Persib Masuk Tiga Besar Klub ASEAN, Persija Berada di Posisi Ketujuh

oleh -113 Dilihat
oleh
Persib Masuk Tiga Besar Klub ASEAN, Persija Berada di Posisi Ketujuh

Bandung | Persib Bandung menempati posisi ketiga dalam pemeringkatan klub terbaik Asia Tenggara 2026 yang dirilis Opta Analyst melalui Opta Power Rankings. Capaian tersebut menempatkan klub asal Bandung itu di jajaran teratas kawasan, sekaligus menjadikannya salah satu wakil Indonesia dengan peringkat paling menonjol. Persib mencatat rating 74,2 poin dalam daftar tersebut, sebuah angka yang mengiringi posisinya di klub-klub ASEAN.

Hasil ini menjadi sorotan bagi Persib dan pendukungnya karena menunjukkan keberadaan klub di tingkat regional. Dalam pemeringkatan yang diumumkan Opta Analyst, hanya dua klub di Asia Tenggara yang berada di atas Persib. Dengan demikian, Persib menutup daftar tiga besar kawasan pada edisi 2026. Posisi ketiga itu juga menempatkan namanya berdampingan dengan klub-klub terkemuka di ASEAN, meski urutan regional tidak serta-merta menggambarkan hasil satu pertandingan atau satu kompetisi tertentu.

Selain pencapaian di tingkat Asia Tenggara, posisi Persib dalam daftar global turut mengalami perubahan. Klub tersebut naik 18 peringkat dibandingkan posisi sebelumnya dan kini berada di urutan ke-905 dunia. Pergerakan itu melengkapi catatan Persib pada pemeringkatan terbaru: peringkat ketiga di kawasan dengan rating 74,2 poin, serta posisi global yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Informasi tersebut menjadi gambaran terbaru mengenai kedudukan Persib dalam daftar Opta Power Rankings.

Pemeringkatan ini juga memberi konteks bagi persaingan klub-klub Indonesia di kawasan. Persib berada di posisi ketiga ASEAN, sementara Persija Jakarta tercatat di urutan ketujuh dalam daftar yang sama. Perbedaan posisi itu menegaskan bahwa kedua klub menempati peringkat yang berlainan pada edisi 2026, dengan Persib berada empat tingkat di atas Persija. Bagi Persib, berada di tiga besar merupakan pencapaian yang patut dicatat; bagi penggemar sepak bola Indonesia, hasil tersebut menghadirkan tolok ukur regional yang dapat diperhatikan pada pembaruan pemeringkatan berikutnya.

Di klub yang berada di atas Persib dalam daftar klub ASEAN tersebut, Johor Darul Ta’zim (JDT) menempati posisi tertinggi. Klub asal Malaysia itu memimpin kawasan dengan rating 80,6 dan berada di peringkat ke-318 dunia. Angka tersebut menempatkan JDT jauh di depan klub-klub lain dalam kelompok teratas ASEAN pada pemeringkatan yang dirujuk. Posisi puncak ini menunjukkan bahwa JDT menjadi wakil kawasan dengan capaian tertinggi dalam daftar, sementara Persib berada di posisi ketiga. Perbedaan peringkat global juga memberikan gambaran mengenai jarak posisi JDT terhadap klub Indonesia tersebut, meskipun daftar yang tersedia tidak menjelaskan metode penghitungan rating secara terperinci.

Buriram United dari Thailand menempati urutan kedua di ASEAN, tepat di bawah JDT. Klub tersebut mencatat rating 74,6 dan berada pada peringkat ke-847 dunia. Dengan demikian, terdapat dua klub yang menduduki posisi lebih tinggi daripada Persib, yakni JDT dan Buriram United. Nilai Buriram berada di bawah rating pemuncak dari Malaysia, tetapi cukup untuk menempatkannya sebagai salah satu klub dengan posisi teratas di kawasan. Informasi peringkat dan rating ini membantu memperlihatkan urutan persaingan dalam tiga besar, tanpa mengubah fakta bahwa Persib juga berhasil masuk kelompok elite klub ASEAN dalam daftar tersebut.

Persib berada di atas Cong An Ha Noi FC, klub Vietnam yang menempati urutan keempat dengan 73,6 poin. Selisih rating Persib dan klub tersebut tidak disebutkan dalam ringkasan data, sehingga perbandingan yang dapat dipastikan adalah posisi mereka pada daftar: Persib di peringkat ketiga ASEAN dan Cong An Ha Noi FC di urutan berikutnya. Port FC dari Thailand serta Selangor FC dari Malaysia melengkapi enam besar. Namun, posisi pasti dan rating kedua klub itu tidak dicantumkan secara terperinci, sehingga angka atau urutan khusus untuk mereka tidak dapat dipastikan dari informasi yang tersedia. Susunan enam besar ini memperlihatkan keterwakilan klub-klub dari beberapa negara ASEAN, dengan JDT sebagai pemimpin, Buriram di posisi kedua, dan Persib sebagai klub Indonesia dengan posisi tertinggi dalam kelompok tersebut.

Persib menjadi klub Indonesia dengan posisi tertinggi dalam daftar klub ASEAN yang dibahas. Capaian tersebut menempatkan Persib di tiga besar kawasan, sekaligus menunjukkan bahwa klub asal Bandung itu berada di atas wakil Indonesia lainnya yang tercantum. Perbandingan ini memberi gambaran tentang susunan klub berdasarkan rating yang digunakan dalam pemeringkatan, bukan semata-mata hasil dari satu pertandingan atau kompetisi tertentu.

Persija Jakarta berada di urutan ketujuh ASEAN, dengan rating 70,2 dan peringkat ke-1.461 dunia. Posisi tersebut menjadikan Persija salah satu klub Indonesia dengan peringkat kawasan teratas, meskipun masih berada di bawah Persib dalam daftar. Angka rating dan peringkat dunia itu memberikan konteks tambahan: posisi ketujuh merujuk pada urutan di kawasan ASEAN, sedangkan angka 1.461 menunjukkan kedudukan Persija dalam pemeringkatan global.

Di bawah Persija, Borneo FC menempati posisi kesembilan ASEAN dengan rating 70,0 dan peringkat ke-1.512 dunia. Selisih rating Persija dan Borneo FC adalah 0,2 poin, sementara jarak peringkat dunia keduanya mencapai 51 posisi. Dengan demikian, urutan klub Indonesia yang disebutkan dalam daftar tersebut adalah Persib sebagai wakil dengan peringkat tertinggi, disusul Persija di posisi ketujuh ASEAN, lalu Borneo FC di posisi kesembilan.

Perbandingan ini memperlihatkan variasi capaian di klub-klub Indonesia pada pemeringkatan kawasan. Persija unggul atas Borneo FC dalam urutan ASEAN, rating, dan peringkat dunia, sedangkan Persib berada lebih tinggi daripada keduanya. Meski jarak rating Persija dan Borneo FC relatif tipis, posisi yang tercantum tetap berbeda. Pembacaan angka perlu mempertahankan pembedaan peringkat ASEAN dan peringkat dunia agar capaian setiap klub tidak tertukar. Data tersebut juga menegaskan bahwa posisi dalam daftar merupakan potret berdasarkan ukuran pemeringkatan yang digunakan, sehingga bukan ukuran tunggal untuk menilai keseluruhan performa klub sepanjang musim.Dalam pemeringkatan klub terbaik ASEAN 2026, tujuh klub Indonesia tercatat berada di 25 besar. Capaian ini menempatkan sepak bola Indonesia dengan sejumlah wakil di jajaran klub teratas kawasan, dengan posisi yang tersebar dari kelompok tiga besar hingga peringkat ke-24. Persib Bandung menjadi salah satu sorotan karena masuk tiga besar, sementara Persija Jakarta menempati urutan ketujuh. Borneo FC juga termasuk dalam kelompok klub Indonesia yang masuk 25 besar.

Di luar tiga nama tersebut, Dewa United berada di posisi ke-17 dengan rating 68,3. Persebaya Surabaya menyusul pada urutan ke-20 dengan rating 67,7. Bali United menempati peringkat ke-23, memperoleh rating 66,0, sedangkan Java United berada satu tingkat di bawahnya, yakni posisi ke-24, dengan rating 65,5. Data itu menunjukkan bahwa beberapa klub Indonesia mampu bersaing pada rentang peringkat yang berbeda di peserta dari negara-negara ASEAN.

Keberadaan tujuh wakil dalam 25 besar memberi gambaran tentang luasnya representasi klub Indonesia dalam pemeringkatan regional tersebut. Persib menonjol di papan atas, sementara Persija dan Borneo FC turut memperkuat kehadiran Indonesia di jajaran teratas. Klub-klub lain, termasuk Dewa United, Persebaya, Bali United, dan Java United, melengkapi jumlah wakil Indonesia yang tercatat. Perbedaan posisi dan rating antarklub memperlihatkan variasi hasil dalam daftar, tetapi jumlah keterwakilan tetap menjadi salah satu hal yang patut dicermati.

Baca juga: Shin Tae-yong Jelaskan Absennya Tiga Pemain Persija saat Menang atas Arema | Madura United Tantang Persib di Pamekasan, Thom Haye Masuk Susunan Utama | Hari Ketujuh OMC, TNI Kirim 17,4 Ton Bahan Semai ke Palembang dan Banjarmasin