Rincian Harga BBM Pertamina pada 20 Oktober 2026: Pertamax hingga Bio Solar

oleh -84 Dilihat
oleh
Harga BBM Nonsubsidi Pertamina 13 Oktober 2026 Tetap, Empat Produk Mengalami Kenaikan

Jakarta | Harga BBM Pertamina yang berlaku pada Selasa, 20 Oktober 2026, masih mengacu pada penetapan harga periode sebelumnya. Untuk BBM nonsubsidi, belum ada penyesuaian baru selama Oktober. Harga yang tercantum dalam daftar berlaku sejak 2 September 2026, setelah sejumlah jenis BBM mengalami kenaikan pada awal bulan tersebut.

Dengan demikian, harga Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex pada tanggal ini mengikuti ketentuan yang diumumkan pada 2 September, bukan harga baru yang ditetapkan pada Oktober. Sementara itu, Pertalite dan Bio Solar merupakan BBM bersubsidi dengan ketentuan harga tersendiri. Pembaca sebaiknya membedakan kelompok nonsubsidi dan subsidi saat membandingkan harga maupun menghitung biaya pengisian.

Perlu diperhatikan bahwa harga BBM Pertamina dapat berbeda menurut wilayah atau provinsi. Perbedaan tersebut berkaitan dengan ketentuan distribusi dan pajak daerah, sehingga angka di satu wilayah belum tentu sama dengan angka di wilayah lain. Karena itu, daftar harga untuk 20 Oktober perlu dibaca berdasarkan lokasi yang disebutkan, terutama jika digunakan sebagai acuan sebelum mengisi kendaraan.

Perubahan harga pada September juga tidak berarti seluruh jenis BBM mengalami kenaikan dengan nilai atau waktu yang sama. Informasi yang tersedia menyebut sejumlah harga berubah, sedangkan daftar yang berlaku pada 20 Oktober menggunakan harga sejak 2 September. Untuk memperoleh nominal yang tepat per liter, periksa rincian tiap produk dan wilayah pada tabel harga yang menyertai informasi ini, atau konfirmasikan melalui kanal resmi Pertamina sebelum melakukan transaksi. Langkah tersebut membantu menghindari kekeliruan akibat memakai daftar lama atau membandingkan harga dari provinsi berbeda.

Jadi, acuan pada Selasa, 20 Oktober 2026, adalah penetapan terakhir yang berlaku sejak 2 September untuk harga yang belum disesuaikan kembali pada Oktober. Ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu melalui pengumuman resmi, sehingga daftar ini menggambarkan periode tersebut dan bukan jaminan bahwa harga akan tetap sama setelah tanggal itu.

Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan daerah sekitarnya, harga sejumlah BBM nonsubsidi Pertamina pada 20 Oktober 2026 mengalami kenaikan dibandingkan angka sebelumnya yang disebut sebagai pembanding. Perubahan ini mencakup bahan bakar beroktan tinggi serta produk diesel nonsubsidi. Rincian harga berlaku per liter, sehingga pengeluaran saat mengisi kendaraan akan mengikuti jumlah bahan bakar yang dibeli. Konsumen dapat menggunakan daftar tersebut untuk memperkirakan biaya, sembari memperhatikan jenis produk dan kebutuhan kendaraan masing-masing.

Pertamax Turbo dijual dengan harga Rp19.600 per liter. Angka pembanding sebelumnya adalah Rp18.300 per liter, sehingga harga terbaru tercatat lebih tinggi. Sementara itu, Pertamax Green 95 kini dibanderol Rp19.150 per liter, dibandingkan harga sebelumnya sebesar Rp16.600 per liter. Keduanya merupakan pilihan bensin nonsubsidi dengan karakteristik dan spesifikasi yang berbeda. Sebelum mengisi, pengguna kendaraan sebaiknya memastikan bahwa produk yang dipilih sesuai dengan rekomendasi pabrikan, termasuk ketentuan mengenai nilai oktan. Perlu dicatat, harga pembanding di atas merujuk pada harga sebelumnya sebagaimana disebut dalam sumber, bukan perkiraan atau harga dari wilayah lain.

Untuk kategori diesel, Dexlite ditetapkan sebesar Rp23.700 per liter. Sebelumnya, harga yang disebut sebagai pembanding untuk produk ini adalah Rp19.700 per liter. Pertamina Dex dijual Rp25.200 per liter, naik dari harga sebelumnya Rp21.150 per liter. Dengan demikian, Pertamina Dex menjadi produk dengan harga per liter tertinggi di empat jenis BBM yang dirinci di sini, sedangkan Pertamax Green 95 memiliki harga paling rendah dalam daftar tersebut. Perbandingan itu hanya mencakup produk dan wilayah dengan PBBKB 5 persen yang disebutkan, sehingga tidak otomatis mewakili tarif di seluruh Indonesia. Harga BBM dapat berbeda berdasarkan wilayah pajak dan kebijakan penetapan harga yang berlaku. Karena itu, pengendara di luar DKI Jakarta dan sekitarnya perlu memeriksa informasi harga sesuai lokasi sebelum membeli. Rincian ini membantu membedakan tarif terbaru dari angka sebelumnya secara jelas saat menyusun anggaran perjalanan maupun kebutuhan operasional kendaraan.Pada 20 Oktober 2026, harga Pertamax tetap dipatok sebesar Rp15.950 per liter. Angka tersebut menjadi rincian harga untuk jenis BBM ini dalam daftar yang disampaikan. Dengan demikian, Pertamax tercatat pada harga Rp15.950 per liter pada tanggal tersebut, tanpa perubahan dari patokan harga yang disebutkan.

Untuk BBM bersubsidi, Pertalite tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter. Harga ini merupakan angka yang tercantum untuk Pertalite pada 20 Oktober 2026. Sementara itu, Bio Solar dipatok sebesar Rp6.800 per liter. Kedua harga tersebut dapat dibaca sebagai rincian terpisah untuk masing-masing jenis BBM bersubsidi.

Jika disusun secara ringkas, Pertamax berada pada harga Rp15.950 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Bio Solar Rp6.800 per liter. Ketiga angka ini merangkum harga per liter untuk bahan bakar yang disebutkan. Pertamax memiliki patokan tersendiri, sedangkan Pertalite dan Bio Solar masing-masing tercantum dengan harga yang berbeda.

Rincian pada tanggal tersebut menunjukkan harga Pertamax tetap Rp15.950 per liter. Di kelompok BBM bersubsidi, Pertalite tercatat tetap Rp10.000 per liter dan Bio Solar tetap Rp6.800 per liter. Penyebutan harga per jenis membantu membedakan ketiganya secara langsung, sekaligus memberikan gambaran singkat mengenai angka yang berlaku untuk masing-masing bahan bakar.

Dengan demikian, tiga harga yang perlu dicatat pada 20 Oktober 2026 adalah Rp15.950 per liter untuk Pertamax, Rp10.000 per liter untuk Pertalite, serta Rp6.800 per liter untuk Bio Solar. Nilai tersebut disajikan sesuai jenis BBM agar mudah dibaca dan dibandingkan. Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar masing-masing memiliki harga sebagaimana tercantum di atas.

Hingga 20 Oktober 2026, Pertamina belum mengumumkan penyesuaian baru terhadap harga BBM nonsubsidi untuk periode Oktober. Dengan demikian, harga produk seperti Pertamax masih mengacu pada nilai yang berlaku pada periode sebelumnya. Keterangan ini penting bagi konsumen yang memeriksa daftar harga terbaru, sebab belum ada perubahan yang perlu diterapkan pada harga eceran nonsubsidi selama periode tersebut. Informasi mengenai harga sebaiknya tetap merujuk pada pengumuman resmi Pertamina dan kanal penjualan yang relevan.

Belum adanya penyesuaian berarti harga BBM nonsubsidi yang tercantum untuk Oktober tidak berubah hanya karena pergantian bulan. Namun, keadaan ini tidak berarti bahwa harga akan selalu tetap pada periode berikutnya. Pertamina menyatakan bahwa penetapan atau penyesuaian harga mempertimbangkan berbagai faktor, sekaligus memperhatikan kondisi masyarakat. Pertimbangan tersebut menjadi bagian dari proses sebelum keputusan harga diumumkan. Tanpa pengumuman baru, konsumen dapat memahami bahwa harga sebelumnya masih menjadi acuan, bukan menganggap telah terjadi perubahan yang belum dinyatakan.

Untuk memperoleh informasi yang akurat, masyarakat dapat membedakan harga yang sedang berlaku dan kemungkinan perubahan pada waktu mendatang. Harga BBM dapat ditinjau kembali, tetapi tanggal maupun besaran perubahan hanya dapat dipastikan setelah Pertamina menyampaikan keterangan resmi. Karena rincian pertimbangan untuk periode ini tidak dijelaskan, tidak tepat mengaitkan belum berubahnya harga dengan penyebab tertentu. Sikap tersebut juga membantu menghindari kesimpulan yang tidak didukung informasi. Konsumen yang merencanakan pengeluaran atau perjalanan dapat memeriksa pembaruan secara berkala, terutama menjelang pergantian periode. Sampai ada pemberitahuan lanjutan, harga nonsubsidi Oktober 2026 tetap mengikuti harga periode sebelumnya.

Baca juga: Chery E5 Bekas di Oktober 2026: Harga Tengah Rp275 Juta, Apa yang Perlu Diperhatikan? | Prakiraan Cuaca Malang pada 20 Oktober: Cerah, dengan Angin di Sejumlah Wilayah | Antrean BBM di Bali Mereda, Ganjil-Genap Subsidi Berlaku hingga 23 Oktober