Ria Norsan Apresiasi Peran Danlanud Supadio dalam Sinergi Penanganan Karhutla

oleh -59 Dilihat
oleh
Ria Norsan Apresiasi Peran Danlanud Supadio dalam Sinergi Penanganan Karhutla

Pontianak | Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menerima kunjungan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono di ruang kerja Gubernur Kalimantan Barat pada Jumat, 9 Oktober 2026. Pertemuan tersebut berlangsung sebagai bagian dari momen perpisahan sehubungan dengan mutasi penugasan Sidik Setiyono.

Kunjungan itu dilakukan dalam rangka pamitan Sidik Setiyono kepada Gubernur Kalimantan Barat. Dalam kesempatan tersebut, pertemuan berlangsung secara langsung di ruang kerja Gubernur Kalimantan Barat. Kehadiran Danlanud Supadio menandai penyampaian pamit secara resmi setelah menjalankan penugasan sebagai Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio.

Ria Norsan menerima kunjungan tersebut sebagai bagian dari hubungan kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio. Pertemuan pada Jumat tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk bertemu sebelum Sidik Setiyono menjalani mutasi penugasan. Informasi mengenai pertemuan ini disampaikan berdasarkan agenda kunjungan dan pamitan yang berlangsung di ruang kerja Gubernur Kalimantan Barat.

Dengan demikian, inti peristiwa tersebut adalah kunjungan Danlanud Supadio kepada Gubernur Kalimantan Barat dalam rangka berpamitan sehubungan dengan mutasi penugasan. Ria Norsan menerima langsung kedatangan Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono pada 9 Oktober 2026, di ruang kerja Gubernur Kalimantan Barat. Pertemuan berlangsung dalam suasana perpisahan dan menjadi penanda berakhirnya kebersamaan dalam pelaksanaan penugasan Sidik Setiyono sebagai Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio.

Pertemuan Danlanud Supadio, Sidik Setiyono, dan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, berlangsung dalam konteks persiapan mutasi penugasan. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Sidik Setiyono untuk menemui Ria Norsan sebelum menjalani penugasan berikutnya. Karena itu, pertemuan ini tidak hanya bermakna sebagai agenda silaturahmi, tetapi juga sebagai momentum pamitan pejabat TNI Angkatan Udara dan kepala daerah.

Dalam suasana tersebut, komunikasi kedua pihak mencerminkan hubungan kerja yang telah terjalin selama Sidik Setiyono menjalankan tugas sebagai Danlanud Supadio. Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu unsur penting dalam koordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam berbagai agenda yang membutuhkan sinergi lintas instansi. Kunjungan menjelang mutasi menjadi ruang untuk menyampaikan penghargaan atas kerja sama yang telah berlangsung.

Bagi Ria Norsan, kedatangan Sidik Setiyono menunjukkan adanya penghormatan terhadap hubungan kelembagaan dan komunikasi yang dibangun selama masa penugasan. Pertemuan tersebut juga memperlihatkan bahwa pergantian penugasan dalam lingkungan TNI Angkatan Udara dapat menjadi momentum untuk memperkuat apresiasi dan menjaga kesinambungan hubungan institusi militer dengan pemerintah daerah.

Di sisi lain, pamitan ini menegaskan pentingnya etika komunikasi dalam pelaksanaan tugas kedinasan. Sebelum beralih dari tanggung jawabnya sebagai Danlanud Supadio, Sidik Setiyono menyempatkan diri bertemu dengan Gubernur Kalimantan Barat. Langkah tersebut mencerminkan upaya menjaga hubungan baik sekaligus menghormati mitra kerja yang selama ini mendukung pelaksanaan tugas di wilayah Kalimantan Barat.

Dengan demikian, latar mutasi penugasan memberikan makna khusus bagi kunjungan tersebut. Pertemuan Ria Norsan dan Sidik Setiyono menjadi ruang untuk menyampaikan pesan perpisahan secara resmi, mengenang kerja sama yang telah berjalan, serta mempertahankan komunikasi positif Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan TNI Angkatan Udara. Momentum itu turut memperlihatkan bahwa koordinasi antarlembaga dibangun melalui hubungan profesional dan penghargaan bersama.

Dalam pertemuan tersebut, Ria Norsan menyampaikan apresiasi atas peran Danlanud Supadio dalam membangun sinergi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Apresiasi itu mencerminkan penghargaan terhadap hubungan kerja sama yang telah terjalin pemerintah daerah dan unsur terkait. Menurut Ria Norsan, kerja sama antarlembaga menjadi bagian penting dalam menghadapi persoalan karhutla yang memerlukan perhatian serta koordinasi bersama.

Sinergi yang terbangun memberikan landasan bagi setiap pihak untuk menjalankan peran sesuai tugas dan tanggung jawabnya dalam penanganan karhutla. Melalui hubungan kerja yang baik, komunikasi dan koordinasi dapat terus dipelihara sehingga upaya menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan dilakukan secara lebih terpadu. Dalam konteks tersebut, kontribusi Danlanud Supadio dipandang sebagai bagian dari dukungan kelembagaan yang memperkuat kerja bersama dalam menangani isu lingkungan dan kebencanaan di Kalimantan Barat.

Ria Norsan juga menempatkan kerja sama tersebut sebagai modal penting untuk menjaga kesinambungan koordinasi pemerintah daerah dan unsur pertahanan maupun instansi terkait. Penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan serta kesamaan langkah dari berbagai unsur. Karena itu, apresiasi yang disampaikan kepada Danlanud Supadio menegaskan pentingnya mempertahankan hubungan kerja sama yang telah terbentuk. Kolaborasi tersebut menjadi wujud komitmen bersama untuk mendukung penanganan karhutla secara terkoordinasi, sesuai kewenangan dan peran masing-masing pihak.

Pertemuan di ruang kerja gubernur berlangsung dalam suasana resmi sebagai kunjungan pamitan Danlanud Supadio sehubungan dengan mutasi penugasan. Agenda tersebut menjadi momen untuk menyampaikan penghormatan dan apresiasi atas pelaksanaan tugas selama menjalankan tanggung jawab di wilayah Kalimantan Barat. Pertemuan juga mencerminkan hubungan koordinasi yang terjalin pemerintah daerah dan unsur TNI Angkatan Udara dalam mendukung kepentingan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi peran Danlanud Supadio dalam sinergi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penanganan karhutla memerlukan koordinasi antarlembaga, termasuk pertukaran informasi, dukungan operasional, serta langkah bersama sesuai kewenangan masing-masing. Apresiasi tersebut disampaikan sebagai penghargaan terhadap kerja sama yang telah berlangsung dalam merespons persoalan karhutla di Kalimantan Barat.

Kunjungan pamitan ini sekaligus menandai berakhirnya masa penugasan Danlanud Supadio pada jabatan tersebut. Pokok pertemuan tetap berfokus pada silaturahmi kedinasan, mutasi penugasan, dan penghargaan atas sinergi yang telah dibangun dalam penanganan karhutla. Dengan demikian, pertemuan Gubernur Kalimantan Barat dan Danlanud Supadio berlangsung sebagai bagian dari komunikasi antarlembaga yang menghargai kontribusi masing-masing pihak secara faktual dan proporsional.