Kebangkitan Dramatis Persib: Tiga Gol dalam 11 Menit untuk Menaklukkan Port FC

oleh -14 Dilihat
oleh
Kebangkitan Dramatis Persib: Tiga Gol dalam 11 Menit untuk Menaklukkan Port FC

BANDUNG, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Persib Bandung menghadapi situasi sulit saat melakoni pertandingan ASEAN Club Championship melawan Port FC di Pathum Thani, Kamis (8/10). Hingga memasuki fase akhir laga, Maung Bandung masih tertinggal 0-1 dari tuan rumah. Gol tersebut tercipta melalui eksekusi penalti Jude Soonsup-Bell pada menit ke-66, yang untuk sementara menjadi pembeda dalam pertandingan dengan tempo tinggi tersebut.

Ketertinggalan itu menempatkan Persib dalam posisi terdesak. Waktu yang tersisa semakin terbatas, sementara Port FC memiliki keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri. Setiap kesalahan berisiko memperlebar jarak, dan Persib harus segera menemukan cara untuk mengubah jalannya permainan. Meski demikian, tekanan tidak membuat tim asal Bandung kehilangan keberanian untuk membangun serangan.

Memasuki menit-menit akhir, Persib justru meningkatkan intensitas permainan. Aliran bola bergerak lebih cepat, tekanan diberikan secara lebih konsisten, dan lini depan mulai memaksa pertahanan Port FC bekerja keras. Perubahan pendekatan tersebut membuat tuan rumah tidak lagi leluasa mengendalikan pertandingan seperti sebelumnya. Serangan Persib datang secara beruntun dan menciptakan ancaman di area pertahanan lawan.

Kebangkitan itu kemudian berlangsung secara dramatis dalam rentang hanya 11 menit terakhir. Dari keadaan tertinggal, Persib mampu memanfaatkan momentum untuk mencetak tiga gol. Periode singkat tersebut menjadi titik balik utama pertandingan sekaligus menunjukkan daya juang tim ketika berada dalam tekanan. Port FC yang sebelumnya berada di posisi menguntungkan harus menghadapi gelombang serangan yang terus meningkat.

Tiga gol dalam 11 menit mengubah pertandingan secara menyeluruh. Persib bukan hanya mengejar ketertinggalan, melainkan juga membalikkan tekanan kepada tuan rumah pada saat paling menentukan. Respons cepat di penghujung laga membuat pertandingan yang semula tampak berada dalam kendali Port FC berubah menjadi panggung kebangkitan Persib Bandung. Dramatisnya perubahan itu menjadi sorotan utama dari laga di Pathum Thani.

Persib menemukan celah untuk mengubah arah pertandingan pada menit ke-86. Dalam situasi tersebut, Balsa Sekulic mengirimkan umpan yang tepat kepada Mariano Peralta. Umpan itu menjadi momen penting karena Peralta berhasil lolos dari pengawalan pemain belakang Port FC dan memperoleh ruang untuk menyelesaikan serangan.

Peralta tidak menyia-nyiakan peluang yang terbuka di hadapannya. Setelah menerima bola, ia segera melepaskan tembakan mendatar ke arah gawang Port FC. Bola melaju rendah dan berhasil menaklukkan kiper Bataican Falkesgaard. Gol tersebut membuat kedudukan berubah menjadi imbang, sekaligus membuka jalan bagi Persib untuk mengejar hasil yang lebih baik.

Gol pada menit ke-86 itu menjadi titik balik pertandingan bagi Persib. Berawal dari umpan Sekulic yang akurat, pergerakan Peralta mampu melewati penjagaan lini belakang Port FC. Penyelesaian mendatarnya kemudian memastikan bola bersarang di gawang yang dikawal Falkesgaard. Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan bagaimana satu kesempatan dapat menghasilkan perubahan penting dalam jalannya laga.

Mariano Peralta menjadi pemain yang menuntaskan peluang tersebut, tetapi prosesnya dimulai dari umpan Balsa Sekulic. Kerja sama keduanya menghasilkan gol penyama kedudukan pada saat Persib membutuhkan momentum. Setelah gol itu tercipta, pertandingan kembali berada dalam keadaan seimbang, dengan gol Persib tersebut menjadi awal dari rangkaian kebangkitan yang berlangsung dalam waktu singkat.

Persib melanjutkan kebangkitannya pada menit kedua masa injury time. Dalam situasi ketika waktu pertandingan semakin menipis, Thom Haye mengirimkan umpan jauh yang mengarah ke sisi kiri pertahanan Port FC. Luis Menalo membaca arah bola dengan baik, kemudian bergerak menusuk ruang di belakang lini pertahanan lawan. Pergerakan tersebut membuat Persib mampu membangun serangan cepat sekaligus membuka celah di area berbahaya.

Setelah menguasai bola di sisi kiri, Menalo tidak memaksakan diri untuk langsung menembak. Ia melihat Berguinho bergerak di sampingnya dan mengirimkan umpan datar yang terukur. Bola tersebut diterima Berguinho dalam posisi yang cukup ideal untuk menyelesaikan serangan. Dengan kaki kiri, pemain tersebut kemudian melepaskan tembakan ke arah sisi kiri gawang Port FC. Bola melaju melewati jangkauan kiper dan mengubah skor, sekaligus membuat Persib berbalik unggul dalam drama penghujung laga.

Keunggulan itu belum menghentikan tekanan Persib. Ketika injury time memasuki menit kelima, tim kembali melancarkan serangan dari sisi kiri. Berguinho berperan sebagai pengatur awal melalui umpan terobosan yang diberikan kepada Peralta. Umpan tersebut membuka ruang bagi Peralta untuk berlari menuju area pertahanan Port FC. Dengan kecepatan dan kontrol bola yang baik, ia mengacak-acak sisi kanan pertahanan lawan sebelum mengirimkan umpan lambung ke depan gawang.

Umpan Peralta kemudian disambut Menalo yang terus mengikuti perkembangan serangan. Penyerang Persib itu menjatuhkan diri untuk melakukan sundulan atau diving header. Kontak tersebut membuat bola berubah arah dan meluncur masuk ke gawang Port FC. Gol pada menit kelima masa tambahan waktu itu menjadi gol ketiga Persib dalam rentang singkat, sekaligus menegaskan perubahan skor secara dramatis. Rangkaian ini memperlihatkan kontribusi Berguinho dan Menalo dalam dua gol beruntun, sementara Thom Haye serta Peralta turut memainkan peran penting melalui umpan-umpan yang membuka peluang.

Persib Bandung menutup pertandingan dengan kemenangan setelah mencetak tiga gol balasan dalam 11 menit terakhir untuk menaklukkan Port FC. Kebangkitan tersebut mengubah jalannya laga secara dramatis sekaligus memastikan Maung Bandung mengamankan tiga poin pada pertandingan perdana mereka di ASEAN Club Championship. Ketika waktu normal memasuki fase akhir, Persib menunjukkan ketenangan, daya juang, dan keberanian untuk terus menekan hingga peluang-peluang yang tersedia berhasil dikonversi menjadi gol.

Hasil ini menjadi awal yang manis bagi perjalanan Persib di kompetisi antarklub kawasan Asia Tenggara. Tiga poin yang diraih bukan hanya memperkuat posisi mereka dalam persaingan grup, tetapi juga memberikan modal penting untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya. Respons para pemain setelah berada dalam tekanan memperlihatkan karakter tim yang tidak mudah menyerah. Dukungan suporter turut menjadi energi tambahan bagi Persib untuk mempertahankan intensitas permainan sampai peluit akhir dibunyikan.

Setelah menghadapi Port FC, Persib akan melanjutkan kiprahnya dengan menjamu Shan United asal Myanmar. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Gelora Bandung Lautan Api pada 19 November mendatang. Laga ini akan menjadi kesempatan bagi Maung Bandung untuk kembali memanfaatkan dukungan publik di kandang serta menambah perolehan poin di ASEAN Club Championship. Dengan kemenangan pembuka yang diraih melalui kebangkitan pada menit-menit akhir, Persib memiliki pijakan awal yang positif sebelum memasuki tantangan berikutnya dalam turnamen tersebut.