Kebakaran TPA Bandar Jaya Terkendali, Petugas Fokus Mendinginkan Timbunan Sampah

oleh -113 Dilihat
oleh
Kebakaran TPA Bandar Jaya Terkendali, Petugas Fokus Mendinginkan Timbunan Sampah

Kabupaten Lampung Tengah | Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, berada dalam kondisi jauh lebih terkendali pada Selasa, 20 Oktober 2026. Api yang sebelumnya membesar dilaporkan telah padam dan tidak lagi menjilat-jilat di permukaan timbunan sampah. Meski demikian, situasi belum sepenuhnya dapat dinyatakan aman karena asap tebal masih mengepul dari area tersebut. Petugas tetap berada di lokasi untuk menangani sisa panas dan memastikan tidak ada titik api yang kembali berkembang.

Asap yang masih terlihat diduga berasal dari bara yang bertahan di bagian dalam timbunan sampah. Ketebalan tumpukan di lokasi itu hampir mencapai lima meter, sehingga panas dan bara dapat tersimpan di lapisan yang tidak tampak dari permukaan. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak cukup hanya dengan memastikan kobaran besar telah hilang. Pendinginan perlu dilakukan secara cermat agar panas di bagian dalam tidak memicu kebakaran susulan setelah permukaan tampak tenang.

Walaupun api utama telah padam, nyala kecil masih dapat muncul sesekali ketika angin bertiup. Perubahan angin dapat membuat bara yang tersisa kembali mendapat udara, sehingga petugas terus mengamati titik-titik yang berpotensi menyala. Kapolres Lampung Tengah AKBP Zaldy Kurniawan menyampaikan bahwa petugas masih melakukan pendinginan dan belum dapat meninggalkan lokasi. Keberadaan petugas diperlukan untuk memantau perkembangan asap maupun kemungkinan munculnya kembali nyala api. Dengan kondisi tersebut, penanganan difokuskan pada menurunkan suhu timbunan dan memastikan bara di dalam sampah benar-benar terkendali. Warga di sekitar kawasan juga perlu memahami bahwa asap yang masih mengepul tidak serta-merta berarti kebakaran besar kembali terjadi, tetapi menjadi tanda bahwa proses penanganan belum selesai. Selama pendinginan berlangsung, pemantauan tetap penting untuk mencegah bara kecil berkembang menjadi kobaran baru. Petugas akan tetap berjaga sampai kondisi lapangan dinilai cukup aman untuk ditinggalkan.

Pada Selasa, fokus penanganan kebakaran di TPA Bandar Jaya beralih pada pendinginan timbunan sampah dan pemantauan titik-titik yang masih menyimpan panas. Tahap ini dilakukan setelah upaya pemadaman sebelumnya, dengan tujuan mengurangi risiko api kembali muncul dan membesar. Petugas perlu memastikan sumber panas di dalam tumpukan sampah dapat ditangani, sebab bara yang tertutup material dapat bertahan meski kobaran api terlihat berkurang. Karena itu, proses pendinginan dan pengawasan berlangsung beriringan. Kondisi di lapangan tetap diperhatikan agar area yang telah ditangani tidak kembali memicu kebakaran, sementara upaya penanganan diarahkan pada bagian timbunan yang masih berpotensi menyala.

Dukungan kendaraan pemadam turut membantu pekerjaan petugas. Kendaraan armoured water cannon (AWC) milik Polres Lampung Tengah telah dikerahkan sejak hari pertama untuk mendukung pemadaman. Selain itu, satuan Brimob juga memberikan bantuan kendaraan AWC. Kehadiran armada tersebut menambah dukungan air dalam penanganan kebakaran dan proses pendinginan. Sebelumnya, penanganan juga memanfaatkan tiga ekskavator untuk membantu menjangkau serta mengurai timbunan sampah: dua unit berasal dari Kabupaten Lampung Tengah, sedangkan satu unit merupakan bantuan dari BMBK Provinsi Lampung. Armada pemadam kebakaran dari sejumlah kabupaten dan kota di Lampung juga dikerahkan, mencerminkan dukungan lintas wilayah dalam menangani kebakaran di lokasi tersebut.

Meski berbagai kendaraan dan alat berat telah digunakan, kondisi timbunan menjadi tantangan tersendiri. Sampah yang mudah terbakar membuat api berisiko bertahan atau menyala kembali, sehingga pendinginan perlu dilakukan secara cermat. Angin kencang juga dilaporkan menyulitkan penanganan karena dapat memengaruhi penyebaran api maupun asap. Sementara itu, asap yang tebal mengganggu pekerjaan petugas di lapangan dan membatasi kemudahan pemantauan. Kombinasi faktor tersebut membuat proses pengendalian memerlukan kewaspadaan serta koordinasi petugas dan dukungan armada. Pemantauan sumber panas tetap menjadi bagian penting setelah kobaran api dikendalikan, agar potensi munculnya titik api baru dapat diketahui dan ditangani sebelum berkembang lebih luas.

Meski kebakaran di TPA Bandar Jaya telah terkendali dan petugas berfokus mendinginkan timbunan sampah, kepolisian tetap menyiagakan personel untuk membantu penanganan serta menjaga keamanan di sekitar lokasi. Dukungan tersebut diperlukan karena asap dari area kebakaran dapat menyebar dan mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan. Personel dari kepolisian sektor, Satuan Samapta, dan Satuan Lalu Lintas ditempatkan sesuai kebutuhan serta perkembangan situasi di lapangan. Pengaturan ini memungkinkan petugas membantu koordinasi, mengawasi kondisi sekitar, dan merespons apabila muncul keadaan yang memerlukan penanganan segera. Penugasan dilakukan melalui sistem piket bergantian selama 24 jam agar kehadiran personel tetap terjaga tanpa jeda selama proses penanganan berlangsung.

Perhatian khusus diberikan pada ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar sekitar KM 132, yang jarak pandangnya dapat terganggu ketika asap kebakaran bergerak ke arah jalan. Pada Minggu, 18 Oktober 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, Toyota Rush dan sebuah truk trailer terlibat kecelakaan di KM 132 jalur B. Dua penumpang Toyota Rush mengalami luka-luka dan dibawa ke RS Harapan Bunda, Gunung Sugih, untuk mendapatkan penanganan medis. Peristiwa tersebut menjadi perhatian petugas karena asap di sekitar ruas tol berpotensi mengurangi jarak pandang pengemudi. Pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi pandangan, terutama saat melintasi bagian jalan yang terdampak asap.

Untuk mengurangi risiko kecelakaan, petugas memasang rambu dan papan pemberitahuan sebelum titik yang terdampak asap. Peringatan ditempatkan agar pengendara dapat mengetahui kondisi jalan lebih awal dan memiliki waktu untuk mengurangi kecepatan atau mengantisipasi perubahan jarak pandang. Petugas lalu lintas juga disiagakan di sekitar ruas tersebut untuk mengingatkan pengendara agar berhati-hati ketika melintas. Kehadiran mereka membantu mengarahkan pengguna jalan dan menyampaikan imbauan secara langsung sesuai situasi terkini. Pengendara diharapkan mematuhi tanda peringatan, mengikuti arahan petugas, serta tidak mendahului secara berisiko ketika pandangan terbatas. Langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas ini tetap dilakukan selama asap berpotensi mengganggu perjalanan, bersamaan dengan pemantauan kondisi di lokasi kebakaran.

BPBD Provinsi Lampung memperkirakan kebakaran di TPA Bandar Jaya berdampak pada area seluas sekitar 1,5 hektare. Perkiraan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, berdasarkan penanganan dan pemantauan terhadap lokasi yang terdampak. Luas area itu menggambarkan sebaran timbunan sampah yang terkena kebakaran, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seluruh bagian tempat pembuangan akhir terbakar. Petugas masih perlu menangani titik-titik yang menyimpan panas, terutama pada tumpukan sampah yang bagian dalamnya sulit dijangkau. Karena itu, upaya di lapangan tidak hanya berfokus pada api yang terlihat, melainkan juga pada pemantauan kondisi timbunan setelah kobaran utama terkendali.

Hingga informasi tersebut disampaikan, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih dalam penyelidikan. Belum ada keterangan yang menetapkan sumber awal api, sehingga dugaan mengenai pemicu kejadian perlu menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang. Penelusuran penyebab penting untuk memperoleh gambaran mengenai bagaimana api mulai muncul dan menyebar di area TPA. Sementara pemeriksaan berlangsung, petugas meneruskan penanganan di lokasi agar risiko munculnya kembali kobaran dapat ditekan. Kondisi timbunan sampah menjadi perhatian karena panas dan bara dapat bertahan di bagian dalam, meskipun api di permukaan telah berkurang. Informasi mengenai perkembangan kejadian pun dapat berubah mengikuti hasil pemantauan dan penyelidikan.

Penanganan masih berlangsung hingga Selasa. Petugas berupaya mendinginkan timbunan dan memastikan bara di dalamnya benar-benar padam, sehingga tidak kembali menyala setelah kondisi di permukaan tampak aman.

Baca juga: Kebakaran di Ulujami Tewaskan Lansia, Tujuh Warga Kehilangan Tempat Tinggal | Kebakaran KMP Batumandi di Merak: Evakuasi Penumpang dan Penanganan Insiden | Catatan Bencana Indonesia hingga 20 Oktober: Kebakaran Lahan Dominan, Jutaan Warga Mengungsi