamatan, dan kekeringan di Dukuhseti meningkat kategorinya serta menjangkau lebih banyak desa. Informasi ini memberikan gambaran mengenai perubahan sebaran dan tingkat dampak di Pati pada tanggal pelaporan, sementara data sebelumnya menjadi pembanding untuk melihat perkembangan yang tercatat. Dengan membandingkan kedua catatan itu, terlihat bahwa perubahan berlangsung pada tingkat kecamatan maupun jumlah desa terdampak di wilayah yang disebutkan.
Untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan, BPBD Kabupaten Pati meningkatkan kapasitas penyaluran air bersih hingga sekitar 30 truk tangki per hari. Jumlah ini lebih tinggi daripada distribusi dalam kondisi normal, yang berkisar 25 truk tangki setiap hari. Tambahan armada tersebut memungkinkan bantuan menjangkau lebih banyak wilayah sekaligus merespons kebutuhan desa-desa terdampak secara lebih cepat. Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan warga dan kondisi di lapangan, terutama ketika sumber air setempat mulai berkurang. Dengan dukungan distribusi yang lebih intensif, pasokan air dapat diarahkan kepada masyarakat yang paling membutuhkan untuk memenuhi keperluan sehari-hari.
Selain pengerahan armada, Pemerintah Kabupaten Pati menyiapkan anggaran belanja tidak terduga sebesar Rp20 miliar untuk menangani dampak kekeringan. Ketersediaan anggaran ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam mendukung penanganan darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga. Penggunaan dana tersebut ditujukan untuk membantu pelaksanaan respons sesuai kebutuhan dan kondisi yang berkembang. Ketika kekeringan meluas, dukungan anggaran perlu berjalan seiring dengan pemetaan wilayah terdampak dan koordinasi antarpihak, sehingga bantuan dapat disalurkan secara terarah. Langkah ini juga memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyesuaikan penanganan apabila kebutuhan masyarakat berubah.
Penanganan kekeringan di Pati merupakan upaya bersama, bukan hanya tanggung jawab satu lembaga. Selain BPBD, bantuan air bersih disalurkan dengan dukungan Baznas, PMI, Bank Jateng, Bank Daerah Pati, PDAM, serta Bawaslu Pati. Keterlibatan berbagai pihak membantu memperluas jangkauan distribusi dan menambah dukungan bagi warga di desa-desa yang mengalami kesulitan memperoleh air. Koordinasi antarlembaga penting agar penyaluran tidak tumpang tindih dan kebutuhan di tiap wilayah dapat diperhatikan. Melalui kerja sama tersebut, pasokan air bersih dapat terus disalurkan sebagai respons terhadap kondisi kekeringan, sambil pemerintah daerah dan para mitra memantau kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Bawaslu Kabupaten Pati turut menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di Kecamatan Jaken. Ketua Bawaslu Kabupaten Pati, L. Supriyanto, menyampaikan bahwa lembaga tersebut bersama jajarannya mengirimkan sebanyak 36.000 liter air untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau. Bantuan ini difokuskan kepada warga Desa Mojoluhur dan Desa Ronggo, dua desa yang menghadapi keterbatasan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pengiriman air dilakukan menggunakan enam truk tangki dengan kapasitas 5.000 liter dan 8.000 liter. Armada tersebut membawa total 36.000 liter air bersih ke wilayah sasaran. Dalam kegiatan ini, pimpinan dan staf sekretariat Bawaslu Kabupaten Pati ikut terlibat, mendampingi penyaluran bantuan kepada warga. Keterlibatan jajaran lembaga itu menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di tengah kondisi kemarau.
Menurut Supriyanto, bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga dalam kegiatan sehari-hari. Pasokan air yang terbatas dapat menyulitkan masyarakat untuk memperoleh air bagi berbagai keperluan rumah tangga, sehingga pengiriman bantuan menjadi dukungan langsung bagi warga terdampak. Penyaluran dilakukan ke Desa Mojoluhur dan Desa Ronggo, yang berada di Kecamatan Jaken, sebagai bagian dari perhatian Bawaslu terhadap kondisi masyarakat setempat.
Distribusi 36.000 liter air ini merupakan kontribusi Bawaslu Kabupaten Pati di tengah kekeringan yang meluas di sejumlah wilayah. Kehadiran pimpinan dan staf sekretariat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa bantuan disalurkan dengan keterlibatan langsung jajaran lembaga. Melalui pengiriman enam truk tangki, Bawaslu berupaya membantu meringankan kesulitan warga dalam memperoleh air selama musim kemarau.
Baca juga: Ratusan Warga Jakarta Barat Terima Bantuan untuk Menebus Ijazah | Perluasan Vaksin HPV Gratis bagi Anak Laki-Laki Menjangkau Enam Provinsi pada 2027



































