PSMS Amankan Tiga Poin atas PSIS, Meski Bermain dengan Sepuluh Pemain

oleh -71 Dilihat
oleh
PSMS Amankan Tiga Poin atas PSIS, Meski Bermain dengan Sepuluh Pemain

Semarang | PSMS Medan mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 2-1 dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Minggu malam. Kemenangan ini terasa penting bagi tuan rumah karena mereka mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir meski bermain dengan sepuluh pemain. Lebih dari 5.000 penonton hadir menyaksikan laga yang menentukan perubahan posisi di papan atas Grup A tersebut.

Raihan Utama dan Javier Siverio menjadi pencetak gol bagi PSMS. Kedua gol itu membawa tim Medan mengamankan tiga poin di hadapan pendukungnya sendiri. PSIS berusaha mengejar dan akhirnya memperkecil selisih melalui gol Fitra Ridwan pada menit ke-90+8. Gol yang tercipta pada masa tambahan waktu itu membuat akhir pertandingan berlangsung menegangkan, tetapi tidak mengubah hasil akhir: PSMS tetap unggul 2-1.

Tambahan tiga poin mengangkat PSMS ke posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan koleksi 14 poin. Mereka kini membayangi PSPS Riau, yang masih memimpin dengan 18 poin. Selisih empat poin tersebut membuat persaingan di papan atas tetap terbuka, sementara kemenangan atas PSIS memberi PSMS bekal penting untuk melanjutkan upaya mendekati pemuncak klasemen. Hasil ini juga menunjukkan nilai besar dari kemenangan kandang dalam kompetisi yang persaingannya berlangsung ketat.

Bagi PSIS, kekalahan di Deli Serdang membuat mereka bertahan di posisi kelima dengan 10 poin. Gol Fitra pada penghujung laga belum cukup untuk membawa pulang angka dari Medan. Dengan jarak empat poin dari PSMS, PSIS masih memiliki pekerjaan untuk memperbaiki posisinya dalam pertandingan berikutnya. Sementara itu, keberhasilan PSMS mempertahankan keunggulan dalam kondisi kekurangan pemain menjadi sorotan utama laga. Di hadapan ribuan penonton, tim tuan rumah tidak hanya meraih kemenangan, tetapi juga memperoleh tambahan poin yang menjaga mereka tetap dekat dengan puncak Grup A.

PSMS Medan langsung berusaha mengambil kendali permainan sejak awal pertandingan. Tuan rumah mendorong pemain ke depan dan mencoba membangun serangan melalui penguasaan bola, sementara PSIS Semarang asuhan Widodo Cahyono Putro menjaga susunan pertahanan dengan rapat. Upaya PSMS untuk mengalirkan bola ke area berbahaya belum segera menghasilkan peluang bersih. Barisan belakang tim tamu menutup ruang dan memaksa sejumlah serangan tuan rumah terhenti sebelum mencapai kotak penalti.

Di tengah tekanan awal tersebut, PSIS justru sempat memberi ancaman lewat serangan balik pada menit keempat. Felipe Cadenazzi, yang pernah memperkuat PSMS pada musim sebelumnya, mendapat peluang untuk membawa tim tamu unggul. Ia melepaskan tembakan ke arah gawang, tetapi kiper Rudi Rajak mampu mengamankan bola. Momen itu menjadi pengingat bagi PSMS agar tidak lengah saat kehilangan penguasaan, sekaligus menunjukkan bahwa PSIS dapat memanfaatkan ruang di belakang pertahanan tuan rumah.

Setelah melewati ancaman tersebut, PSMS terus mencari celah untuk memecah kebuntuan. Gol pembuka akhirnya hadir pada menit ke-22 melalui Raihan Utama. Dari luar kotak penalti, ia melepaskan tembakan terarah yang berhasil melewati jangkauan penjaga gawang PSIS. Gol itu mengubah kedudukan dan memberi dorongan bagi tuan rumah untuk meningkatkan tekanan. PSIS tetap berusaha menjaga organisasi permainan, tetapi kini harus menghadapi PSMS yang tampil lebih percaya diri setelah unggul.

Menjelang turun minum, PSMS kembali menemukan jalan untuk menambah keunggulan. Ikhsan Chan mengirimkan umpan yang dimanfaatkan Javier Siverio menjadi gol kedua. Kerja sama tersebut membuat tuan rumah menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol, setelah sebelumnya cukup kesulitan menembus pertahanan lawan. Raihan Utama dan Siverio menjadi pencetak gol pada paruh pertama, sedangkan kontribusi Ikhsan terlihat melalui assist untuk gol kedua. Keunggulan itu memberi PSMS bekal penting memasuki babak berikutnya, meski PSIS sempat menunjukkan ancaman lewat Cadenazzi dan masih berupaya menjaga peluang untuk kembali bersaing dalam pertandingan.Kartu merah yang diterima Javier Siverio pada menit ke-39 menjadi titik penting dalam jalannya pertandingan PSMS melawan PSIS. Penyerang asal Spanyol itu diusir wasit setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain belakang PSIS. Keputusan tersebut membuat PSMS harus melanjutkan laga dengan sepuluh pemain, sementara tim masih berupaya menjaga keunggulan dua gol. Situasi ini menuntut perubahan segera, sebab hilangnya seorang pemain, terutama penyerang, memengaruhi keseimbangan tim dan pilihan dalam membangun serangan.

Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, kemudian menyesuaikan pendekatan permainan. Sebelum Siverio menerima kartu merah, PSMS berusaha menguasai bola dan mengendalikan tempo. Setelah jumlah pemain berkurang, fokus tim bergeser pada menjaga kedalaman pertahanan agar ruang di belakang barisan belakang tidak mudah dimanfaatkan lawan. PSMS juga mencari kesempatan melalui serangan balik, dengan memanfaatkan momen ketika PSIS bergerak maju. Perubahan itu menunjukkan bahwa tim perlu mengutamakan perlindungan terhadap keunggulan, tanpa sepenuhnya meninggalkan upaya untuk menyerang.

Eko mengakui bahwa timnya kembali menghadapi persoalan kartu merah. Dalam kondisi sulit tersebut, para pemain harus bekerja keras untuk mempertahankan keunggulan dua gol hingga pertandingan berakhir. Tugas itu bukan hanya menjaga posisi bertahan, tetapi juga membaca tekanan PSIS dan tetap disiplin ketika kehilangan bola. Menurut Eko, PSMS tetap berusaha menguasai bola agar tidak mudah kehilangan penguasaan. Dengan menjaga bola, tim dapat mengurangi tekanan lawan dan memperoleh waktu untuk merapikan kembali susunan pertahanan. Keputusan untuk bertahan lebih dalam dan menunggu peluang serangan balik menjadi respons atas keterbatasan jumlah pemain, sekaligus bagian dari upaya menjaga hasil pertandingan.

Memasuki babak kedua, PSIS berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah PSMS harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain. Tim tamu meningkatkan tekanan dan mencoba membongkar pertahanan tuan rumah demi mengejar ketertinggalan. Namun, rapatnya barisan belakang PSMS membuat peluang-peluang PSIS sulit berkembang menjadi ancaman yang benar-benar berujung gol. Para pemain PSMS menjaga kedisiplinan, menutup ruang, dan berupaya mempertahankan keunggulan di tengah tekanan yang terus diberikan lawan.

Situasi jumlah pemain berubah pada menit ke-82. Rifki Dwi Septiawan dari PSIS menerima kartu kuning kedua, yang berujung kartu merah, sehingga tim tamu juga harus bermain dengan sepuluh pemain. Kedua kesebelasan pun kembali memiliki jumlah pemain yang sama. Meski demikian, PSIS belum menyerah dan terus mencari celah untuk memperkecil selisih skor. Pertahanan PSMS tetap bekerja keras menghalau serangan, sementara waktu pertandingan yang semakin menipis membuat setiap momen terasa menentukan.

Gol PSIS akhirnya tercipta pada menit ke-90+8 melalui Fitra Ridwan. Gol tersebut mengubah suasana pada penghujung laga dan membuat pertandingan berlangsung menegangkan, sebab tim tamu masih memiliki kesempatan untuk menekan. PSMS harus menjaga fokus ketika menghadapi serangan terakhir PSIS. Para pemain tuan rumah mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan, sehingga tiga poin tetap menjadi milik PSMS meskipun akhir laga berlangsung penuh tekanan.

Eko mengakui timnya sempat kehilangan konsentrasi menjelang pertandingan berakhir, terutama setelah PSIS mencetak gol pada masa tambahan waktu. Meski demikian, ia mengapresiasi perjuangan para pemain yang tetap bertahan dan berusaha menjaga hasil. Eko juga menyampaikan bahwa skuad PSMS berisi 31 pemain untuk menghadapi kompetisi liga dan League Cup. Jumlah tersebut memberinya pilihan dalam menyusun pengganti ketika pemain utama tidak dapat tampil. Ia mencontohkan kontribusi Ikhsan Chan yang memberikan assist, serta menyebut bahwa PSMS memiliki pemain lain yang dapat menggantikan Manahati. Kedalaman skuad itu, menurut Eko, membantu tim tetap memiliki opsi ketika menghadapi kebutuhan perubahan di lapangan maupun absennya pemain.