Jakarta | Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rocky Gerung menyebut dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka perlu dievaluasi. Pernyataan tersebut disampaikan saat wartawan menanyakan pandangannya mengenai perjalanan pemerintahan yang memasuki tahun kedua. Rocky menjawab dengan menyoroti perlunya evaluasi, tanpa menyampaikan penilaian substantif lebih lanjut mengenai kinerja pemerintah dalam kesempatan itu.
Rocky menyampaikan tanggapan tersebut ketika tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kehadirannya di istana adalah untuk menghadiri Sidang Kabinet Paripurna. Sejumlah wartawan yang berada di lokasi kemudian meminta komentarnya tentang dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran. Pertanyaan itu merujuk pada masa pemerintahan yang dimulai setelah pasangan tersebut dilantik pada Oktober 2024.
Jawaban Rocky menempatkan evaluasi sebagai hal yang perlu dilakukan ketika masa pemerintahan mencapai tonggak dua tahun. Namun, dalam tanggapan singkat itu, ia tidak merinci aspek tertentu yang menurutnya harus ditinjau ataupun memberikan ukuran untuk menilai hasil kerja kabinet. Karena itu, pernyataannya dapat dipahami sebatas penekanan mengenai perlunya evaluasi, bukan sebagai uraian lengkap tentang capaian atau kekurangan pemerintah.
Momentum dua tahun kerap menjadi kesempatan bagi publik dan berbagai pihak untuk melihat kembali jalannya pemerintahan. Meski demikian, komentar Rocky di kompleks istana tersebut tidak memuat penjelasan mengenai proses evaluasi yang dimaksud. Ia juga tidak menguraikan rekomendasi atau langkah lanjutan terkait peninjauan kinerja. Informasi yang disampaikan kepada wartawan pada kesempatan itu berfokus pada perlunya evaluasi terhadap masa pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sidang Kabinet Paripurna yang dihadiri Rocky berlangsung di tengah perhatian terhadap perjalanan pemerintahan setelah dua tahun berjalan. Kehadirannya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden menjadi latar bagi pertanyaan wartawan mengenai isu tersebut. Dengan demikian, pernyataan yang muncul dari pertemuan singkat di area istana itu adalah bahwa masa dua tahun pemerintahan perlu dievaluasi, tanpa penilaian tambahan yang dijelaskan Rocky saat itu.
Rocky Gerung menyebut keikutsertaannya dalam sidang kabinet bersama Presiden Prabowo Subianto sebagai pengalaman perdana. Pernyataan itu menjadi konteks ketika ia diminta menyampaikan penilaian terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Dengan demikian, tanggapannya tidak hanya berkaitan dengan evaluasi atas jalannya pemerintahan, tetapi juga dengan pengalaman baru menghadiri forum kabinet tersebut.
Dalam kesempatan itu, Rocky mengatakan akan memberikan nilai untuk pemerintahan yang telah berjalan selama dua tahun. Namun, ia menyampaikan hal tersebut sambil membuat gerakan finger heart. Gestur itu tampak menjadi bagian dari cara ia merespons pertanyaan, tetapi tidak disertai keterangan yang menjelaskan angka atau kategori penilaian yang dimaksud.
Karena tidak ada nilai yang disebutkan secara jelas, penilaian Rocky tidak dapat dipastikan sebagai angka, huruf, maupun ukuran tertentu. Begitu pula, gerakan finger heart tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa ia memberikan nilai positif atau negatif. Makna khusus gestur itu tidak diterangkan dalam pernyataannya, sehingga penafsiran yang melampaui keterangan yang tersedia perlu dihindari.
Pernyataan singkat tersebut tetap menarik perhatian karena muncul dalam pembicaraan mengenai evaluasi dua tahun pemerintahan. Rocky menghubungkan pengalaman pertamanya mengikuti sidang kabinet dengan kesediaannya untuk memberi penilaian, lalu menyampaikannya lewat gerakan tangan. Akan tetapi, tanpa penjelasan lanjutan mengenai tolok ukur atau hasil evaluasinya, publik hanya dapat mencatat bahwa ia menyatakan akan memberi nilai dan menggunakan isyarat finger heart saat menyampaikan respons.
Dengan menjaga konteks itu, informasi yang dapat dipastikan terbatas pada pengalaman perdana Rocky mengikuti sidang kabinet bersama Prabowo dan ucapannya tentang penilaian atas pemerintahan. Tidak ada dasar untuk menetapkan skor tertentu ataupun melekatkan arti politik khusus pada gestur tersebut. Keterangan yang tersedia menunjukkan cara Rocky menyampaikan respons, bukan rincian hasil evaluasi yang bisa diukur atau ditafsirkan secara pasti.
Sejumlah pejabat pemerintah menghadiri sidang kabinet paripurna di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Mereka datang bersama anggota kabinet lainnya dalam agenda yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pemerintahan. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan bahwa pertemuan itu melibatkan berbagai unsur yang memiliki tanggung jawab di bidang masing-masing, mulai dari koordinasi pemerintahan hingga pelayanan publik.
Di pejabat yang hadir terdapat Ketua Wantimpres Pratikno dan Kepala BPGMN Satyawan Pudyatmoko. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani serta Kepala OJK Friderica Widyasari Dewi juga tercatat mengikuti sidang. Dari jajaran kementerian koordinator, hadir Wamenko Perekonomian Drajad Hari Wibowo. Nama-nama tersebut melengkapi kehadiran anggota kabinet dan pejabat pemerintah lain di lokasi.
Sejumlah menteri turut hadir, yakni Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Yandi Susanto, Menteri P2MI Mukhtarudin, Mendag Budi Santoso, dan Menhut Raja Juli Antoni. Wamentrans Viva Yoga Mauladi juga hadir dalam sidang tersebut. Selain itu, Kepala BPJPH Haikal Hasan tercatat berada di kompleks Istana Kepresidenan bersama para pejabat lainnya.
Kehadiran mereka berlangsung dalam forum kabinet yang mempertemukan pejabat dari beragam bidang pemerintahan. Dalam sidang paripurna, jajaran pemerintah berkumpul untuk mengikuti agenda bersama di tingkat kabinet. Namun, informasi mengenai kehadiran yang disampaikan di sini terbatas pada nama dan jabatan para pejabat tersebut; tidak ada rincian tambahan mengenai pembahasan, arahan, atau keputusan rapat yang dapat dipastikan dari daftar kehadiran saja.
Dengan demikian, daftar tersebut menggambarkan keterlibatan sejumlah pimpinan lembaga dan pejabat kementerian di Istana pada kesempatan itu. Mereka hadir bersama anggota kabinet lainnya, tanpa mengubah keterangan jabatan yang disebutkan. Sidang kabinet paripurna menjadi latar pertemuan para pejabat itu, sementara penilaian mengenai jalannya pemerintahan dan hal lain dalam agenda tetap perlu merujuk pada keterangan yang disampaikan secara terpisah.
Sidang kabinet yang direncanakan berlangsung di halaman tengah kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dijadwalkan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Pemilihan lokasi di lingkungan istana menjadi bagian dari agenda pemerintahan yang mempertemukan Presiden dan jajaran kabinet untuk membahas pelaksanaan berbagai program. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana disampaikan Viva Yoga Mauladi. Dengan kepemimpinan presiden, pembahasan dapat diarahkan pada prioritas pemerintah dan kebutuhan koordinasi antarpihak yang terlibat dalam menjalankan kebijakan.
Viva menjelaskan bahwa sidang kabinet itu bertujuan mengoordinasikan kerja kabinet dalam pelaksanaan program pemerintah. Koordinasi diperlukan agar kementerian dan lembaga memahami arah kebijakan serta langkah yang perlu dijalankan sesuai tugas masing-masing. Dalam pemerintahan yang melibatkan banyak sektor, keterhubungan antarkebijakan menjadi penting karena suatu program dapat bergantung pada dukungan atau tindak lanjut dari instansi lain. Melalui rapat bersama, para pejabat dapat menyamakan pemahaman, membahas pelaksanaan agenda, dan memastikan bahwa pekerjaan setiap unsur kabinet bergerak sejalan dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Selain koordinasi, sidang tersebut dimaksudkan untuk mengintegrasikan dan menyinkronkan program antar-kementerian dan lembaga. Upaya ini membantu mengurangi potensi tumpang tindih, memperjelas pembagian peran, serta menjaga agar kegiatan di berbagai instansi saling mendukung. Agenda rapat juga mencakup pemantauan dan pengendalian pelaksanaan program pemerintah. Artinya, kabinet tidak hanya membahas rencana, tetapi juga meninjau bagaimana program dijalankan dan menjaga agar pelaksanaannya tetap sesuai arahan. Pemantauan memberi ruang untuk mengetahui perkembangan, sedangkan pengendalian membantu pemerintah merespons persoalan yang muncul selama proses berlangsung. Dengan demikian, sidang kabinet berfungsi sebagai forum untuk menyatukan langkah, menilai pelaksanaan, dan menjaga koordinasi kerja pemerintahan secara berkelanjutan.
Baca juga: Aksi Masyarakat Sipil dan Mahasiswa Warnai Peringatan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran | Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Stabilitas dan Agenda Pertumbuhan Menurut Airlangga | Klakson Kendaraan Sambut Aksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Tani



































