Vino G. Bastian dan Pevita Pearce Saling Apresiasi Saat Membintangi Gasigogi

oleh -71 Dilihat
oleh
Vino G. Bastian dan Pevita Pearce Saling Apresiasi Saat Membintangi Gasigogi

Jakarta | Vino G. Bastian dan Pevita Pearce beradu peran dalam film Gasigogi, produksi Falcon Pictures. Kolaborasi ini menjadi pertemuan pertama keduanya dalam sebuah film, menurut keterangan Vino. Informasi tersebut menandai salah satu hal penting dalam proyek ini: meski sama-sama dikenal sebagai aktor, Vino dan Pevita belum pernah dipertemukan dalam film sebelum Gasigogi. Dengan demikian, film produksi Falcon Pictures ini menjadi kesempatan pertama bagi mereka untuk bekerja bersama di layar lebar.

Vino menyampaikan komentarnya mengenai kolaborasi tersebut saat ditemui di kantor Falcon Pictures, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa Gasigogi merupakan film pertama yang mempertemukannya dengan Pevita. Pernyataan itu menjadi dasar untuk menyebut proyek ini sebagai kolaborasi perdana mereka di layar, bukan sekadar kerja sama lanjutan dari film sebelumnya. Lokasi dan waktu penyampaian komentar tersebut juga memberi konteks mengenai kapan informasi tentang pertemuan pertama mereka disampaikan.

Fakta bahwa keduanya baru kali ini beradu peran bersama menjadi sorotan tersendiri dalam pemberitaan mengenai Gasigogi. Namun, informasi yang disampaikan Vino terbatas pada status film tersebut sebagai kolaborasi pertama dirinya dan Pevita serta konteks ketika ia memberikan komentar. Karena itu, keterangan ini tidak memerlukan penambahan detail mengenai jalan cerita maupun karakter yang dimainkan. Untuk saat ini, poin utamanya adalah keterlibatan Vino dan Pevita dalam satu produksi Falcon Pictures dan konfirmasi Vino bahwa film tersebut menjadi proyek pertama yang mempertemukan mereka. Kolaborasi ini menghadirkan pasangan aktor yang belum pernah bekerja bersama dalam film sebelumnya.Vino G. Bastian mengungkapkan bahwa ia telah mengikuti perjalanan Pevita Pearce di sejumlah film. Ia menyebut 5 cm dan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck sebagai contoh karya yang pernah ia tonton. Dari pengamatannya terhadap film-film tersebut, Vino melihat Pevita menjalani peran yang tidak selalu ringan. Pengalaman itu membuatnya menaruh perhatian pada pilihan-pilihan proyek yang diambil Pevita selama berkarier di dunia perfilman. Apresiasi Vino pun berangkat dari pengenalannya terhadap beragam penampilan Pevita di layar, bukan semata-mata dari keterlibatan mereka dalam satu proyek bersama.

Menurut penilaian Vino, beberapa film yang dibintangi Pevita menghadirkan tantangan besar bagi sang aktris. Ia menilai Pevita kerap memperoleh karakter yang menuntut banyak hal, terutama ketika memerankan sosok perempuan dengan beban atau perjalanan yang kompleks. Pandangan tersebut mencerminkan penghargaan Vino terhadap tuntutan dalam peran-peran yang pernah dijalani Pevita. Ia tidak sekadar melihat banyaknya judul film yang telah dibintangi, tetapi juga mempertimbangkan usaha dan kapasitas yang diperlukan untuk menghidupkan karakter-karakter itu. Dengan demikian, pujiannya berpusat pada pilihan peran Pevita dan tantangan yang menyertainya.

Vino juga menilai Pevita piawai dalam menentukan film yang ingin ia kerjakan. Baginya, kecermatan memilih proyek menjadi bagian penting dari perjalanan seorang aktor, karena setiap film membawa cerita dan tuntutan yang berbeda. Gasigogi termasuk karya yang, menurut Vino, memperlihatkan kecakapan Pevita dalam memilih proyek. Penilaiannya terhadap film ini selaras dengan apresiasinya atas karya-karya Pevita sebelumnya: ia melihat seorang aktris yang bersedia menghadapi peran menantang sekaligus mempertimbangkan materi cerita yang menarik untuk dibawakan. Pandangan itu disampaikan sebagai bentuk penghargaan pribadi Vino terhadap keputusan dan perjalanan profesional Pevita, bukan sebagai ukuran mutlak atas kualitas seluruh filmnya. Apresiasi tersebut turut memberi gambaran tentang rasa saling menghormati di keduanya saat membintangi Gasigogi.

Menanggapi pujian Vino G. Bastian, Pevita Pearce menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tumbuh dengan menonton film-film Vino, sehingga apresiasi dari aktor yang karya-karyanya telah ia ikuti sejak lama terasa istimewa. Respons Pevita memperlihatkan rasa hormatnya kepada Vino, sekaligus menunjukkan bahwa pujian itu diterima dengan hangat. Ia tidak menjadikan momen tersebut sebagai sesuatu yang perlu dibesar-besarkan; baginya, ucapan Vino merupakan bentuk penghargaan dari rekan yang ia kagumi. Dalam percakapan mengenai Gasigogi, Pevita juga berbicara terbuka tentang pilihannya selama ini dalam mengambil peran. Sikapnya tetap ringan, meski ia mengakui bahwa sejumlah film yang dibintanginya menuntut banyak hal darinya.

Pevita menyebut bahwa ia telah mengambil cukup banyak film yang menantang. Pilihan itu membuatnya menjalani pengalaman yang tidak selalu mudah, dan ia pernah bertanya-tanya mengapa dirinya tidak memilih proyek yang lebih sederhana. Dalam refleksinya, ia membayangkan pilihan lain: mengambil film yang lebih mudah, menjalani syuting dalam waktu singkat, lalu memiliki kesempatan untuk berlibur ke luar negeri. Ia menyampaikan bayangan tersebut dengan nada ringan, sebagai pertanyaan yang sesekali muncul saat memikirkan perjalanan kariernya, bukan sebagai keluhan atau penyesalan atas film-film yang telah dipilih.

Pengakuan itu memberi gambaran tentang pertimbangan pribadi di balik keputusan Pevita menerima berbagai tantangan sebagai aktris. Ia menyadari bahwa pilihan yang lebih ringan mungkin terdengar menarik, terutama jika berarti waktu kerja yang lebih pendek dan kesempatan untuk bepergian. Namun, refleksinya tidak menghapus kenyataan bahwa ia telah mengambil banyak peran yang menantang. Ia sekadar membagikan pertanyaan yang pernah terlintas di benaknya, dengan cara yang santai dan tanpa dramatisasi. Di tengah percakapan tentang pujian Vino, keterbukaan Pevita menghadirkan sisi lain dari apresiasinya terhadap pekerjaan: ia menghargai pengalaman yang telah dijalani, sembari tetap bisa membayangkan alternatif yang lebih mudah. Pernyataannya tetap sederhana, personal, dan sesuai dengan nada ringan yang ia gunakan.

Ketertarikan Vino G. Bastian untuk terlibat dalam film Gasigogi berawal dari kekagumannya terhadap karya sutradara Lee Hwan-kyung. Salah satu film Lee yang paling dikenalnya adalah Miracle in Cell No. 7, karya yang membuat Vino menaruh perhatian pada cara sang sutradara berkarya. Karena itu, kesempatan untuk bekerja bersama Lee menjadi alasan penting bagi Vino dalam mempertimbangkan keterlibatannya di proyek tersebut.

Vino menjelaskan bahwa ketika pertama kali bertemu Lee, proyek Gasigogi belum ada. Pada saat itu, belum terdapat film yang sedang mereka bicarakan untuk dikerjakan bersama. Lee kemudian memiliki sebuah naskah, dan perkembangan tersebut membuka jalan bagi pembicaraan mengenai proyek film. Bagi Vino, proses itu bermula dari pertemuan dengan sosok sutradara yang karyanya telah ia kagumi, bukan dari sebuah proyek yang sejak awal sudah disiapkan untuknya.

Salah satu hal yang membekas bagi Vino adalah cara Lee menjalani proses casting. Menurutnya, proses tersebut terasa menyerupai wawancara. Pendekatan itu membuat Vino melihat bahwa Lee tidak sekadar mencari pemain, tetapi juga sungguh-sungguh terlibat dalam proses mengenal dan mempertimbangkan para calon pemeran. Dari situ, Vino menangkap keseriusan sutradara tersebut serta keterlibatan hati dalam mengembangkan film yang akan dibuat.

Kesan itu membuat Vino semakin yakin untuk menerima tawaran bekerja bersama Lee. Ia menyatakan bahwa dirinya bersedia mengambil peran apa pun apabila film tersebut disutradarai oleh Lee. Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan Vino kepada sang sutradara, yang tumbuh dari kekaguman terhadap karya sekaligus pengalaman langsung saat bertemu dan mengikuti proses casting. Baginya, kesempatan berada dalam proyek yang dipimpin Lee memiliki daya tarik tersendiri.

Keyakinan Vino semakin kuat setelah mengetahui bahwa Lee menulis sendiri naskah film tersebut. Keterlibatan sutradara dalam penulisan naskah menjadi alasan tambahan bagi Vino untuk percaya pada proyek yang ditawarkan.