Shauna Krkalo Lampaui Dua Rekor Dunia di Kejuaraan Renang Master Jakarta

oleh -71 Dilihat
oleh
Shauna Krkalo Lampaui Dua Rekor Dunia di Kejuaraan Renang Master Jakarta

Jakarta | Dua catatan rekor dunia renang master berhasil dilampaui dalam 3rd Southeast Asia Aquatics (SEAA) Masters Swimming Championships 2026. Kejuaraan tersebut berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Perenang Krkalo Shauna Kathlee, yang mewakili klub URPA ITB Masters, membukukan kedua catatan terbaik dunia itu dan menjadi salah satu sorotan utama kompetisi. Pencapaiannya menandai hasil penting bagi timnya sekaligus menghadirkan momen bersejarah dalam rangkaian pertandingan di ibu kota.

Kejuaraan renang master ini mempertemukan ratusan perenang dari berbagai klub dan negara. Para peserta berkompetisi dalam suasana yang menghadirkan persaingan lintas usia dan pengalaman, dengan fokus pada kemampuan, ketekunan, serta semangat olahraga. Kehadiran atlet dari beragam latar belakang membuat setiap nomor menjadi bagian dari pertemuan komunitas renang regional. Di tengah agenda pertandingan tersebut, capaian Shauna menonjol karena dua rekor dunia berhasil dilewati dalam satu kejuaraan, bukan sekadar menjadi hasil kompetitif bagi klub yang dibelanya.

Stadion Akuatik GBK menjadi tempat berlangsungnya seluruh persaingan selama dua hari kejuaraan. Lokasi itu menyediakan panggung bagi para perenang untuk menunjukkan performa terbaik, sementara pencapaian rekor menambah bobot penting bagi hasil pertandingan. Bagi URPA ITB Masters, keberhasilan Krkalo Shauna Kathlee memperkuat arti partisipasi klub dalam ajang SEAA Masters Swimming Championships. Catatan yang dibukukannya juga memberi perhatian lebih luas terhadap perkembangan renang master dan prestasi atlet yang terus berlatih di berbagai kelompok usia. Dengan ratusan peserta dan delegasi dari berbagai negara, edisi 2026 menghadirkan persaingan yang beragam sekaligus menempatkan dua rekor dunia Shauna sebagai kabar utama dari kejuaraan di Jakarta.

Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, Shauna Krkalo menorehkan pencapaian penting dalam nomor 50 meter gaya dada putri kelompok usia 45–49 tahun di Kejuaraan Renang Master Jakarta. Ia menyelesaikan perlombaan dengan waktu 32,20 detik, catatan yang menjadi sorotan karena lebih cepat daripada rekor terdahulu pada nomor dan kelompok usia tersebut. Hasil itu memperlihatkan performa kuat dari perenang tersebut di ajang master, saat setiap pecahan detik dapat menentukan posisi dan pencapaian. Dalam nomor jarak pendek seperti 50 meter, start, dorongan, posisi tubuh, serta frekuensi kayuhan berperan besar dalam menjaga kecepatan sampai garis finis. Catatan tersebut menjadi salah satu momen utama kompetisi pada hari itu.

Rekor yang sebelumnya tercatat untuk nomor tersebut adalah 32,59 detik, dicapai perenang Amerika Serikat Katie Glenn pada November 2023. Dengan waktu 32,20 detik, Shauna berenang 0,39 detik lebih cepat daripada catatan Glenn. Perbandingan ini menunjukkan besarnya selisih hasil Shauna dan rekor terdahulu, sekaligus memberi konteks yang jelas atas pencapaiannya di Jakarta. Kedua waktu itu merujuk pada nomor, kategori putri, serta kelompok usia 45–49 tahun, sehingga perbandingannya menggambarkan pencapaian pada kategori yang sama. Hasil perlombaan Shauna dapat disebut melampaui angka rekor terdahulu berdasarkan waktu yang dicatat, tanpa mengasumsikan status pengesahan resmi.

Penampilan tersebut juga menjadi bagian dari kisah kompetisi yang melibatkan perenang master, kelompok atlet yang tetap berlatih dan bertanding dalam kategori usia masing-masing. Pada usia 45–49 tahun, capaian waktu yang kompetitif mencerminkan persiapan dan konsistensi latihan, meskipun hasil satu perlombaan saja tidak menjelaskan seluruh proses di balik performa seorang atlet. Bagi Shauna, waktu 32,20 detik menempatkannya di bawah catatan 32,59 detik milik Glenn yang dibuat pada November 2023. Angka-angka itu memberikan ukuran konkret bagi pencapaiannya di nomor gaya dada. Hasil pada Sabtu tersebut pun menandai catatan penting dalam kejuaraan Jakarta, dengan perbandingan waktu yang dapat disampaikan secara tepat dan tanpa klaim bahwa rekor baru telah disahkan secara resmi.

Sehari setelah mencatat pencapaian pertama yang melampaui catatan rekor dunia, Shauna Krkalo kembali menunjukkan performa luar biasa di Kejuaraan Renang Master Jakarta. Kali ini, ia turun pada nomor 50 meter gaya bebas putri untuk kelompok usia 45–49 tahun. Penampilannya menambah sorotan terhadap kiprahnya dalam kejuaraan tersebut, sekaligus memperlihatkan konsistensi yang kuat dalam dua hari perlombaan berturut-turut. Catatan waktu yang diraih pada nomor ini bukan sekadar menjadi hasil penting bagi Shauna, tetapi juga dibandingkan dengan rekor dunia yang sebelumnya tercatat untuk kelompok usia dan nomor yang sama.

Shauna menyelesaikan lomba 50 meter gaya bebas dengan waktu 25,81 detik. Angka tersebut lebih cepat daripada catatan terdahulu, yaitu 26,29 detik, yang dimiliki perenang Amerika Serikat Erika Braun. Selisih 0,48 detik itu menempatkan hasil Shauna di bawah waktu pemegang rekor sebelumnya. Dengan demikian, pencapaiannya berpotensi menjadi rekor dunia baru pada nomor tersebut apabila seluruh persyaratan pengesahan terpenuhi. Hasil ini juga melengkapi pencapaian sehari sebelumnya, ketika Shauna lebih dahulu membukukan waktu yang melampaui catatan dunia pada nomor lain.

Meski kedua hasil tersebut berada di bawah catatan rekor yang sebelumnya berlaku, statusnya belum otomatis menjadi rekor dunia resmi. Capaian Shauna masih perlu diverifikasi sesuai ketentuan World Aquatics, badan yang mengatur pengesahan rekor renang internasional. Proses tersebut mencakup pemeriksaan terhadap hasil lomba dan pemenuhan persyaratan teknis yang berlaku. Karena itu, hasil 25,81 detik perlu dipandang sebagai waktu yang berpotensi memecahkan rekor, bukan sebagai rekor dunia yang telah disahkan. Hal yang sama berlaku bagi pencapaian pertama Shauna sehari sebelumnya. Setelah proses verifikasi selesai, barulah dapat dipastikan apakah kedua waktu itu memenuhi seluruh ketentuan dan secara resmi tercatat sebagai rekor dunia. Hingga pengesahan diberikan, catatan Erika Braun tetap menjadi tolok ukur resmi yang menjadi pembanding bagi hasil Shauna di Jakarta.

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo, menyambut positif keberhasilan Shauna Krkalo yang melampaui dua rekor dunia dalam Kejuaraan Renang Master Jakarta. Menurut Harlin, pencapaian tersebut menjadi momen istimewa bagi olahraga renang, terutama karena dua catatan dunia itu tercipta di Indonesia. Ia menilai keberhasilan Shauna bukan hanya menunjukkan kemampuan dan konsistensi sang perenang, tetapi juga memberikan kebanggaan bagi penyelenggara serta komunitas akuatik nasional.

Harlin menekankan bahwa lokasi pencapaian itu membuatnya semakin bermakna. Dua rekor dunia tersebut dipecahkan di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, di hadapan para peserta dan penonton kejuaraan. Terciptanya prestasi internasional di fasilitas olahraga dalam negeri menunjukkan bahwa Indonesia dapat menjadi tempat berlangsungnya kompetisi renang master yang menarik dan berstandar tinggi. Momen ini sekaligus menjadi sorotan bagi perkembangan olahraga akuatik di Tanah Air.

Ia juga mengingatkan bahwa persaingan dalam renang master tetap berlangsung sengit, meskipun para perenang bertanding dalam kelompok usia yang berbeda. Pembagian kategori usia tidak mengurangi semangat kompetisi maupun tantangan yang dihadapi setiap peserta. Para atlet tetap berusaha mencatat waktu terbaik, menjaga performa, dan menunjukkan kemampuan masing-masing. Karena itu, keberhasilan Shauna dipandang sebagai hasil yang patut diapresiasi, sekaligus gambaran tentang kuatnya persaingan di peserta kejuaraan.

Harlin berharap capaian pemecahan rekor dunia tersebut dapat kembali terulang pada penyelenggaraan berikutnya. Ia menilai kejuaraan seperti ini berpotensi mendorong para perenang untuk terus meningkatkan prestasi sekaligus memperkuat antusiasme terhadap renang master. Pengalaman berlomba di Jakarta, ditambah suasana kompetisi yang ketat, diharapkan menjadi motivasi bagi peserta untuk kembali berlatih dan mengejar hasil yang lebih baik.

Baca juga: Rakorda LDII Jakarta Utara: Satukan Persepsi, Selaraskan Aksi, Perkuat Kontribusi Menuju 5 Abad Jakarta | Polres Jakarta Pusat Paparkan Alasan Penghentian Penyelidikan Dugaan Pencurian | Operasi Gabungan di Jakarta: 13 Pengunjung Klub Malam Jalani Penanganan BNN