Jakarta | Sari Putri menyampaikan permintaan maaf atas polemik penggunaan jaket almamater berlogo lama BSI dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram @kbm_ubsi.dws. Video itu dikutip pada Minggu (1/11), tanpa keterangan tahun. Pernyataan Sari menjadi tanggapan langsung terhadap perhatian yang muncul setelah jaket almamater tersebut terlihat dalam kegiatan itu.
Dalam video tersebut, Sari menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul. Isu yang menjadi sorotan berkaitan dengan logo lama BSI pada jaket almamater yang dikenakan dalam acara. Dengan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, Sari merespons polemik yang berkembang sekaligus mengakui adanya perhatian publik terhadap penggunaan atribut tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui kanal media sosial, sehingga dapat diketahui oleh pengikut akun yang mengunggahnya.
Peristiwa ini berlangsung dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI, salah satu lokasi publik di Jakarta. Informasi mengenai permintaan maaf Sari beredar melalui video yang dipublikasikan akun Instagram tersebut, bukan melalui keterangan lain yang disebutkan dalam informasi yang tersedia. Karena itu, konteks yang dapat dipastikan adalah adanya polemik terkait jaket berlogo lama BSI dan respons berupa permintaan maaf dari Sari Putri. Unggahan video tersebut menjadi rujukan bagi kabar mengenai klarifikasinya.
Permintaan maaf itu menandai respons Sari terhadap persoalan yang muncul seputar atribut almamater dalam kegiatan tersebut. Sorotan terhadap logo lama BSI membuat penggunaan jaket menjadi bagian yang diperhatikan dalam pemberitaan mengenai deklarasi. Namun, informasi yang disampaikan dalam video, sebagaimana dikutip pada Minggu (1/11), menjadi dasar untuk menyebut bahwa Sari telah meminta maaf. Tidak ada keterangan tahun yang dapat ditambahkan pada tanggal kutipan tersebut. Dengan demikian, inti klarifikasinya adalah permintaan maaf atas polemik penggunaan jaket almamater berlogo lama BSI di acara itu.
Sari menegaskan bahwa dirinya bukan mahasiswa aktif Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Pernyataan itu disampaikan untuk menjelaskan keterkaitannya dengan jaket almamater UBSI yang ia kenakan saat menghadiri deklarasi Sumpah Pemuda. Ia menyatakan bahwa penggunaan jaket tersebut tidak menunjukkan statusnya sebagai mahasiswa di kampus itu. Dengan demikian, penampilan tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa ia sedang menempuh pendidikan atau terdaftar sebagai mahasiswa aktif UBSI.
Dalam pengakuannya, Sari menjelaskan bahwa jaket almamater itu diberikan oleh seseorang yang tidak ia kenal. Ia tidak menyebutkan identitas pemberi jaket tersebut, dan penjelasannya tidak memuat rincian lain mengenai orang itu. Informasi yang disampaikan Sari terbatas pada fakta bahwa ia menerima jaket dari pihak yang tidak dikenalnya. Karena itu, tidak ada dasar untuk menambahkan dugaan tentang siapa pemberinya, apa maksud pemberian tersebut, ataupun bagaimana proses jaket itu sampai kepadanya.
Sari juga menegaskan bahwa jaket tersebut bukan identitas resminya sebagai mahasiswa UBSI. Keterangan ini membedakan pakaian yang dikenakannya dalam acara dari status akademik maupun afiliasi resmi dengan universitas. Pengakuannya perlu dipahami sesuai dengan batas informasi yang ia sampaikan: ia bukan mahasiswa aktif UBSI, jaket itu diberikan oleh seseorang yang tidak ia kenal, dan pemakaiannya tidak mewakili identitasnya sebagai mahasiswa kampus tersebut. Penjelasan itu menjadi bagian dari klarifikasinya mengenai penggunaan atribut almamater dalam deklarasi Sumpah Pemuda, tanpa menambahkan rincian yang tidak disampaikan Sari.Sari menyadari bahwa penggunaan jaket almamater BSI dalam deklarasi Sumpah Pemuda telah menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Pakaian tersebut melekat pada identitas sebuah institusi, sehingga pemakaiannya dalam kegiatan publik dapat membuat orang mengira tindakan yang dilakukan berkaitan dengan UBSI. Ia memahami bahwa situasi itu berpotensi memengaruhi persepsi publik dan berdampak pada nama baik kampus. Karena itu, Sari menyampaikan permintaan maaf kepada mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) serta pihak-pihak lain yang merasa dirugikan atau tidak nyaman atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa permintaan maaf itu disampaikan dengan kesadaran bahwa tindakannya memiliki konsekuensi lebih luas daripada sekadar pilihan pakaian pribadi.
Dalam menyampaikan penyesalan, Sari juga menyatakan bertanggung jawab atas tindakannya. Ia tidak ingin mengabaikan kebingungan yang muncul akibat penggunaan atribut kampus, dan mengakui bahwa dirinya semestinya mempertimbangkan bagaimana publik dapat menafsirkan penampilan tersebut. Pengakuan tanggung jawab ini menjadi bagian dari upayanya menjelaskan posisi pribadi sekaligus merespons dampak yang dirasakan oleh mahasiswa. Permintaan maaf tersebut ditujukan agar persoalan tidak terus berkembang menjadi anggapan bahwa UBSI terlibat atau mendukung kegiatan maupun pernyataan tertentu. Ia berharap penjelasan ini membantu meluruskan pemahaman mengenai siapa yang bertindak dan dalam kapasitas apa tindakan itu dilakukan.
Sari turut menekankan agar tindakan dan pernyataan dirinya tidak dianggap mewakili sikap resmi, kebijakan, ataupun kepentingan UBSI. Menurut pesannya, penggunaan jaket almamater pada peristiwa itu merupakan tindakan individu, bukan pernyataan institusi. Ia berharap masyarakat dapat membedakan tanggung jawab personal dari posisi sebuah perguruan tinggi. Sari juga mengajak publik agar tidak mengaitkan perbuatannya dengan seluruh mahasiswa maupun civitas akademika UBSI, yang memiliki pandangan dan tanggung jawab masing-masing. Dengan demikian, kritik terhadap tindakan pribadi dapat disampaikan secara proporsional tanpa menyamaratakan komunitas kampus. Ia berharap permintaan maaf serta klarifikasi ini dapat mengurangi kesalahpahaman, menjaga nama baik pihak-pihak yang tidak terlibat, dan mendorong masyarakat menilai peristiwa tersebut berdasarkan informasi yang jelas.Dalam konteks kegiatan yang sama, Polda Metro Jaya sebelumnya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait pemberitaan mengenai Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026. Acara tersebut menjadi perhatian publik, termasuk setelah berbagai informasi tentang pelaksanaannya beredar dan memunculkan kritik. Permintaan maaf itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, melalui keterangan resmi pada Sabtu (31/10). Polda menyatakan bahwa masukan dan kritik masyarakat diterima sebagai bahan evaluasi.
Budi Hermanto menyampaikan bahwa kepolisian memahami perhatian publik terhadap pemberitaan kegiatan tersebut. Ia mengatakan kritik yang muncul akan menjadi bahan untuk meninjau komunikasi dan penyampaian informasi terkait acara. Dalam keterangannya, ia juga menjelaskan kehadiran Raffi Ahmad dan Willie Salim. Menurut Budi, keduanya hadir atas undangan penyelenggara dan memiliki niat untuk turut memaknai Sumpah Pemuda. Penjelasan itu disampaikan sebagai bagian dari keterangan Polda mengenai kegiatan tersebut, bukan sebagai penambahan informasi di luar hal yang telah disampaikan secara resmi.
Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf atas pemberitaan yang menjadi perhatian masyarakat, sekaligus menyatakan bahwa kritik akan diperhatikan dalam evaluasi. Keterangan resmi tersebut memberi konteks mengenai respons institusi terhadap sorotan publik atas deklarasi. Adapun penjelasan tentang kehadiran Raffi Ahmad dan Willie Salim merujuk pada undangan penyelenggara serta niat mereka untuk memaknai momentum Sumpah Pemuda. Informasi tersebut dapat dicatat bersama perkembangan lain seputar acara, tanpa menarik kesimpulan tambahan mengenai hubungan pernyataan Polda Metro Jaya dan klarifikasi Sari mengenai jaket almamater BSI. Keduanya merupakan keterangan yang disampaikan dalam konteks pemberitaan kegiatan yang sama, sementara informasi yang tersedia tidak menjelaskan adanya kaitan lain di pernyataan tersebut.
Baca juga: Piala Ketum Senkom Mitra Polri: Turnamen Tenis Meja Nasional IV Semarakkan Sumpah Pemuda 2026



































