Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat Lewat Riset serta Inovasi Dalam Negeri

oleh -151 Dilihat
oleh
Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat Lewat Riset serta Inovasi Dalam Negeri

KABUPATEN BEKASI, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Kesepakatan ini menjadi langkah kolaboratif dalam memperkuat program pendidikan yang dirancang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui kerja sama tersebut, kedua lembaga berupaya memastikan penyelenggaraan Sekolah Rakyat memiliki dukungan pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan siswa.

Ruang lingkup kerja sama diarahkan pada pemanfaatan hasil riset dan inovasi BRIN, baik untuk menunjang proses pembelajaran maupun mendukung kebutuhan infrastruktur di lingkungan sekolah. Dukungan itu mencakup berbagai hal yang berkaitan dengan keseharian siswa selama tinggal di asrama, sehingga fasilitas yang tersedia diharapkan dapat menjadi lebih sesuai, aman, dan fungsional. Penerapan hasil penelitian juga diharapkan membantu Sekolah Rakyat membangun sistem pendidikan yang adaptif serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, dan Kepala BRIN Arif Satria. Kehadiran pimpinan kedua lembaga tersebut menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengembangkan Sekolah Rakyat. Kolaborasi ini tidak hanya menempatkan riset sebagai pendukung kegiatan akademik, tetapi juga sebagai dasar untuk merancang lingkungan belajar dan kehidupan asrama yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik.

Gus Ipul menyampaikan bahwa Kemensos membutuhkan dukungan BRIN untuk menyempurnakan sekaligus memperbaiki tata kelola penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Menurutnya, pengalaman dan kapasitas BRIN dalam riset serta inovasi dapat membantu Kemensos mengidentifikasi kebutuhan program secara lebih tepat, menyusun perbaikan berbasis bukti, dan mengembangkan solusi yang dapat diterapkan. Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan memperkuat pengelolaan Sekolah Rakyat secara berkelanjutan, mulai dari proses pembelajaran hingga pemenuhan kebutuhan siswa di asrama.

Dukungan BRIN untuk Sekolah Rakyat mencakup pemanfaatan hasil riset dan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan siswa maupun fasilitas sekolah. Salah satu produk yang disebutkan adalah sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat. Produk tersebut menjadi contoh hasil inovasi dalam negeri yang berpotensi digunakan untuk mendukung kegiatan belajar siswa sekaligus memperkuat pemanfaatan karya riset nasional.

Gus Ipul menjelaskan bahwa penggunaan sepatu hasil inovasi BRIN bagi siswa baru dinilai lebih efisien apabila diterapkan pada tahun ajaran berikutnya. Pertimbangan tersebut berkaitan dengan perencanaan pemanfaatan produk secara lebih tepat, sehingga kebutuhan siswa dapat disiapkan sesuai momentum penerimaan atau dimulainya kegiatan belajar bagi peserta didik baru. Langkah ini juga menjadi bentuk pemanfaatan produk asli BRIN dan produk dalam negeri di lingkungan Sekolah Rakyat.

Pemanfaatan produk dalam negeri tersebut diharapkan tidak hanya memberikan dukungan praktis bagi siswa, tetapi juga menunjukkan bahwa hasil riset dan inovasi nasional dapat digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan. Dengan demikian, Sekolah Rakyat menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan serta memanfaatkan karya yang dikembangkan melalui kapasitas riset di Indonesia.

Selain mendukung kebutuhan siswa, BRIN juga akan menghadirkan dukungan bagi infrastruktur sekolah. Dukungan itu berupa alat pengolahan sampah dan alat pengolahan air bersih. Alat pengolahan sampah direncanakan untuk membantu sekolah menangani sampah yang dihasilkan dalam kegiatan sehari-hari. Sementara itu, alat pengolahan air bersih akan dimanfaatkan untuk mendukung ketersediaan air bersih di lingkungan Sekolah Rakyat.

Kedua bentuk dukungan infrastruktur tersebut melengkapi pemanfaatan produk riset untuk kebutuhan siswa. Pengolahan sampah dan air bersih menjadi bagian dari upaya mendukung fasilitas sekolah melalui inovasi yang dapat digunakan sesuai kebutuhan lingkungan pendidikan. Rencana ini memperlihatkan kerja sama Kemensos dan BRIN tidak hanya berfokus pada perlengkapan siswa, tetapi juga pada penguatan fasilitas yang menunjang aktivitas Sekolah Rakyat.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana yang semarak dengan keterlibatan siswa SRT 1 Kabupaten Bekasi. Para siswa turut mengisi rangkaian acara melalui sejumlah penampilan yang menunjukkan keberagaman ekspresi dan kemampuan mereka. Penampilan yang disuguhkan mencakup pidato lintas bahasa, paduan suara, serta pembacaan puisi. Setiap sajian menjadi bagian dari dinamika kegiatan sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk tampil di hadapan tamu dan peserta yang hadir.

Pidato lintas bahasa menghadirkan kemampuan siswa dalam menyampaikan gagasan menggunakan lebih dari satu bahasa. Sementara itu, paduan suara memperlihatkan kekompakan para siswa dalam membawakan lagu secara bersama-sama. Pembacaan puisi melengkapi rangkaian penampilan dengan penyampaian karya sastra melalui penghayatan dan ekspresi personal. Kehadiran siswa dalam berbagai peran tersebut membuat kegiatan tidak hanya diisi dengan agenda utama, tetapi juga dengan partisipasi langsung dari lingkungan sekolah.

Di sela kegiatan, Gus Ipul berdialog dengan sejumlah siswa SRT 1 Kabupaten Bekasi. Salah satu siswa yang berbincang dengannya adalah Dani Dwi Maulana, siswa jenjang SMA yang dipercaya menjadi ketua OSIS. Dalam dialog tersebut, Dani menceritakan pengalamannya selama sekitar satu tahun menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.

Dani menyampaikan bahwa selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, ia merasa menemukan jati dirinya. Ia juga mengatakan bahwa sebelum bersekolah di sana, dirinya merupakan pribadi yang pemalu. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari cerita Dani sebagai siswa yang kini menjalankan tanggung jawab organisasi di lingkungan sekolah. Kepercayaan untuk menjadi ketua OSIS membuatnya memiliki peran dalam kegiatan kesiswaan, sementara kisah yang disampaikannya menggambarkan perubahan yang ia rasakan dalam perjalanan pendidikan selama kurang lebih satu tahun.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kolaborasi dengan Kementerian Sosial dalam memperkuat pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Kolaborasi tersebut akan diarahkan pada penyusunan riset dan pengembangan inovasi dalam negeri yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan program, sehingga setiap kebijakan dan langkah pelaksanaannya memiliki dasar pengetahuan yang kuat.

Menurut Arif, berbagai kebutuhan Sekolah Rakyat akan terus didata secara sistematis. Pendataan itu penting untuk menentukan jenis riset yang diperlukan, baik terkait proses pendidikan, pengembangan potensi peserta didik, maupun dukungan lain yang dapat membantu program mencapai tujuan. Dengan pemetaan kebutuhan yang berkelanjutan, BRIN dapat memberikan kontribusi yang lebih tepat sasaran sekaligus memastikan hasil riset dapat diterapkan dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Arif juga memandang Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya Presiden Prabowo Subianto menjalankan amanat konstitusi, khususnya dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak terlantar untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensinya. Ia menilai setiap orang memiliki potensi yang tidak selalu dapat terlihat secara kasat mata. Karena itu, pendidikan perlu dirancang untuk menemukan kekuatan, minat, dan kemampuan setiap siswa, termasuk mereka yang selama ini belum memperoleh kesempatan berkembang secara memadai. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang untuk mengenali potensi tersebut dan mengarahkannya agar memberikan manfaat bagi masa depan peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Nunung Nuryartono, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin, staf khusus dan tenaga ahli Menteri Sosial, serta jajaran pejabat tinggi madya Kementerian Sosial. Kehadiran berbagai pihak itu mencerminkan dukungan lintas lembaga terhadap penguatan Sekolah Rakyat melalui kerja sama, riset, dan inovasi yang berkelanjutan.