Liga Putri Indonesia Kembali, Shafira Ika Soroti Persaingan yang Lebih Merata

oleh -122 Dilihat
oleh
Liga Putri Indonesia Kembali, Shafira Ika Soroti Persaingan yang Lebih Merata

Jakarta | Kembalinya Liga Putri Indonesia, yang juga dikenal sebagai Indonesia Women’s League, setelah vakum selama tujuh tahun disambut positif oleh Shafira Ika. Kapten Dewa United Women sekaligus kapten tim nasional putri Indonesia itu menilai berlangsungnya kembali kompetisi menjadi momen yang penting bagi para pemain. Setelah jeda panjang, liga kembali menghadirkan kesempatan untuk merasakan persaingan antarklub. Bagi Shafira, kenyataan bahwa kompetisi kini kembali digelar membawa tantangan baru yang ia sambut dengan semangat.

Shafira mengaku merasa tertantang untuk menghadapi kompetisi yang kembali berlangsung tersebut. Tantangan itu muncul seiring dengan hadirnya Liga Putri Indonesia setelah tujuh tahun tidak bergulir. Ia menyambut situasi ini sebagai bagian dari pengalaman bertanding yang harus dihadapi bersama timnya. Dalam perannya sebagai kapten Dewa United Women, Shafira bersiap menjalani persaingan yang kembali terbuka, sementara tanggung jawabnya sebagai kapten timnas putri Indonesia turut menempatkannya sebagai salah satu sosok yang menaruh perhatian pada perkembangan kompetisi ini.

Selain kembalinya liga, Shafira juga menyoroti persaingan antarklub yang dinilai lebih seimbang. Menurutnya, kondisi tersebut menambah semangat untuk menjalani kompetisi. Persaingan yang relatif merata membuat setiap pertandingan menjadi tantangan tersendiri, tanpa membuat satu klub tampak jauh lebih unggul dibandingkan yang lain. Penilaian itu menjadi salah satu hal yang membuat Shafira antusias menyambut liga. Ia menyatakan kesiapan untuk menghadapi persaingan tersebut bersama Dewa United Women. Dengan demikian, kembalinya Indonesia Women’s League setelah vakum tujuh tahun tidak hanya menjadi tantangan baru bagi Shafira, tetapi juga menghadirkan persaingan antarklub yang ia pandang lebih seimbang dan semakin membangkitkan semangatnya untuk berkompetisi.

Shafira Ika menilai persaingan di Liga Putri Indonesia kali ini berpotensi berlangsung lebih merata karena pemain tim nasional putri tersebar di sejumlah klub peserta. Kondisi tersebut membuat kualitas skuad tidak bertumpu pada satu tim saja. Kehadiran pemain berpengalaman di berbagai klub juga memberi masing-masing peserta modal untuk bersaing, sehingga jarak kekuatan antartim terlihat lebih seimbang. Penilaian itu menjadi salah satu gambaran penting menjelang bergulirnya kembali kompetisi.

Persiapan menuju liga sempat terpotong oleh agenda tim nasional. Sejumlah pemain harus menjalani kegiatan bersama timnas, sehingga klub tidak selalu dapat menggelar persiapan dengan komposisi lengkap secara berkelanjutan. Meski demikian, Shafira melihat kondisi tersebut tidak serta-merta membuat kemampuan peserta berbeda jauh. Menurutnya, para pemain yang berlaga memiliki kualitas yang cukup merata. Dengan sebaran pemain timnas di beberapa klub, persaingan diperkirakan tetap terbuka dan setiap tim mempunyai peluang untuk menunjukkan kemampuan.

Pandangan serupa disampaikan pelatih FC Bekasi City, Rudy Eka Priyambada. Ia melihat pemain yang dipanggil ke timnas tidak hanya berasal dari klubnya, tetapi juga terdapat di Persija dan Dewa United. Sebaran itu menunjukkan bahwa kontribusi pemain timnas berada di beberapa peserta, bukan terkonsentrasi pada satu klub. Dalam konteks persaingan liga, keadaan ini ikut mendukung penilaian bahwa kekuatan tim relatif berimbang. FC Bekasi City, Persija, dan Dewa United sama-sama memiliki pemain yang terlibat dalam tim nasional, sementara klub lain juga berkesempatan mengandalkan komposisi skuad masing-masing. Karena persiapan sempat berbagi waktu dengan agenda timnas, pemerataan kemampuan menjadi faktor yang patut diperhatikan ketika kompetisi dimulai. Penilaian Shafira dan Rudy menempatkan distribusi pemain serta kualitas peserta sebagai unsur yang membentuk persaingan. Dengan demikian, liga tidak hanya menjadi ajang bagi klub untuk mengejar hasil, tetapi juga kesempatan bagi pemain di berbagai tim untuk memperlihatkan perkembangan mereka. Kompetisi yang kekuatannya tersebar dapat menghadirkan pertandingan yang lebih sulit diprediksi, sekaligus memberi ruang bagi setiap peserta untuk bersaing secara kompetitif sepanjang musim.

Kompetisi Liga Putri Indonesia musim 2026/2027 diikuti enam klub, menghadirkan susunan peserta yang mencakup tim dari sejumlah daerah. Keenam klub tersebut adalah Persija Jakarta, Persikad Depok, FC Bekasi City, Persita Tangerang, Dewa United, dan Garudayaksa. Kehadiran mereka menandai kembalinya liga putri dalam kalender sepak bola nasional serta membuka ruang persaingan antarklub sepanjang musim. Dengan enam peserta, setiap pertandingan menjadi kesempatan penting untuk mengumpulkan poin dan menunjukkan perkembangan tim.

Salah satu ketentuan yang berlaku pada musim ini menyangkut komposisi pemain. Setiap klub peserta wajib diperkuat minimal satu pemain yang berlabel tim nasional Indonesia. Aturan tersebut berlaku bagi seluruh peserta, sehingga tidak hanya menjadi perhatian klub tertentu. Keharusan itu juga memberi tempat bagi pemain yang memiliki pengalaman atau status sebagai bagian dari timnas, di tengah persaingan untuk membangun skuad. Penerapan ketentuan ini menjadi bagian dari karakter kompetisi musim 2026/2027.

Laga pembuka mempertemukan Dewa United Women dengan Persikad Depok di Stadion Madya, Jakarta, pada Minggu (18/10). Dewa United Women mengawali kiprahnya dengan kemenangan tipis 1-0. Hasil tersebut membuat klub itu meraih tiga poin pada pertandingan pertamanya, sementara Persikad Depok harus memulai musim dengan kekalahan. Skor yang hanya terpaut satu gol menunjukkan bahwa laga pembuka berakhir dengan selisih tipis, sekaligus memberi gambaran awal tentang ketatnya perebutan hasil di peserta.

Pertandingan tersebut menjadi awal rangkaian kompetisi yang melibatkan enam klub. Bagi Dewa United Women, kemenangan atas Persikad dapat menjadi modal untuk menghadapi jadwal berikutnya, meski perjalanan musim masih panjang. Persikad, di sisi lain, memiliki kesempatan untuk mengevaluasi penampilan dan mengejar poin pada laga selanjutnya. Kehadiran Persija Jakarta, FC Bekasi City, Persita Tangerang, serta Garudayaksa juga melengkapi peta persaingan. Dengan ketentuan pemain timnas dan hasil awal yang sudah tercatat, perhatian kini tertuju pada bagaimana masing-masing tim menjaga konsistensi sepanjang musim 2026/2027.

Pelatih Dewa United Women, Dicky Firasat, menempatkan evaluasi sebagai bagian penting setelah tim menjalani pertandingan di Liga Putri Indonesia. Baginya, penampilan di lapangan perlu ditinjau secara menyeluruh, bukan hanya dari hasil akhir, tetapi juga dari cara pemain menjalankan rencana permainan, menjaga intensitas, serta merespons situasi selama laga. Catatan tersebut dapat membantu staf pelatih memahami aspek yang sudah berjalan baik dan bagian yang masih perlu diperbaiki. Evaluasi juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk mengenali tuntutan kompetisi dan membangun kesiapan menghadapi pertandingan berikutnya.

Perhatian Dicky turut tertuju pada adaptasi pemain terhadap kondisi cuaca. Suhu yang panas menjadi tantangan yang perlu dihadapi selama menjalani kompetisi, terutama bagi para pemain asing yang masih mengeluhkan keadaan tersebut. Menurutnya, penyesuaian dengan cuaca setempat membutuhkan perhatian agar pemain dapat menjalani latihan dan pertandingan dengan lebih nyaman. Pengalaman bermain dalam kondisi berbeda juga menjadi bagian dari proses adaptasi yang perlu dipantau oleh tim pelatih.

Evaluasi terhadap hal itu, kata Dicky, dapat membantu tim memahami kebutuhan pemain dan menyiapkan pendekatan yang sesuai. Adaptasi tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dengan kemampuan menjaga konsentrasi dan menyesuaikan diri terhadap berbagai situasi pertandingan. Karena itu, masukan dari pemain menjadi catatan penting bagi pelatih dalam melihat perkembangan tim. Dicky ingin setiap pertandingan memberi bahan pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapan skuad secara bertahap.

Lebih luas, Dicky berharap Liga Putri Indonesia dapat menjadi wadah bagi potensi sepak bola wanita untuk berkembang. Kompetisi diharapkan memberi ruang kepada para pemain untuk memperoleh pengalaman, mengasah kemampuan, dan menunjukkan perkembangan melalui pertandingan.

Baca juga: Pekanbaru Buka Kembali Sekolah Tatap Muka dengan Protokol di Tengah Asap | Kabut Asap Kembali Menyelimuti Palembang, 473 Titik Panas Terdeteksi di OKI | Semeru Kembali Meletus, Warga Diminta Menjauhi Zona Berisiko