Jakarta | Perkenalan MacBook Pro dengan layar sentuh dan panel OLED di sebuah acara di Los Angeles menandai perubahan penting dalam arah Apple. Selama bertahun-tahun, perusahaan itu dikenal menolak gagasan bahwa laptop perlu mengadopsi teknologi layar sentuh. Kini, kehadiran fitur tersebut pada lini MacBook Pro menunjukkan bahwa sikap lama itu mulai bergeser. Perubahan ini bukan sekadar penambahan cara baru untuk berinteraksi, tetapi juga sinyal bahwa Apple bersedia meninjau kembali batas yang sebelumnya dipertahankan dalam desain komputernya.
Langkah tersebut terasa menonjol karena Apple memiliki sejarah panjang dalam membedakan pengalaman menggunakan Mac dari perangkat seperti iPhone dan iPad. Perusahaan selama ini mempertahankan kendali melalui papan ketik, trackpad, dan antarmuka macOS, alih-alih menjadikan layar sebagai permukaan input utama. Pengenalan layar sentuh pada MacBook Pro membuat pemisahan itu tidak lagi tampak mutlak. Pengguna kini dapat berhadapan dengan komputer yang menggabungkan pendekatan laptop tradisional dengan interaksi langsung melalui layar, sementara panel OLED menjadi bagian lain dari pembaruan yang diperkenalkan dalam acara yang sama.
Makna pengumuman ini juga berkaitan dengan kepemimpinan John Ternus dan perubahan prioritas produk Apple pada era baru perusahaan. Namun, penting untuk membaca langkah tersebut sebagai pergeseran arah, bukan sebagai penghapusan seluruh filosofi lama. MacBook Pro tetap membawa identitas sebagai komputer kerja, tetapi kehadiran layar sentuh memperluas cara perangkat itu dapat digunakan. Keputusan memperkenalkan teknologi yang sebelumnya ditolak memperlihatkan bahwa Apple dapat menyesuaikan pendekatan ketika kebutuhan dan ekspektasi berubah. Untuk saat ini, informasi yang tersedia menempatkan pengumuman di Los Angeles sebagai penanda utama: MacBook Pro pertama dengan layar sentuh dan OLED hadir, sekaligus membuka babak baru dalam hubungan Apple dengan komputasi sentuh pada laptop.
Selain menghadirkan MacBook Pro dengan layar sentuh, Apple juga mengumumkan kembalinya logo bercahaya pada bagian belakang laptop. Keputusan tersebut menandai perubahan pada tampilan perangkat sekaligus menghidupkan kembali elemen desain yang pernah dikenal pengguna MacBook. Dalam pengumuman yang sama, perusahaan menempatkan pembaruan ini sebagai bagian dari arah baru lini laptop profesionalnya. Namun, informasi yang disampaikan mengenai logo tersebut berfokus pada kembalinya cahaya di bagian belakang, tanpa menguraikan rincian tambahan mengenai cara kerja, bentuk, atau pilihan model yang akan memilikinya.
Peluncuran MacBook Pro itu hadir di tengah rangkaian produk baru sejak John Ternus mengambil alih posisi CEO Apple pada awal September. Pada bulan tersebut, perusahaan meluncurkan iPhone lipat Duo, sebuah perangkat yang menjadi salah satu pengenalan produk pertama dalam periode kepemimpinannya. Kehadiran ponsel lipat itu memperlihatkan bahwa rangkaian pembaruan Apple mencakup perangkat di luar komputer, dengan pengumuman yang berlanjut dari satu kategori produk ke kategori lainnya. Dalam konteks ini, MacBook Pro dan logo bercahayanya menjadi bagian dari perkembangan yang lebih luas, bukan pengumuman tunggal yang berdiri sendiri.
Berikutnya, pada Oktober, Apple memperkenalkan perangkat pusat kendali rumah pintar di New York. Bersama peluncuran iPhone lipat Duo pada September dan pengumuman MacBook Pro, perangkat tersebut membentuk urutan produk baru yang diperkenalkan sejak pergantian CEO. Rangkaian ini mencakup ponsel lipat, perangkat rumah pintar, dan laptop profesional, tanpa perlu menyimpulkan adanya hubungan teknis atau strategi khusus di semuanya. Bagi pengamat, kembalinya logo bercahaya merupakan salah satu unsur yang paling mudah dikenali dalam kabar MacBook Pro, sementara keseluruhan peluncuran sejak awal September memberi gambaran mengenai padatnya pengumuman produk Apple pada periode tersebut.
John Ternus memasuki jabatan CEO Apple dengan pengalaman panjang di bidang perangkat keras perusahaan. Sebelum memimpin Apple, ia menghabiskan bertahun-tahun bekerja di organisasi tersebut dan terlibat dalam pengembangan berbagai produk. Latar belakang itu menjadikannya sosok yang memahami Mac bukan hanya sebagai bagian dari lini produk Apple, tetapi juga sebagai perangkat dengan sejarah dan posisi penting dalam perusahaan. Peralihannya dari eksekutif perangkat keras menjadi pemimpin tertinggi berlangsung di tengah perhatian terhadap kemungkinan perubahan arah produk, termasuk MacBook Pro layar sentuh dan kembalinya logo Apple yang bercahaya. Namun, pengalamannya sendiri tidak dengan sendirinya menjelaskan alasan di balik perubahan-perubahan tersebut.
Dalam berbicara mengenai Mac, Ternus menyampaikan kecintaannya terhadap komputer itu. Pernyataan tersebut menggambarkan kedekatan seorang pemimpin Apple dengan produk yang telah menjadi bagian utama dari identitas perusahaan selama puluhan tahun. Ia juga menilai bahwa Mac belum pernah berada dalam kondisi sebaik dan sekuat sekarang. Penilaian itu mencakup keyakinan bahwa Mac saat ini berada pada tingkat yang sangat baik dan memiliki kemampuan yang kuat, tanpa menghapus fakta bahwa produk tersebut terus berkembang dari generasi ke generasi.
Pandangan Ternus memberi konteks bagi pembahasan mengenai masa depan Mac di bawah kepemimpinannya. Pernyataannya menegaskan bahwa Mac tetap memiliki arti penting baginya, sementara penilaiannya terhadap kondisi produk saat ini menunjukkan kepercayaan pada kekuatan jajaran Mac yang ada. Kedua hal itu dapat dicatat sebagai pandangan yang ia sampaikan secara terbuka, bukan sebagai bukti bahwa ia telah menetapkan arah tertentu untuk setiap model atau fitur.
Dengan demikian, profil Ternus sebagai mantan eksekutif perangkat keras yang lama bekerja di Apple perlu dibaca bersama sikapnya terhadap Mac. Ia menyatakan rasa cintanya pada Mac dan memandang komputer tersebut belum pernah sebaik maupun sekuat sekarang. Pernyataan ini menjadi latar yang relevan ketika publik mengamati keputusan perusahaan berikutnya. Meski demikian, penilaian tersebut tidak memastikan produk apa yang akan dirilis, dan tidak menerangkan motif pribadi di balik kemungkinan perubahan desain. Informasi tentang pandangannya memberi gambaran mengenai hubungan Ternus dengan Mac, sementara langkah konkret perusahaan tetap perlu dinilai berdasarkan pengumuman dan produk yang benar-benar tersedia.
Perdebatan mengenai layar sentuh pada laptop telah lama menjadi bagian dari cara Apple menjelaskan desain komputernya. Pada 2010, Steve Jobs menyampaikan keberatan yang berangkat dari ergonomi. Menurut pandangan yang ia kemukakan saat itu, menggunakan layar sentuh secara terus-menerus dengan tangan terangkat bukanlah pengalaman yang nyaman. Ia menilai pendekatan tersebut buruk secara ergonomis untuk komputer yang digunakan di meja, berbeda dari ponsel atau tablet yang memang dipegang dan diarahkan langsung oleh pengguna.
Dua tahun kemudian, Tim Cook menyampaikan analogi yang mempertegas pemisahan laptop dan perangkat sentuh. Ia mengibaratkan penggabungan keduanya seperti menyatukan pemanggang roti dengan lemari es: dua benda yang masing-masing berguna, tetapi memiliki fungsi dan bentuk penggunaan berbeda. Perumpamaan itu mencerminkan keyakinan Apple pada masa tersebut bahwa layar sentuh tidak otomatis menjadi pilihan yang tepat untuk Mac. Laptop, dalam pandangan itu, sebaiknya tetap mengandalkan papan ketik dan trackpad sebagai cara utama untuk berinteraksi.
Sikap tersebut berbeda dari perkembangan di pasar Windows. Berbagai produsen PC telah menawarkan laptop dengan layar sentuh selama lebih dari satu dekade, dalam beragam bentuk dan segmen harga. Sebagian perangkat mempertahankan rancangan laptop konvensional, sementara yang lain menggunakan engsel yang dapat dilipat atau desain konvertibel agar komputer bisa digunakan menyerupai tablet. Kehadiran fitur ini membuat layar sentuh menjadi pilihan yang relatif lazim di ekosistem Windows, meskipun tidak berarti setiap pengguna memilih atau memerlukannya.
Perbedaan sejarah itu memberi konteks bagi setiap pembahasan mengenai kemungkinan perubahan arah Apple. Perusahaan sebelumnya secara terbuka menjelaskan alasan desainnya, sementara pesaing telah lama menguji pendekatan sentuh pada laptop.
Baca juga: Pencairan Es Kutub Mempercepat Perubahan Bentuk Padat Bumi | Perubahan pada Urine yang Dapat Menjadi Tanda Gangguan Ginjal | BPJS Kesehatan Jelaskan Perubahan Status PBI JKN dan Cara Memeriksanya



































