Prabowo Hadiri Persemayaman Subagyo Hadi Siswoyo di Mabesad

oleh -84 Dilihat
oleh
Prabowo Hadiri Persemayaman Subagyo Hadi Siswoyo di Mabesad

Jakarta | Presiden Prabowo Subianto menghadiri persemayaman Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kehadiran Presiden di lokasi tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus ungkapan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Prabowo datang untuk memberikan penghormatan secara langsung dalam suasana duka yang berlangsung di lingkungan Mabesad.

Kedatangan Presiden disambut sejumlah pejabat, yaitu Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI Yusuf Jauhari, serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Mereka menyambut Prabowo di Mabesad sebelum Presiden mengikuti rangkaian penghormatan bagi almarhum. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan bahwa persemayaman berlangsung dengan perhatian dari jajaran pertahanan dan TNI.

Persemayaman diselenggarakan untuk memberikan kesempatan kepada para pelayat menyampaikan penghormatan terakhir kepada Subagyo Hadi Siswoyo. Dengan hadir di Mabesad, Prabowo menyampaikan dukungan moral kepada keluarga almarhum dan turut mengiringi suasana belasungkawa yang menyelimuti acara. Kunjungan itu juga menandai penghormatan negara kepada seorang purnawirawan jenderal TNI yang disemayamkan di markas besar Angkatan Darat. Informasi mengenai kehadiran Presiden serta pejabat yang menyambutnya menjadi inti peristiwa pada Selasa tersebut. Dalam kesempatan itu, perhatian tertuju pada penghormatan kepada almarhum dan ungkapan duka bagi keluarga, sementara rangkaian persemayaman menjadi ruang bagi para pelayat untuk hadir dan menyampaikan belasungkawa. Prabowo berada di Mabesad untuk mengikuti momen penghormatan tersebut bersama jajaran pejabat yang menyambut kedatangannya.

Setelah tiba di Mabesad, Prabowo menuju ruang persemayaman Subagyo Hadi Siswoyo. Kedatangannya dilanjutkan dengan langkah menuju tempat jenazah almarhum disemayamkan. Rangkaian tindakan tersebut berlangsung secara berurutan: Prabowo terlebih dahulu memasuki ruang persemayaman, kemudian berjalan mendekati jenazah, sebelum menyampaikan penghormatan. Urutan ini memperlihatkan tindakan yang dilakukan Prabowo setibanya di lokasi, tanpa perlu menambahkan keterangan mengenai prosesi lain yang tidak disebutkan.

Di tempat jenazah disemayamkan, Prabowo memberikan hormat kepada almarhum. Tindakan itu menjadi bentuk penghormatan yang ia sampaikan secara langsung setelah mendekat. Dengan demikian, bagian utama dari kunjungannya di ruang persemayaman mencakup kedatangan ke hadapan jenazah dan pemberian hormat. Tidak ada tindakan lain yang perlu disisipkan untuk menjelaskan rangkaian tersebut; fokusnya tetap pada apa yang dilakukan Prabowo setelah tiba di Mabesad.

Sesudah memberikan hormat, Prabowo mendekat ke jenazah dan memanjatkan doa untuk almarhum. Doa tersebut menjadi tindakan berikutnya dalam rangkaian penghormatan. Penjelasan mengenai urutan ini menempatkan doa setelah Prabowo berada dekat dengan jenazah, sehingga hubungan kedatangan, penghormatan, dan doa tetap jelas. Seluruh rangkaian dapat dipaparkan secara sederhana: ia menuju ruang persemayaman, berjalan ke tempat jenazah disemayamkan, memberikan hormat, lalu berdoa.

Kunjungan Prabowo di ruang persemayaman itu dengan demikian berpusat pada penghormatan dan doa bagi Subagyo Hadi Siswoyo. Tidak perlu menambahkan rincian mengenai suasana, percakapan, ataupun tahapan prosesi lain, karena hal tersebut tidak termasuk dalam keterangan yang tersedia. Yang dapat ditegaskan adalah bahwa setelah tiba di Mabesad, Prabowo menuju tempat jenazah disemayamkan, memberikan hormat kepada almarhum, lalu memanjatkan doa setelah mendekat. Penyebutan tindakan secara berurutan membantu menggambarkan bagian kunjungan tersebut dengan jelas dan tetap berpegang pada informasi yang disebutkan.

Usai memberikan penghormatan kepada almarhum Subagyo Hadi Siswoyo di ruang persemayaman Mabesad, Prabowo menghampiri keluarga inti yang berada di dekat jenazah. Ia menyalami setiap anggota keluarga satu per satu. Gestur tersebut menjadi ungkapan belasungkawa sekaligus empati kepada keluarga yang tengah kehilangan orang terdekat. Prabowo menyampaikan dukungan melalui kehadiran dan sikap hormatnya, tanpa mengganggu suasana duka yang menyelimuti ruangan.

Setelah menemui keluarga inti, Prabowo juga menyalami sejumlah pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka berasal dari kalangan keluarga, pejabat, serta tokoh yang hadir di Mabesad. Prabowo menyapa para pelayat secara langsung sebelum bergabung dengan mereka di ruang persemayaman. Kehadirannya di para pelayat berlangsung dalam suasana khidmat, sejalan dengan rangkaian penghormatan bagi almarhum.

Prabowo kemudian duduk bersama para pelayat yang telah berkumpul. Di mereka terdapat Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dan Penasihat Khusus Presiden Indonesia bidang Politik dan Keamanan Wiranto. Para pelayat berada di ruangan yang sama untuk mengikuti prosesi dan memberikan penghormatan kepada Subagyo. Momen tersebut memperlihatkan bahwa keluarga, pejabat, dan tokoh yang hadir turut mengambil bagian dalam suasana duka serta penghormatan bagi almarhum.

Setelah beberapa saat berada di ruang persemayaman, Prabowo menuju ruang tunggu untuk mengikuti rangkaian prosesi berikutnya. Perpindahan itu berlangsung setelah ia menyalami keluarga dan para pelayat serta duduk bersama mereka. Sementara itu, jenazah kemudian diturunkan sebagai bagian dari kelanjutan prosesi penghormatan terakhir. Rangkaian tersebut menjadi tahap berikutnya dalam penyelenggaraan penghormatan bagi almarhum di Mabesad. Para pelayat tetap berada dalam suasana khidmat saat prosesi berlanjut, menyertai keluarga dalam melepas Subagyo Hadi Siswoyo dengan penuh hormat.

Subagyo Hadi Siswoyo dikenal sebagai salah satu tokoh senior di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1970, sebuah latar pendidikan yang menjadi bagian awal dari perjalanan panjang pengabdiannya di bidang militer. Dalam perjalanan kariernya, Subagyo pernah mengemban sejumlah jabatan penting di TNI AD, termasuk posisi yang berkaitan langsung dengan kepemimpinan dan pembinaan satuan. Pengalaman tersebut menempatkannya di perwira yang memiliki peran dalam perkembangan organisasi Angkatan Darat pada masa itu.

Pada 1994 hingga 1995, Subagyo menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Setelah itu, ia dipercaya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), dengan masa jabatan berlangsung dari Februari 1998 sampai November 1999. Periode tersebut mencakup perubahan pemerintahan nasional, dari masa Presiden Soeharto, dilanjutkan Presiden B.J. Habibie, hingga Presiden Abdurrahman Wahid. Dengan demikian, masa tugasnya sebagai KSAD berlangsung di tengah pergantian kepemimpinan negara. Kedua jabatan tersebut menjadi bagian penting dalam catatan pengabdiannya di lingkungan militer, khususnya di TNI Angkatan Darat.

Pengabdian Subagyo tidak terbatas pada karier militernya. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), mulai Januari 2015 hingga 20 Oktober 2019. Peran tersebut menandai keterlibatannya dalam lembaga yang memberikan pertimbangan kepada Presiden setelah ia menjalani masa tugas di TNI AD. Subagyo wafat di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 16.20 WIB. Ia dikenang atas pengabdian panjangnya kepada negara, khususnya di lingkungan TNI. Riwayat pendidikan dan jabatan yang pernah diembannya mencatat perjalanan seorang perwira senior yang bertugas dalam berbagai periode penting. Informasi mengenai perjalanan tersebut menjadi latar untuk mengenang kiprahnya secara ringkas, dari pendidikan militer hingga keterlibatan dalam lembaga negara.

Baca juga: Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Almarhum Subagyo H. S. di Mabesad | Subagyo Hadi Siswoyo: Dari Piyungan hingga Memimpin TNI Angkatan Darat | Subagyo Hadi Siswoyo Wafat, Jenazah Disemayamkan di Yogyakarta