Airin Rico Dorong Kebiasaan Cuci Tangan Sejak Dini di Kota Medan

oleh -88 Dilihat
oleh
Airin Rico Dorong Kebiasaan Cuci Tangan Sejak Dini di Kota Medan

KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 7 Oktober 2026, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Medan, Sumatera Utara, Airin Rico, menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak usia dini. Pesan tersebut disampaikannya dalam peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia tingkat Kota Medan tahun 2026 yang berlangsung di Medan pada Rabu.

Menurut Airin, pembiasaan PHBS sejak masa kanak-kanak merupakan salah satu faktor yang mendukung lahirnya generasi berkualitas. Anak-anak yang terbiasa menjaga kebersihan diri akan memiliki kesadaran lebih baik terhadap kesehatan, baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungan di sekitarnya. Kebiasaan sederhana, seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, dapat membantu mencegah penyebaran berbagai penyakit.

Airin mengajak seluruh pihak untuk membangun budaya mencuci tangan, terutama di kalangan anak-anak. Menurutnya, pembentukan kebiasaan tersebut perlu dilakukan secara konsisten melalui keluarga, sekolah, serta lingkungan masyarakat. Orang tua dan guru memiliki peran penting dalam memberikan contoh sekaligus mengingatkan anak mengenai waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan seusai melakukan aktivitas di luar rumah.

Ia juga menilai peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap kebersihan dan kesehatan. Edukasi yang disampaikan secara menarik dan berulang diharapkan dapat membuat anak memahami bahwa mencuci tangan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari rutinitas sehari-hari. Dengan budaya hidup bersih yang ditanamkan sejak dini, anak-anak di Kota Medan diharapkan tumbuh sehat, aktif, dan mampu berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih berkualitas.

Airin Rico menekankan pentingnya membiasakan cuci tangan sejak dini karena kebiasaan tersebut merupakan bagian mendasar dari upaya menjaga kebersihan tubuh. Anak-anak perlu memahami bahwa tangan bersentuhan dengan banyak benda dan digunakan dalam beragam aktivitas setiap hari. Karena itu, kebersihan tangan tidak seharusnya diperhatikan hanya pada waktu tertentu, melainkan dijaga secara rutin sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari.

Dalam berbagai kegiatan, tangan dapat menyentuh permukaan, memegang peralatan, bermain, belajar, makan, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Aktivitas yang terus berlangsung membuat tangan mudah terkena kotoran dan berbagai hal yang tidak terlihat. Apabila kebersihannya diabaikan, anak dapat lebih rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan. Pembiasaan cuci tangan sejak usia dini menjadi cara sederhana untuk membantu anak menjaga dirinya sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya kebersihan pribadi.

Airin menyampaikan bahwa menjaga kebersihan tangan merupakan langkah sederhana yang penting untuk membantu mencegah kuman dan penyakit. Pesan tersebut perlu dikenalkan melalui contoh dan pengulangan agar cuci tangan tidak dipandang sebagai kewajiban sesaat, tetapi menjadi perilaku yang dilakukan secara sadar. Dengan membangun kebiasaan ini sejak kecil, anak belajar bertanggung jawab terhadap kebersihan tubuhnya dalam berbagai situasi.

Penekanan pada cuci tangan juga menunjukkan bahwa upaya menjaga kesehatan dapat dimulai dari tindakan yang mudah dilakukan. Anak tidak perlu menunggu adanya masalah untuk mulai memperhatikan kebersihan tangan. Rutinitas yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menciptakan lingkungan kebiasaan yang lebih bersih, baik di rumah maupun dalam kegiatan bersama. Melalui edukasi yang berkelanjutan, keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat mendukung anak agar menjadikan cuci tangan sebagai bagian alami dari aktivitas sehari-hari.

Airin Rico mengajak para orang tua di Kota Medan untuk mengambil peran aktif dalam membiasakan anak mencuci tangan secara rutin. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk perilaku anak, termasuk dalam menerapkan kebiasaan hidup bersih. Karena itu, kebiasaan mencuci tangan tidak cukup hanya dikenalkan sebagai pengetahuan, tetapi perlu dibangun melalui pembiasaan yang konsisten dalam keseharian anak.

Ajakan tersebut ditujukan agar cuci tangan pakai sabun menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Airin menekankan bahwa anak-anak perlu menjadikan kebiasaan itu sebagai perilaku rutin, bukan hanya melakukannya ketika ada kegiatan peringatan tertentu. Dengan dukungan orang tua, anak diharapkan memahami bahwa menjaga kebersihan tangan merupakan bagian dari tanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan di sekitarnya.

Peran keluarga menjadi penting karena anak belajar melalui arahan dan contoh yang diberikan di rumah. Ketika orang tua memberikan perhatian terhadap kebiasaan bersih, anak memiliki kesempatan lebih besar untuk menirunya dan menjadikannya perilaku yang wajar. Pembiasaan tersebut diharapkan dapat membantu anak menghindari berbagai penyakit serta menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan sejak usia dini. Pesan Airin juga menegaskan bahwa perubahan perilaku perlu dimulai dari lingkungan terdekat, sehingga keluarga dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya kebiasaan sehat pada anak-anak di Kota Medan.

Airin Rico berharap penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), khususnya kebiasaan mencuci tangan, memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Kota Medan. Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut perlu dikenalkan sejak usia dini agar anak-anak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi terus diterapkan di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan sekitar.

Kebiasaan mencuci tangan diharapkan menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Medan dalam melahirkan generasi muda yang tangguh, berkualitas, dan terbebas dari berbagai penyakit. Anak-anak yang terbiasa menjaga kebersihan tangan memiliki bekal penting untuk melindungi kesehatan diri sekaligus membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Pembiasaan sejak dini juga dapat membentuk sikap disiplin, karena praktik tersebut dilakukan secara rutin sebelum makan, setelah beraktivitas, dan setelah menggunakan fasilitas umum.

Airin menegaskan bahwa tujuan kegiatan ini bukan semata-mata melaksanakan praktik cuci tangan secara bersama-sama. Hal yang lebih penting ialah membentuk kebiasaan baik yang dapat terus dilakukan secara berkelanjutan setelah kegiatan berakhir. Melalui pembiasaan yang konsisten, pesan mengenai PHBS diharapkan melekat dalam perilaku anak-anak dan menjadi bagian dari keseharian mereka. Harapan tersebut menjadi dorongan agar kebiasaan mencuci tangan tidak hanya dipahami sebagai kegiatan sesaat, melainkan diterapkan secara sadar demi mendukung tumbuhnya generasi muda Kota Medan yang sehat dan berkualitas.

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *