Stok BBM di Tuban Masih Aman, Polisi Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying

oleh -74 Dilihat
oleh

TUBAN – Mengantisipasi potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah di Indonesia, Polresta Tuban melakukan pemantauan dan pengecekan ketersediaan stok BBM subsidi maupun nonsubsidi di 31 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Tuban, Minggu (18/10/2026)

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan jajaran Polresta Tuban, ketersediaan BBM di wilayah Kabupaten Tuban hingga saat ini terpantau aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, distribusi BBM dari PT Pertamina Fuel Terminal Tuban ke seluruh SPBU dilaporkan berjalan lancar setiap hari. Petugas juga tidak menemukan adanya antrean panjang, pembelian secara berlebihan (panic buying), maupun aktivitas pembelian BBM dalam skala besar atau borongan.

Kasihumas Polresta Tuban, Iptu Mokhamad Iksan, mengatakan bahwa pemantauan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di wilayah Kabupaten Tuban.

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan petugas, ketersediaan BBM di SPBU wilayah Kabupaten Tuban saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Distribusi dari Pertamina ke SPBU juga berjalan normal dan tidak ditemukan antrean panjang” ujar Iptu Mokhamad Iksan.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena dapat memicu antrean dan mengganggu kelancaran distribusi.

Apabila membutuhkan informasi terkait ketersediaan BBM, masyarakat dapat berkoordinasi dengan pihak SPBU atau melaporkan kepada petugas jika menemukan indikasi gangguan distribusi maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak panik dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan” tambahnya.

Berdasarkan hasil pemantauan ketersediaan BBM baik jenis subsidi maupun nonsubsidi dinilai masih mampu menunjang berbagai kebutuhan masyarakat mulai dari transportasi, pertanian, perikanan hingga kegiatan industri di Kabupaten Tuban.

Meski demikian, Polresta Tuban tetap mewaspadai potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi termasuk dugaan penimbunan oleh oknum tertentu untuk dijual kembali demi memperoleh keuntungan lebih besar.

Sebagai langkah antisipasi, koordinasi dengan manajemen PT Pertamina Fuel Terminal Tuban serta pengelola SPBU terus dilakukan. Pengelola SPBU juga diharapkan segera melaporkan apabila ditemukan tanda-tanda antrean panjang atau kekosongan stok agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Di sisi lain, jajaran Polsek diarahkan untuk meningkatkan pemantauan dan patroli di wilayah masing-masing khususnya di sekitar SPBU guna mengantisipasi pembelian BBM secara berlebihan maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi, petugas akan melakukan penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku” terang Kasihumas.

Melalui langkah pemantauan dan koordinasi tersebut, Polresta Tuban berupaya menjaga stabilitas ketersediaan BBM serta memastikan pendistribusiannya berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.